Home » Headline » FSAB : Di Peringatan Hardiknas 2023, Laksanakan Ajaran KH Dewantara, Solusi Krisis Keteladanan di Dunia Pendidikan Nasional

FSAB : Di Peringatan Hardiknas 2023, Laksanakan Ajaran KH Dewantara, Solusi Krisis Keteladanan di Dunia Pendidikan Nasional

dito 03 Mei 2023 214

NasionalPos.com, Jakarta- Tak bisa dipungkiri saat ini dunia pendidikan di Indonesia sedang dihadapkan pada krisis keteladanan yang mengingkari motto Pendidikan nasional yang didengungkan oleh KH Dewantoro, yakni Ing Ngarso Sung Tuladha Ing Madya Mbangun Karsa, Tut Wuri Handayani, demikian disampaikan Suryo Susilo ketua Forum Silahturahmi Anak Bangsa kepada pers, Selasa, 2 Mei 2023 kemaren  di Jakarta.

“Saat ini terjadi fenomena diduga tenaga pendidik, guru, dosen maupun rektor terlibat kasus perbuatan melawan hukum, ada yang terlibat korupsi, ada yang terlibat asusila dan bahkan ada yang terlibat jual-beli gelar akademik, sungguh ini situasi amat memprihatinkan.”ungkap Suryo Susilo.

Fenomena itu, lanjut Suryo Susilo, tanpa disadari berdampak pada hilangnya kepercayaan peserta didik terhadap para pendidik, dan menimbulkan sikap galau, kondisi tersebut diperparah lagi oleh maraknya kasus dalam dunia pendidikan yang sedang viral, baik di dunia nyata maupun maya, seperti kasus perundungan atau bullying, pelecehan seksual, intimidasi, perbuatan mesum, kekerasan fisik, tindak pidana, dan sebagainya.

Semua itu bukti tidak terbantahkan yang menggambarkan kondisi pendidikan Indonesia yang justru mengalami kemuduran dari arah yang seharusnya sesuai dengan tujuan negara yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Ternyata kemajuan dari segi fisik bukanlah segalanya, lengkapnya fasilitas pendidikan dan megahnya bangunan sekolah/kampus bukan faktor pendukung utama terwujudnya tujuan Pendidikan.

“Fokus utama pendidikan harus dikembalikan ke asalnya yaitu peningkatan mutu sumber daya pendidik dan tenaga pendidik agar mampu mendidik peserta didik baik dari aspek pola fikir maupun pola sikap (termasuk budi pekerti), serta keteladanan pendidik sebagai metode dalam mempersiapkan dan membentuk karakter peserta didik, baik moral, spiritual maupun sosial yang baik.” tukas Suryo Susilo.

Baca Juga :  DPRD DKI Jakarta Apresiasi Fasilitas dan Layanan Rumah Sehat

Hal senada juga disampaikan Bimo anggota FSAB Muda, saat dihubungi wartawan, dihari yang sama di tempat terpisah, ia mengatakan pendidikan selalu menjadi tonggak utama dalam membentuk karakter generasi muda serta mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan mereka. Akan tetapi, yang perlu kita ingat bahwa pendidikan itu tidak hanya sekedar berkisar pada pendidikan formal saja, seperti sekolah, universitas, dll. Pendidikan juga harus melibatkan keluarga dan lingkungan.

“Nah terkait dengan fenomena krisis keteladanan yang disinyalir melanda generasi milineal, saya kira tidak perlu mata pelajaran khusus tentang keteladanan tokoh bangsa, karena sudah ada mata pelajaran sejarah yang seharusnya sudah mengajarkan hal tersebut.” ucap Bimo.

Menurut Bimo, justru Peran keluarga dan lingkungan dalam hal pendidikan generasi muda semakin menjadi vital di era digital ini, di mana anak muda bisa mengakses berbagai konten, baik yang positif maupun yang negatif, dengan sangat mudah. Keluarga dan juga tenaga pendidik memiliki peran yang vital serta tanggung jawab yang besar untuk tetap mengawasi dan memberikan pemahaman yang positif mengenai hal-hal yang diakses oleh anak setiap harinya.

Bimo juga mengingatkan Pendidikan, baik dasar, menengah maupun tinggi, adalah kunci di era modern ini. Semakin berkembangnya teknologi, pendidikan akan semakin berperan penting dalam menentukan masa depan seseorang, sementara itu, tren kapitalisasi pendidikan tentunya dapat meningkatkan resiko ketidakadilan di masyarakat, khususnya di perguruan tinggi. Seperti yang tertulis dalam UUD 1945, salah satu tugas utama Negara Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca Juga :  Komentar Ketua KPU RI Hasyim Soal Sistem Proporsional Tertutup Pemilu,Dipertanyakan

“Sudah saatnya bagi pemerintah untuk membuat pendidikan tinggi di Indonesia menjadi lebih terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, maka pemerintah dapat membantu membuka pintu mobilisasi sosial bagi masyarakat dengan memberikan mereka kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.” ucapnya.

Selain itu, lanjut Bimo, melalui memberikan kesempatan Pendidikan seluas-luasnya, maka akan mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia dapat semakin meningkat, namun demikian tidak boleh dilupakan mengenai keteladanan seperti yang diajarkan oleh Bapak Pendidikan Nasional KH Dewantoro.

Melalui keteladanan sikap dan perilaku diharapkan bisa lebih menjadi perhatian seorang pendidik guna meningkatkan motivasi dan perilaku peserta didik, agar tujuan pendidikan dapat diwujudkan secara ideal dan optimal.

“Solusi dari krisis keteladanan adalah melaksanakan dengan konsisten ajaran KH Dewantoro di dalam keberlangsungan dunia Pendidikan yaitu Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mbagun Karsa, Tut Wuri Handayani (di depan memberi keteladanan, ditengah-tengah memberikan motivasi bertindak luhur, dan dibelakang memberikan dorongan untuk memajukan) dunia Pendidikan Nasional. Selamat Hari Pendidikan Nasional, Majulah Pendidikan Nasional, Sejahterahlah Negeriku.” pungkas Bimo.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

x
x