Home » Headline » Suara Indah Para Peserta PSCD Pesparani Nasional II Buat Penonton Merinding

Suara Indah Para Peserta PSCD Pesparani Nasional II Buat Penonton Merinding

dito 30 Okt 2022 122

NasionalPos.com, Kupang – Suara-suara indah para peserta paduan suara campuran dewasa (PSCD) menggema di Aula Eltari Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu 29 Oktober 2022. Setiap tim menampilkan paduan yang terindah untuk dinikmati umat dalam Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional II.

Sebanyak 18 tim menampilkan kehebatannya pada hari pertama Pesparani untuk kategori PSCD. Ada beberapa daerah yang dinyatakan gugur karena setelah dipanggil tiga kali tetapi tidak hadir di lokasi lomba, meski sudah mengambil nomor undi dalam pertemuan teknis sehari sebelumnya.

Semua kelompok paduan suara yang tampil membawakan lagu wajib berjudul “Salvator Mundi” dengan nada dasar Do = C, karya Giovanni Pierluigi da Palestrina. Dia seorang komponis Italia dari masa akhir masa Renaissance. Giovanni Pierluigi da Palestrina lahir di Palestrina, dekat Roma, pada 1525 dan wafat pada 2 Februari 1594.

Sementara untuk lagu pilihan, sebagian besar peserta membawakan lagu berjudul “Gereja Bagai Bahtera” karya Martin G. Schneider dan penata suara Ujung Simbolon dengan nada dasar La = C. Lagu pilihan lain yang cukup digemari peserta Pesparani kali ini adalah “Tuhan Kami Tidak Pantas” karya Natalis Natalianto dengan nada dasar Do = G. Selain itu masih ada lagu “Tuhan Janganlah Menghukum Aku” karya Ernest Marianto dengan nada dasar Do = G  dan “Ketika Badai Menerjang” karya A Sudarsono.

Baca Juga :  Skema Pembiayaan Kreatif Imbas Pemangkasan DBH Di Bahas Gub Pramono-Menkeu Purbaya

Pada babak penyisihan ini, hampir semua peserta tampil bagus dan menawan. Namun Peserta nomor undian 16 (Sulawesi Utara) tampil menggelegar, terutama untuk lagu pilihan “Tuhan Kami Tidak Pantas”, begitu pula kontingen dari Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta tak kalah bagusnya dengan Kontingen dari daerah lainnya, semua peserta nampak bersaing ketat.

Suara yang lembut dan menggelegar pada bagian akhir, dipadu dengan sedikit koreografi menjelang lagu usai membuat mereka disambut dengan tepuk tangan para pendukung dan umat yang hadir sebelum mereka benar-benar menyelesaikan lagu. Bunyi indah yang dihasilkan dari paduan suara ini juga membuat para penonton merinding.

Kehebatan para peserta PSCD ini dinilai oleh lima orang juri yang sangat berkompeten dalam bidang musik dan paduan suara baik sebagai praktisi maupun akademisi. Mereka adalah Budi Susanto Yohanes, Joseph Kristanto Pantioso, Puji Susilo, Pastor Yohanes Don Bosco Bakok SVD, dan Joanita Theresia Adimurti.

Sementara itu dalam sambutannya sebelum memulai lomba, Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Adrianus Meliala meminta para peserta lomba untuk memperhatikan tiga hal yaitu sportivitas, totalitas, dan persaudaraan.

Dengan sportivitas, kata Adrianus Meliala, setiap peserta tidak menggunakan cara-cara curang untuk meraih kemenangan. Meskipun cara itu bisa dilakukan. “Kalau kita mau main curang, banyak sekali hal yang bisa kita lakukan. Tetapi kalau kita mau sportif, maka berbagai cara itu tidak kita lakukan,” kata Adrianus Meliala.

Baca Juga :  Diduga Warga Pemegang Surat Ijo, Jadi Tumbal Pendapatan Siluman Pemkot Surabaya

Sementara tentang totalitas, Adrianus Meliala meminta para peserta tidak terpengaruh oleh penampilan tim lain. “Kalau ada peserta sebelumnya tampil bagus, peserta berikutnya tidak usah berkecil hati. Kita mengerahkan segala kemampuan untuk memberi kontribusi terbaik bagi acara ini dan memberikan yang terbaik bagi daerah yang telah mengirimkan kita,” tegasnya.

Terkait persaudaraan, Adrianus Meliala menekankan bahwa setelah berlomba dan mengeluarkan seluruh kemampuan, tetapi belum menjadi juara, maka semua peserta tetaplah bersaudara satu sama lain. “Setelah kita bertanding, berlomba, pada saatnya nanti semua harus kembali pada konteks bahwa kita adalah saudara,” tutur Adrianus Meliala.

Sementara itu, salah seorang penonton, yang menyaksikan langsung di lokasi lomba Paduan suara tingkat Nasional, sebut saja, Frans Johan, kepada awak media, ia mengatakan bahwa kontingen yang tampil, nampak menampilkan kemampuan terbaiknya.

“Saya melihat ajang Pesparani Nasional II di Kupang, ada peningkatan kualitas dari para pesertanya, semua tampil bagus dan optimal, jangankan Juri, saya saja bingung, siapa yang tampil sebagai pemenang dalam lomba ini”tukasnya.(*dit)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

x
x