Home » Top News » Anies Apresiasi Kolaborasi Masyarakat Dalam Penamaan Fasilitas Publik di Pantai Kita dan Pantai Maju

Anies Apresiasi Kolaborasi Masyarakat Dalam Penamaan Fasilitas Publik di Pantai Kita dan Pantai Maju

hery 21 Feb 2022 178

NasionalPos.com,Jakarta –Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan nama jalan, jembatan, taman, dan bundaran di kawasan Pantai Maju, Jakarta Utara, pada Senin (21/2/2022).

Peresmian dilaksanakan di Jalasena (Jalur Jalan Sehat dan Sepeda Santai) yang merupakan ruang ketiga dengan jalur sepeda yang mengelilingi Pantai Maju.

Dalam peresmian tersebut, Gubernur Anies menyampaikan, kegiatan peresmian tersebut sebagai penanda bahwa semangat kolaborasi telah diupayakan di Jakarta dalam setiap pekerjaan pemerintah untuk masyarakat. Alhasil, penetapan  penamaan jalan umum dengan melibatkan masyarakat telah memantik antusiasme tersendiri dari warga.

“Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam melakukan proses penamaan ini. Kita berharap dengan adanya penemuan baru ini, dengan adanya keterbukaan, maka seluruh masyarakat nantinya bisa menikmati kawasan sekitar pantai, ruang-ruang publik yang bisa digunakan untuk pejalan kaki, ataupun bersepeda dan kegiatan-kegiatan lainnya,” ujar Gubernur Anies seperti dikutip dari Siaran Pers PPID DKI Jakarta, Senin (21/2/2022).

Di samping itu, Gubernur Anies juga menegaskan bahwa Pemprov DKI tetap berkomitmen dalam menghadirkan Ruang Ketiga Publik yang nyaman bagi warganya untuk beraktivitas maupun berinteraksi di Kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju.

“Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan ini tidak boleh abai terhadap aspek lingkungan, sosial, dan budaya. Ruang publik yang telah ada baik berupa taman, pantai, maupun area untuk pejalan kaki dan pesepeda santai (Jalasena) di pinggir pantai harus dipastikan benar-benar bisa diakses oleh publik,” jelas Gubernur Anies.

Sebelumnya, sayembara penamaan jalan, jembatan, taman, dan bundaran diikuti oleh 182 peserta dari seluruh Indonesia dalam ajang “Kita Kasih Nama”. Dengan demikian, masyarakat terlibat dalam penentuan nama tengara (landmark) penting di Pantai Kita dan Pantai Maju. BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Tourisindo (JXB) menjadi pelaksana Sayembara Kita Kasih Nama yang berlangsung dari Agustus hingga Oktober lalu.

Baca Juga :  Pasar Murah Ramadhan di Jakut Sediakan 500 Paket Sembako

Penentuan peserta terbaik dilakukan melalui tahapan seleksi yang melibatkan dewan juri dari berbagai profesi seperti dosen sejarah, ahli bahasa dan pegiat seni. Tahapan seleksi  menghasilkan Sayembara Terbaik 1 yang memberikan nama tengara berasal dari nama tanaman bakau dan unsur perahu. Hal ini sesuai dengan semangat konservasi lingkungan dan kemaritiman DKI Jakarta untuk Pantai Kita dan Pantai Maju.

Usulan nama dari para peserta sayembara kemudian dievaluasi dengan beberapa indikator seperti filosofi, konsep, tema, kesesuaian dengan Panduan Rancang Kota, integrasi sejarah, dan lain-lain. Kemudian pada 1 Oktober 2021, Pemenang sayembara “Kita Kasih Nama”  untuk Peserta Terbaik 1 yaitu Tim Glibly yang beranggotakan 5 anak muda kreatif yang bernama Rima Syafia, Annisa Nadhirah Ar, Hana Syabila Fazri, Aprilia Hapsari Putri, dan Yosephine Astari.

Nama-nama yang terpilih terinspirasi dari kehidupan masyarakat pesisir. Nama bundaran, yaitu Heritiera, yang diselaraskan dengan bentuk salah satu jenis mangrove yang berakar kuat. Hal ini dimaknai bahwa Bundaran Heritiera menjadi jantung dari kawasan ini. Nama jembatan terinspirasi dari bagian perahu, yang paling depan adalah Jembatan Linggi, di bagian tengah kawasan adalah Jembatan Tataban dan jembatan terakhir seperti bagian belakang perahu yang mengarah ke laut yaitu Jembatan Baruyungan.

Nama taman-taman, yaitu Baharia dan Asriloka, diambil dari Bahasa Indonesia yang berarti bahagia dan indah. Nama-nama jalan diambil dari nama jenis mangrove yaitu Warakas, Kandeka, Bidara, Akasia dan Pejapi.

