Home » Headline » Catatan Kelam Sepak Terjang CIA di Dunia (sebuah Analisa)

Catatan Kelam Sepak Terjang CIA di Dunia (sebuah Analisa)

dito 23 Feb 2023 466

NasionalPos.com, Jakarta- Dalam lembaran sejarah masing – masing lembaga intelijen disetiap negara, pasti memiliki catatan rahasia mengenai kegagalan – kegagalan operasi yang pernah dialaminya, dengan berbagai alasan penyebab kegagalan operasi tersebut, begitu pula mengenai operasi intelejen yang dilakukan badan intelejen Amerika Serikat CIA yang dikenal canggih, modern dan sangat rapi dalam melakukan berbagai operasi intelejen, akan tetapi realitasnya, mereka juga memiliki catatan kegagalan saat mereka melakukan operasi, intelejen dalam rangka memerangi pengaruh komunisme terhadap negara, yang keberadaan komunisme sangat kuat, yang saat itu mereka pandang adalah Kuba dan Indonesia di masa lalu, serta adanya kegagalan lain di era tahun 2000-an yang juga menjadi catatan kelam  intelejen AS di dunia, demikian disampaikan Setioko, Pengamat Politik Independen kepada nasionalpos.com, Kamis, 23/2/2023 di Jakarta.

“Dari informasi yang saya dapat menyebutkan bahwa kegagalan CIA pertama adalah dalam peristiwa Invasi Teluk Babi, 17-19 April 1961. Kemudian yang kedua, adalah peristiwa Gerakan 30 September 1965, atau yang dikenal dengan peristiwa G30S ”ungkap Setioko.

Menurut Setioko, mengenai kegagalan operasi intelejen tersebut terkuak, pada Tahun 1995, ketika itu ibu Megawati diundang Kongres Amerika. Di situ dibuka semua rahasia intelijen yang sudah lewat 30 tahun. Disampaikan oleh Kongres Amerika, bahwa ada dua kegagalan operasi CIA di internasional. Satu, Peristiwa Teluk Babi di Kuba, Havana. Yang kedua adalah peristiwa G30S, itu dibuka. Itu permainan yang selalu ada, sedangkan mengenai  peristiwa Invasi Teluk Babi di Havana, Kuba pada 17 — 19 April 1961, yang sangat mempermalukan pemerintahan Presiden JF Kennedy. Dengan demikian invasi Teluk Babi yang dilakukan AS mengalami kegagalan disebabkan tidak adanya dukungan militer. Invasi Teluk Babi terjadi 17 April 1961 dilakukan kelompok paramiliter Brigade 2506 yang dilatih dan didanai Dinas Intelijen AS (CIA),

Baca Juga :  Kasus Penyalahgunaan Narkoba Kareina, di duga Suaminya Terlibat

Bukan hanya itu, lanjut Setioko, kegagalan operasi intelejen CIA, juga dialami di Indonesia, tatkala Isu “Dewan Djenderal” yang pada akhirnya membuat enam Perwira Tinggi (Pati) serta satu Perwira Pertama (Pama) TNI-AD terbunuh, adalah karya CIA, manuver CIA.  keinginan AS sebenarnya tidak untuk menggulingkan Ir. Soekarno sebagai Presiden pertama RI. Akan tetapi, operasi itu dilakukan untuk menghabisi PKI yang berideologi komunis.
akan tetapi faktanya bukan hanya PKI yang dihancurkan, akan tetapi Presiden Sukarno dan rezimnya pun ikut digulingkan.

“Maunya mereka itu, Bung Karno tetap presiden tapi komunis hilang. Kedua, komunis hilang pengaruhnya tidak ada pembantaian terhadap ratusan ribu rakyat, itulah kegagalan operasi mereka, Sebenarnya pihak Inggris-lah yang lebih menghendaki pendongkelan Presiden Sukarno” tukas Setioko.

Baca Juga :  Patroli Tempat Wisata, Upaya Polsek Tempeh Berikan Rasa Aman Kepada Pengunjung

Setioko mengungkapkan bahwa pada 1962 Inggris diduga telah mengaktifkan intelligence station di Phoenix Park, Singapura di bawah koordinasi agen intelijen senior cum propagandis Inggris, Norman Reddaway. Intelligence Station (Markas Intelijen) bersama IRD, MI6, dan CIA di Phoenix Park, sedangkan  dari pihak Indonesia (baca: Kostrad) itu Letkol Ali Moertopo yang intensif jalin kontak rahasia dengan pihak intelijen Inggris di Kedubes Inggris di Jakarta serta di Phoenix Park, Singapura.

Sementara itu, Setioko juga mengungkapkan kegagalan intelijen CIA lainnya di Indonesia di masa lalu, sebelum peristiwa 1965, yakni  dalam Peristiwa PRRI/Permesta 1957 – 1958. ketika itu, Rezim PRRI pun sempat cetak uang kontan berlogo tokoh-tokoh PRRI, sedangkan di Era tahun 2000-an, fakta intelijen juga menunjukkan bahwa Dinas Intelijen AS (CIA) gagal mencegah serangan terorisme Al-Qaeda, yang lebih dikenal dengan Serangan 11 September 2001.

“Inipun lagi-lagi adalah bentuk konkret kegagalan intelijen CIA. Sampai-sampai Tim Weiner, Wartawan AS penerima Pulitzer Award itu menyatakan bahwa sejarah CIA adalah sejarah kegagalan, sejarah kegagalan intelijen. Termasuk dalam konteks di atas CIA gagal berbagi informasi tentang Al-Qaeda kepada FBI, inilah bentuk konkret ego sektoral CIA, yang menambah catatan kelam kegagalan dalam menjalankan operasinya “pungkas Setioko.

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Momentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional  melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri.   Terkait dengan situasi …

Raport Merah Penegakan Hukum selama 2 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran”

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta.   Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum.   …

Kantor Hukum Layangkan Pemberitahuan Aksi, Kepastian Hukum di Polresta Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

20 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALIS. COM – Gelombang penyampaian aspirasi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi diperkirakan bakal menjadi sorotan. Kantor Hukum Rifki Pria Hartawan Usman, S.H. & Rekan secara resmi menyampaikan pemberitahuan aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di depan Kantor Polresta Banyuwangi. Dalam surat pemberitahuan tertanggal 19 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Kapolresta Banyuwangi, …

Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Dugaan Penggelapan hingga Dokumen Tanah Perusahaan, Empat Laporan di Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

19 Okt 2026

Banyuwangi, Nasionalis.com – Penanganan empat laporan polisi di Polresta Banyuwangi menjadi perhatian tim kuasa hukum yang mendampingi pelapor berinisial DPS dan IBP. Mereka meminta kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang mencakup dugaan tindak pidana terkait urusan keluarga, keuangan, dokumen hak atas tanah perusahaan, hingga penerimaan dana yang dipersoalkan. Sebagai tindak lanjut, tim kuasa hukum menyatakan …

Ahli Waris Tegaskan Lahan Bersejarah Jl. Ince Nurdin dan Jejak Aset Lainnya, Sah Miliknya, Berdasarkan Data Eigendom Verponding yang Diakui UUPA

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar   “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …

x
x