Home » Headline » FSAB : Di Peringatan Hardiknas 2023, Laksanakan Ajaran KH Dewantara, Solusi Krisis Keteladanan di Dunia Pendidikan Nasional

FSAB : Di Peringatan Hardiknas 2023, Laksanakan Ajaran KH Dewantara, Solusi Krisis Keteladanan di Dunia Pendidikan Nasional

dito 03 Mei 2023 238

NasionalPos.com, Jakarta- Tak bisa dipungkiri saat ini dunia pendidikan di Indonesia sedang dihadapkan pada krisis keteladanan yang mengingkari motto Pendidikan nasional yang didengungkan oleh KH Dewantoro, yakni Ing Ngarso Sung Tuladha Ing Madya Mbangun Karsa, Tut Wuri Handayani, demikian disampaikan Suryo Susilo ketua Forum Silahturahmi Anak Bangsa kepada pers, Selasa, 2 Mei 2023 kemaren  di Jakarta.

“Saat ini terjadi fenomena diduga tenaga pendidik, guru, dosen maupun rektor terlibat kasus perbuatan melawan hukum, ada yang terlibat korupsi, ada yang terlibat asusila dan bahkan ada yang terlibat jual-beli gelar akademik, sungguh ini situasi amat memprihatinkan.”ungkap Suryo Susilo.

Fenomena itu, lanjut Suryo Susilo, tanpa disadari berdampak pada hilangnya kepercayaan peserta didik terhadap para pendidik, dan menimbulkan sikap galau, kondisi tersebut diperparah lagi oleh maraknya kasus dalam dunia pendidikan yang sedang viral, baik di dunia nyata maupun maya, seperti kasus perundungan atau bullying, pelecehan seksual, intimidasi, perbuatan mesum, kekerasan fisik, tindak pidana, dan sebagainya.

Semua itu bukti tidak terbantahkan yang menggambarkan kondisi pendidikan Indonesia yang justru mengalami kemuduran dari arah yang seharusnya sesuai dengan tujuan negara yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Ternyata kemajuan dari segi fisik bukanlah segalanya, lengkapnya fasilitas pendidikan dan megahnya bangunan sekolah/kampus bukan faktor pendukung utama terwujudnya tujuan Pendidikan.

“Fokus utama pendidikan harus dikembalikan ke asalnya yaitu peningkatan mutu sumber daya pendidik dan tenaga pendidik agar mampu mendidik peserta didik baik dari aspek pola fikir maupun pola sikap (termasuk budi pekerti), serta keteladanan pendidik sebagai metode dalam mempersiapkan dan membentuk karakter peserta didik, baik moral, spiritual maupun sosial yang baik.” tukas Suryo Susilo.

Baca Juga :  DPR Bilang Tak Akan Proses Wacana Penundaan Pemilu dan Presiden 3 Periode

Hal senada juga disampaikan Bimo anggota FSAB Muda, saat dihubungi wartawan, dihari yang sama di tempat terpisah, ia mengatakan pendidikan selalu menjadi tonggak utama dalam membentuk karakter generasi muda serta mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan mereka. Akan tetapi, yang perlu kita ingat bahwa pendidikan itu tidak hanya sekedar berkisar pada pendidikan formal saja, seperti sekolah, universitas, dll. Pendidikan juga harus melibatkan keluarga dan lingkungan.

“Nah terkait dengan fenomena krisis keteladanan yang disinyalir melanda generasi milineal, saya kira tidak perlu mata pelajaran khusus tentang keteladanan tokoh bangsa, karena sudah ada mata pelajaran sejarah yang seharusnya sudah mengajarkan hal tersebut.” ucap Bimo.

Menurut Bimo, justru Peran keluarga dan lingkungan dalam hal pendidikan generasi muda semakin menjadi vital di era digital ini, di mana anak muda bisa mengakses berbagai konten, baik yang positif maupun yang negatif, dengan sangat mudah. Keluarga dan juga tenaga pendidik memiliki peran yang vital serta tanggung jawab yang besar untuk tetap mengawasi dan memberikan pemahaman yang positif mengenai hal-hal yang diakses oleh anak setiap harinya.

