Home » Headline » Catatan Kelam Sepak Terjang CIA di Dunia (sebuah Analisa)

Catatan Kelam Sepak Terjang CIA di Dunia (sebuah Analisa)

dito 23 Feb 2023 387

NasionalPos.com, Jakarta- Dalam lembaran sejarah masing – masing lembaga intelijen disetiap negara, pasti memiliki catatan rahasia mengenai kegagalan – kegagalan operasi yang pernah dialaminya, dengan berbagai alasan penyebab kegagalan operasi tersebut, begitu pula mengenai operasi intelejen yang dilakukan badan intelejen Amerika Serikat CIA yang dikenal canggih, modern dan sangat rapi dalam melakukan berbagai operasi intelejen, akan tetapi realitasnya, mereka juga memiliki catatan kegagalan saat mereka melakukan operasi, intelejen dalam rangka memerangi pengaruh komunisme terhadap negara, yang keberadaan komunisme sangat kuat, yang saat itu mereka pandang adalah Kuba dan Indonesia di masa lalu, serta adanya kegagalan lain di era tahun 2000-an yang juga menjadi catatan kelam  intelejen AS di dunia, demikian disampaikan Setioko, Pengamat Politik Independen kepada nasionalpos.com, Kamis, 23/2/2023 di Jakarta.

“Dari informasi yang saya dapat menyebutkan bahwa kegagalan CIA pertama adalah dalam peristiwa Invasi Teluk Babi, 17-19 April 1961. Kemudian yang kedua, adalah peristiwa Gerakan 30 September 1965, atau yang dikenal dengan peristiwa G30S ”ungkap Setioko.

Menurut Setioko, mengenai kegagalan operasi intelejen tersebut terkuak, pada Tahun 1995, ketika itu ibu Megawati diundang Kongres Amerika. Di situ dibuka semua rahasia intelijen yang sudah lewat 30 tahun. Disampaikan oleh Kongres Amerika, bahwa ada dua kegagalan operasi CIA di internasional. Satu, Peristiwa Teluk Babi di Kuba, Havana. Yang kedua adalah peristiwa G30S, itu dibuka. Itu permainan yang selalu ada, sedangkan mengenai  peristiwa Invasi Teluk Babi di Havana, Kuba pada 17 — 19 April 1961, yang sangat mempermalukan pemerintahan Presiden JF Kennedy. Dengan demikian invasi Teluk Babi yang dilakukan AS mengalami kegagalan disebabkan tidak adanya dukungan militer. Invasi Teluk Babi terjadi 17 April 1961 dilakukan kelompok paramiliter Brigade 2506 yang dilatih dan didanai Dinas Intelijen AS (CIA),

Baca Juga :  FSAB Serukan Jadikan Hukum Sebagai Panglima Cegah Konflik dan Penyelesaian Sengketa Pemilu 2024

Bukan hanya itu, lanjut Setioko, kegagalan operasi intelejen CIA, juga dialami di Indonesia, tatkala Isu “Dewan Djenderal” yang pada akhirnya membuat enam Perwira Tinggi (Pati) serta satu Perwira Pertama (Pama) TNI-AD terbunuh, adalah karya CIA, manuver CIA.  keinginan AS sebenarnya tidak untuk menggulingkan Ir. Soekarno sebagai Presiden pertama RI. Akan tetapi, operasi itu dilakukan untuk menghabisi PKI yang berideologi komunis.
akan tetapi faktanya bukan hanya PKI yang dihancurkan, akan tetapi Presiden Sukarno dan rezimnya pun ikut digulingkan.

“Maunya mereka itu, Bung Karno tetap presiden tapi komunis hilang. Kedua, komunis hilang pengaruhnya tidak ada pembantaian terhadap ratusan ribu rakyat, itulah kegagalan operasi mereka, Sebenarnya pihak Inggris-lah yang lebih menghendaki pendongkelan Presiden Sukarno” tukas Setioko.

Baca Juga :  Kata Presiden, Dunia Pers di Tanah Air, Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Ada Apa???

