Home » Ekonomi » Antisipasi Dampak Resesi Dunia, Berharap Postur APBD DKI Jakarta TA 2023 Prioritaskan Ketahanan Hajat Hidup Masyarakat

Antisipasi Dampak Resesi Dunia, Berharap Postur APBD DKI Jakarta TA 2023 Prioritaskan Ketahanan Hajat Hidup Masyarakat

dito 19 Nov 2022 187

NasionalPos.com, Jakarta– Resesi ekonomi adalah momok bagi semua negara di dunia. Fenomena ini mempengaruhi sektor pajak, investasi, bahkan kualitas hidup masyarakat. Perekonomian global belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19. Kini, IMF dan Bank Dunia malah mewanti-wanti adanya ancaman resesi, yang bukan hanya bakal mengancam  negara-negara maju, tapi juga bakal negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Dampak resesi ekonomi Makro maupun mikro, yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2023 mendatang, tidak hanya menjadi ancaman serius bagi suatu negara, melainkan juga akan mengancam kehidupan masyarakat perkotaan maupun pedesaan, tak terkecuali ancaman resesi akan melanda kehidupan masyarakat di Provinsi DKI Jakarta, karena itu perlu ada langkah antisipasi melalui penerapan politik anggaran dalam menentukan skala prioritas dalam  APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2023 mendatang, demikian disampaikan Dedy Iskandar, SE, MH Ketua Matra Jakarta saat dihubungi wartawan, Sabtu, 19/11/2022 di Jakarta.

“Berbekal pengalaman saat diterpa pandemi COVID-19, selama kurun waktu 2 tahun sektor perekonomian mengalami stagnasi yang berimbas pada masalah penghidupan dan sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat, yang turun drastis, sehingga saat itu postur APBD DKI Jakarta focus pada bagaimana mempertahankan berputarnya roda perekonomian masyarakat”ungkap Dedy Iskandar, SE, MH.

Untuk itulah, lanjut Dedy Iskandar, masalah ancaman resesi ekonomi dunia beserta dampaknya tidak bisa dipandang remeh atau pasrah begitu saja, bahkan mendiamkannya, melainkan harus diantisipasi melalui perumusan bersama antara PJ Gubernur Provinsi DKI Jakarta dengan DPRD Provinsi DKI Jakarta, dalam penyusunan skala prioritas APBD 2023, misalnya skala prioritas menjaga ketahanan pangan di Jakarta sebagai salah satu prioritas dalam postur APBD Tahun Anggaran 2023, Selain ketahanan pangan juga diperlukan membuka maupun mempermudah akses permodalan dan pelatihan UMKM agar masyarakat korban PHK atau serabutan bisa mendapatkan peluang usaha dan lapangan pekerjaan.

Baca Juga :  DPR Rewind 2023, Setahun DPR Berupaya Hasilkan UU Berkualitas

Sebab, lanjut Dedy, warga tetap membutuhkan pangan dalam keseharian. Oleh karena itu, perlu upaya antisipasi yang dipersiapkan sejak saat ini, terutama penyediaan bahan pokok yang menjadi tugas dan fungsi BUMD DKI yakni  PT Food Station Tjipinang Jaya yang memiliki pengalaman penyediaan bansos kebutuhan pokok bagi warga saat terjadi pandemi COVID-19 lalu, bukan hanya disektor pangan saja yang mesti disiapkan, tapi juga perlu memberdayakan sector UMKM, sector jasa transportasi & Logistik, serta yang tidak boleh dilupakan adalah sector ekonomi kreatif, salah satunya melalui pemberdayaan pemanfaatan teknologi digital.

“Jika terjadi resesi, maka Provinsi DKI Jakarta sudah memiliki buffer bukan hanya di sektor ketahanan pangan melainkan juga dari sector-sektor strategis yang bisa mempertahankan perputaran ekonomi mikro, serta bisa menggerakan ekonomi masyarakat sehingga tidak memperburuk efek resesi ekonomi”tukas Dedy.

Dedy  juga mengingatkan merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia, indikator ekonomi Indonesia seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, transaksi berjalan, neraca pembayaran Indonesia (NPI), hingga ekspor impor masih sangat baik. Namun, nilai tukar terus melemah dan menunjukkan kinerja yang buruk, karena itu diperlukan langkah antisipasi, misalnya dengan memperkuat daya beli, resesi ekonomi bisa diatasi dengan membuat kebijakan dan proyek-proyek strategis untuk membangun iklim investasi agar investor tertarik menanamkan modal di Provinsi DKI Jakarta, melalui pemberdayaan potensi yang dimiliki Jakarta sebagai Kota Jasa dan Perdagangan, diantaranya potensi pariwisata, ekonomi kreatif, potensi jasa perdagangan dsb.