Bimo juga mengingatkan Pendidikan, baik dasar, menengah maupun tinggi, adalah kunci di era modern ini. Semakin berkembangnya teknologi, pendidikan akan semakin berperan penting dalam menentukan masa depan seseorang, sementara itu, tren kapitalisasi pendidikan tentunya dapat meningkatkan resiko ketidakadilan di masyarakat, khususnya di perguruan tinggi. Seperti yang tertulis dalam UUD 1945, salah satu tugas utama Negara Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca Juga :  PPM dan KNPI Siap Bersinergi Majukan Peran Pemuda-Pemudi Indonesia Menuju Indonesia Emas

“Sudah saatnya bagi pemerintah untuk membuat pendidikan tinggi di Indonesia menjadi lebih terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, maka pemerintah dapat membantu membuka pintu mobilisasi sosial bagi masyarakat dengan memberikan mereka kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.” ucapnya.

Selain itu, lanjut Bimo, melalui memberikan kesempatan Pendidikan seluas-luasnya, maka akan mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia dapat semakin meningkat, namun demikian tidak boleh dilupakan mengenai keteladanan seperti yang diajarkan oleh Bapak Pendidikan Nasional KH Dewantoro.

Melalui keteladanan sikap dan perilaku diharapkan bisa lebih menjadi perhatian seorang pendidik guna meningkatkan motivasi dan perilaku peserta didik, agar tujuan pendidikan dapat diwujudkan secara ideal dan optimal.

“Solusi dari krisis keteladanan adalah melaksanakan dengan konsisten ajaran KH Dewantoro di dalam keberlangsungan dunia Pendidikan yaitu Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mbagun Karsa, Tut Wuri Handayani (di depan memberi keteladanan, ditengah-tengah memberikan motivasi bertindak luhur, dan dibelakang memberikan dorongan untuk memajukan) dunia Pendidikan Nasional. Selamat Hari Pendidikan Nasional, Majulah Pendidikan Nasional, Sejahterahlah Negeriku.” pungkas Bimo.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Wali Kota Serahkan Bantuan Modal Usaha kepada 120 Pelaku UMKM

Andi Ledi Lubuk Linggau

19 Agu 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menyerahkan bantuan modal usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kota Lubuk Linggau, Rabu (19/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, H Rachmat Hidayat menyampaikan bahwa bantuan modal usaha UMKM telah memasuki tahap ketiga. Pada tahap pertama, bantuan disalurkan kepada 40 pelaku usaha, tahap kedua sebanyak 35 pelaku …

MAPPI & Dosen Usakti Desak KPK Tangkap Ainun Naim atas Dugaan Keterlibatan Kasus Google Cloud

dito

19 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sebanyak ratusan orang dari Masyarakat Aliansi Peduli Pendidikan (MAPPI) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 19/8/2026   Mengusung tuntutan agar Mendesak KPK agar segera memanggil Ainun Na’im Sekjen Kemendikbudristek 2019-2021, terkait penyidikan dugaan korupsi pengadaan Google Cloud di Kemendikbudristek di bawah kepemimpinan Nadim Makarim     ” Ya, …

Ical Syamsudin, S,Sos, S.H: 81 Tahun Merdeka, Penegakan Hukum Masih Sebatas Retorika

dito

18 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Di usia 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, penegakan hukum masih menghadapi tantangan ketimpangan antara hukum di atas kertas dan realitas sosial di masyarakat.   Untuk itulah dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045 mendatang, di perlukan berbagai perbaikan, terutama dalam hal integritas aparat, konsistensi regulasi, dan keadilan substansial menjadi kunci utama mewujudkan negara hukum …

Di HUT ke-81 RI, FSAB Menyerukan Untuk Bersatu dan Berkarya Bagi Kemajuan Bangsa

dito

17 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Pada Tanggal 17 Agustus 2026 menjadi momen bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia. Pada tahun ini, bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.   Sebuah perjalanan panjang yang dipenuhi dengan perjuangan, pengorbanan, serta tekad untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo …

Wali Kota Lubuk Linggau Pimpin Upacara HUT ke-81 RI

Andi Ledi Lubuk Linggau

17 Agu 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat memimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia Tahun 2026, di Lapangan Juara, Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat, diikuti jajaran Pemerintah Kota Lubuk Linggau serta peserta lainnya. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa …

MBG : Jangan Jadi Karpet Merah Korporasi, Petani Banyuwangi Jangan Jadi Penonton

- Banyuwangi

15 Agu 2026

BANYUWANGI, MASIONALPOS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program pemberian makanan, tetapi peluang ekonomi raksasa bagi petani, peternak, pembudidaya ikan dan nelayan Banyuwangi. Namun tanpa kebijakan tegas, peluang tersebut justru berpotensi menjadi karpet merah bagi korporasi dan distributor besar dari luar daerah. Pemkab Banyuwangi jangan sampai hanya menjadi penonton ketika uang program pemerintah …

x
x