Setioko mengungkapkan bahwa pada 1962 Inggris diduga telah mengaktifkan intelligence station di Phoenix Park, Singapura di bawah koordinasi agen intelijen senior cum propagandis Inggris, Norman Reddaway. Intelligence Station (Markas Intelijen) bersama IRD, MI6, dan CIA di Phoenix Park, sedangkan  dari pihak Indonesia (baca: Kostrad) itu Letkol Ali Moertopo yang intensif jalin kontak rahasia dengan pihak intelijen Inggris di Kedubes Inggris di Jakarta serta di Phoenix Park, Singapura.

Sementara itu, Setioko juga mengungkapkan kegagalan intelijen CIA lainnya di Indonesia di masa lalu, sebelum peristiwa 1965, yakni  dalam Peristiwa PRRI/Permesta 1957 – 1958. ketika itu, Rezim PRRI pun sempat cetak uang kontan berlogo tokoh-tokoh PRRI, sedangkan di Era tahun 2000-an, fakta intelijen juga menunjukkan bahwa Dinas Intelijen AS (CIA) gagal mencegah serangan terorisme Al-Qaeda, yang lebih dikenal dengan Serangan 11 September 2001.

“Inipun lagi-lagi adalah bentuk konkret kegagalan intelijen CIA. Sampai-sampai Tim Weiner, Wartawan AS penerima Pulitzer Award itu menyatakan bahwa sejarah CIA adalah sejarah kegagalan, sejarah kegagalan intelijen. Termasuk dalam konteks di atas CIA gagal berbagi informasi tentang Al-Qaeda kepada FBI, inilah bentuk konkret ego sektoral CIA, yang menambah catatan kelam kegagalan dalam menjalankan operasinya “pungkas Setioko.

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dapur MBG beserta Aktivitasnya di Pulogebang Permai, Resah kan Warga, Warga Tuntut Tutup

dito

24 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Meski dapur MBG di komplek Pulogebang Permai RT 01/RW 12 Kelurahan Pulogebang dalam tahap persiapan operasi namun pada realitas nya di duga justru menimbulkan keresahan masyarakat dilingkungan komplek tersebut .   Adapun keresahan itu muncul antara dari soal Amdal yang dicurigai akan berdampak kepada masyarakat sekitarnya, baik masalah Bau, maupun masalah sanitasi, serta …

Poros Rawamangun Peringatkan Sudin Dishub Jakarta Timur, agar Bijaksana Dalam Lakukan Penertiban

dito

20 Jun 2026

NationalPos.com, Jakarta- Peristiwa pengemudi ojek online (ojol) yang memohon-mohon hingga menangis histeris karena motornya diangkut petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudin Dishub) Jakarta Timur terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kendaraan tersebut ditindak karena kedapatan parkir di atas trotoar yang melanggar aturan dan memicu kemacetan. Setelah video yang menayangkan Kejadian tersebut viral, hingga menuai respon simpatik …

KM Fortune Melimpah Disita, Nasib 1 Nahkoda dan 36 ABK Jadi Sorotan

- Banyuwangi

20 Jun 2026

Jakarta, Nasionalpos.com – Tim Kuasa Hukum PT Fortun Berkah Samudra menyampaikan keprihatinan atas penanganan perkara yang saat ini sedang berlangsung terhadap KM. FORTUNE MELIMPAH 99 GT 258. Perkara tersebut tidak hanya berdampak terhadap perusahaan sebagai pemilik kapal, tetapi juga berdampak langsung terhadap 1 (satu) orang nahkoda dan 36 (tiga puluh enam) Anak Buah Kapal (ABK) …

Klarifikasi Dugaan Pungli, SMAN 3 Painan Tegaskan Dana Orang Tua Merupakan Sumbangan Berdasarkan Kesepakatan Bersama

Primadoni,SH

19 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Mencuatnya dugaan pungutan liar (pungli) di SMA Negeri (SMAN) 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), pihak sekolah bersama Komite Sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sumatera Barat (Sumbar) memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mereka menegaskan bahwa dana yang selama ini dibayarkan oleh orang tua siswa bukanlah pungutan liar, melainkan sumbangan yang …

Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

x
x