Baca Juga :  Saat Pandemi Covid-19, Aset Orang Kaya Cenderung Naik

Usulan nama tersebut selanjutnya diproses dengan mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 28 Tahun 1999 tentang Pedoman Penetapan Jalan, Taman dan Bangunan Umum di DKI Jakarta. Kemudian ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 50 Tahun 2022 tentang Penetapan Nama Jalan, Jembatan, Taman dan Bundaran di Kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju.

Selain itu, pada tahun 2018, Pemprov DKI Jakarta mengharuskan adanya fasilitas publik, yang bisa dengan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Sejak saat itu, kawasan ini menjadi akses gratis ke pantai yang dapat dinikmati warga Jakarta maupun luar Jakarta. Kemudian melalui Peraturan Gubernur Panduan Rancang Kota Nomor 30 Tahun 2021, pantai reklamasi yang sudah ada diharuskan memiliki fasilitas umum dan fasilitas sosial, termasuk ruang ketiga, transportasi umum, dan ruang ibadah/mushola.

Fasilitas umum di Pantai Kita dan Pantai Maju akan dikelola oleh BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro), dengan memperhatikan prinsip kesetaraan. Pemprov DKI juga mendorong penyediaan fasilitas angkutan umum di sekitar kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju. Saat ini, PT Jakpro sedang membangun sejumlah halte Transjakarta untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum di kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju.

Kawasan Jalasena Timur sudah bisa diakses menggunakan rute Transjakarta bagi publik yang ingin menikmati dan beraktivitas di pantai. Kedepannya, Jakpro berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan sarana dan program aktivitas publik, juga mengikutsertakan partisipasi warga sekitar.(beritajakarta)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Batasi Kekuasaan, Selamatkan Demokrasi Saatnya Masa Jabatan Legislator Indonesia Dibatasi Dua Periode

dito

30 Mei 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh: Andi Nugroho Saputro , staf ahli Poros Rawamangun   Demokrasi modern berdiri di atas satu prinsip utama: kekuasaan harus dibatasi agar tidak berubah menjadi dominasi permanen. Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, prinsip itu telah diterapkan secara tegas terhadap cabang kekuasaan eksekutif.   Presiden dibatasi hanya dua periode sebagaimana diatur dalam …

Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Dhio Justice Law

30 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI sulit dibaca semata sebagai langkah teknokratis. Dalam politik, terutama pada lingkar kekuasaan inti, hampir tidak ada penempatan strategis yang benar-benar netral dari kepentingan politik. Apalagi Dasco bukan hanya pimpinan DPR. Ia …

Di duga Sampah sebagai Bancakan Anggaran: Poros Rawamangun Kritik Keras Arah Kebijakan Pemprov DKI

dito

29 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Kritik keras terhadap arah kebijakan pengelolaan sampah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mencuat. Ketua Umum organisasi masyarakat Poros Rawamangun, Rudy Darmawanto, SH kepada wartawan, yang menghubungi nya, ia menilai kebijakan pemilahan sampah yang saat ini digencarkan Pemprov DKI Jakarta belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan pengelolaan sampah di ibu kota. “Kebijakan tersebut berpotensi hanya …

Harapan orang tua Agar Mulyana 40 tahun yang Hilang Cepat Kembali

Admin Redaksi

29 Mei 2026

Garut, JejakKasus45.Com Sebuah keluarga kecil yang sederhana dengan jumlah keluarga lima orang di kampung Galumpit RT 02, RW 25, Kelurahan Marga Wati, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut, Keluarga Bendi(65) dan Iwok(55). diliputi kesedihan yang mendalm, pasalnya Anak Sulung nya Mulyana (40) yang merupakan tulang punggung keluarga, meniggalkan rumah sejak hari Minggu 10 Mai 2026, hingga …

Tulang Punggung Keluarga Mulyana 40 Tahun Pergi Untuk Mencari Rumput Hingga Kini sudah 19 hari masih Belum Kembali.

Admin Redaksi

29 Mei 2026

Sebuah Keluarga Kecil yang sederhana, keluarga Bendi (65) dan Iwok (55) di Kampung Galumpit RT/RW 02/25, Kelurahan  Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selalu berharap Anak sulungnya Mulyana (40), yang merupakan tulang punggung keluarga bisa kembali secepatnya kerumah. Dihari Minggu 10 Mai 2026 Mulyana, seperti biasanya melakukan pekerjaan sehari hari Mencari Rumput, serta membawa alat-alat …

PPM – LVRI: Rawat Kebhinekaan dengan Sikap Toleran

dito

28 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Merawat kebhinekaan dengan sikap toleran terhadap keberagaman menjadi suatu keharusan sebagai upaya menjaga keutuhan kedaulatan Bangsa Indonesia.   Kebhinekaan merupakan perilaku saling menghargai dan menghormati perbedaan berbagai ragam suku, ras, agama yang bertujuan untuk dapat saling mengenal baik disisi keyakinan maupun tradisi.   Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kaderisasi dan Keanggotaan (KK) Pimpinan …

x
x