Baca Juga :  Poros Rawamangun Peringatkan Sudin Dishub Jakarta Timur, agar Bijaksana Dalam Lakukan Penertiban

Selain itu, Dedy juga menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta dapat mengoptimalkan peran investasi dalam pemulihan ekonomi dengan rekonstruksi investasi padat karya serta bermitra dengan para pelaku bisnis, termasuk UMKM. Bisa dikatakan, fokus Pemprov bukan hanya mengantispasi dampak terjadinya resesi, namun juga memastikan roda perekonomian tetap bergerak dinamis juga dalam rangka mempersiapkan diri  sebagai wilayah Provinsi yang tidak lagi menyandang status Ibukota negara melalui kuatnya pondasi investasi, dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif, kredibel, akuntabel, pelayanan publik yang prima serta kepastian hukum sebagai prasyarat masuk, tumbuh dan berkembangnya investasi.

“Karena itu Kami juga sangat berharap agar perumusan dan penggunaan APBD 2023 tepat sasaran, efisien, ramping, dan tentunya dengan menetapkan skala prioritas untuk kepentingan Ketahanan Hajat Hidup Masyarakat dalam mengantisipasi dampak resesi dan juga mempersiapkan diri sebagai Provinsi yang tidak lagi berstatus sebagai Ibukota negara”pungkas Dedy (*dit)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Di Momentum Hari Udara Bersih International, Biru Voice Desak Pemerintah Menjaga Udara Bersih Yang Sudah Semakin Polutif

dito

07 Sep 2026

National pos.com. Jakarta- Mengingat sifat polusi udara yang lintas batas, semua pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk melindungi atmosfer bumi dan memastikan udara yang sehat bagi semua orang.     Bekerja bersama, melintasi batas dan batas, antar sektor dan melampaui silo, akan membantu mengurangi polusi udara, meningkatkan keuangan dan investasi untuk langkah-langkah dan solusi kualitas …

Masyarakat Nahdliyyin tidak Hendaki Muktamar NU ke 35 menuju ke 2029

dito

07 Sep 2026

NasionalPos.com-Jakarta Pasca terselenggaranya Muktamar NU ke 35 di Tambak Beras Jombang Jawa Timur, tentunya memicu terjadinya pihak yang tidak setuju dengan hasil Muktamar NU ke 35, terkesan ada campur tangan penguasa hari ini, demikian di sampaikan ustadz Damuri Fikri kepada wartawan, Senin, 7/9/2026 di Jakarta.   “Ya, kesan muktamar NU ke 35 menjadi ajang mencari …

Ketua Dewan Pembina Persatuan Golf Indonesia terima kunjungan Panitia LA Connection charity golf tournamen

dito

05 Sep 2026

NasionalPost.com, Jakarta- Panitia LA Connection charity golf tournamen yang merupakan komunitas para alumni yang pernah kuliah di kota Los Anggeles dan kota kota lain di Amerika Serikat, berencana menggelar kegiatan LA Connection charity golf tournamen di pondok indah golf course pada 28 Oktober 2026 mendatang, demikian disampaikan oleh ketua panitia Sofyan Saleh kepada wartawan, Sabtu, …

Insentif Baru BGN Harus Diikuti Grading SPPG

dito

05 Sep 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Pius Luistrilanang    Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan bahwa insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak lagi disamaratakan sebesar Rp6 juta per hari. “Sekarang tidak, ya, tidak rata semua dapur semua kemudian dibayar Rp6 juta, itu tidak adil,” kata Sudaryono seusai rapat dengan Komisi IX DPR, Kamis, …

Sambut Hari Kejaksaan Nasional, Advokat Andi Darwin R Ranreng, SH, MH Soroti Pentingnya Reformasi Kejaksaan demi Kembalikan Kepercayaan Publik

dito

02 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Menyambut peringatan Hari Kejaksaan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 September, Advokat senior sekaligus pengamat hukum Andi Darwin R Ranreng, S.H., M.H kepada wartawan, Rabu, 2 September 2026 di Jakarta, ia menyampaikan pandangan kritis namun konstruktif mengenai perjalanan dan tantangan Kejaksaan Republik Indonesia di usianya yang ke-81 tahun.   Tokoh hukum yang juga …

RUU Perampasan Aset Di Sorot Praktisi Hukum, Tekankan Kejelasan Kewenangan dan Pencegahan Penyalahgunaan

dito

01 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Tindak Pidana kembali menjadi perhatian publik.   Kali ini, masalah tersebut di respon Praktisi hukum publik Andi Darwin R. Ranreng, yang kemudian kepada wartawan, ia mengatakan bahwa regulasi tersebut perlu dirumuskan secara komprehensif agar benar-benar menjadi instrumen efektif dalam pemberantasan kejahatan, khususnya korupsi, tanpa membuka ruang penyalahgunaan kewenangan. …

x
x