Home » Headline » Rayakan Hari Jadi Museum Bahari ke-46, Disbud DKI Gelar Pameran Temporer Art.The.Fact 2.0

Rayakan Hari Jadi Museum Bahari ke-46, Disbud DKI Gelar Pameran Temporer Art.The.Fact 2.0

dito 08 Jul 2023 277
NasionalPos.com, Jakarta- Dalam rangka merayakan Hari Jadi Museum Bahari yang ke-46, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta kembali menggelar pameran temporer Art.The.Fact 2.0 bertema ‘The Stories That Connecting Us’.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana meresmikan kegiatan didampingi oleh para Kepala Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan pimpinan instansi lainnya di Ruang Pameran Temporer lantai 1, Gedung A Museum Bahari, Jakarta Utara.
Iwan mengatakan, pameran Art.The.Fact 2.0: The Stories That Connecting Us ini merupakan lanjutan dari rangkaian kegiatan pameran temporer yang diselenggarakan oleh Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta sejak 2022 dengan memvisualisasikan narasi museum menjadi instalasi media seni rupa.
“Pameran ini gratis dan terbuka untuk umum. Harapannya, pameran ini dapat bermanfaat bagi semua dan mampu membangun kesadaran generasi muda terhadap budaya, termotivasi nalar sejarahnya lewat peninggalan lama, dan terbangun rasa cintanya terhadap kekayaan sejarah bangsa,” ujar Iwan di Jakarta, Sabtu 8/7/2023.
Lebih lanjut, Iwan mengatakan, pameran ini berupaya menampilkan perkembangan dan pengaruh penyebaran kebudayaan Austronesia bagi masyarakat Indonesia, serta kaitannya dengan bangsa atau negara lain di sekitarnya. Seperti Asia Tenggara dan Australia yang terdapat beberapa persamaan kebudayaan seperti benda-benda peninggalan arkeologi, teknologi perahu, bahasa, arsitektur, fesyen, seni kreatif, flora dan fauna.
“Penting bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk dapat lebih memahami identitas dirinya dan mewariskan pemahaman tentang bagaimana negara ini terbentuk menjadi suatu bangsa yang kuat dan tangguh dengan beragam kebudayaan yang melekat di dalamnya. Semoga Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta dapat terus menyajikan sarana informasi dan edukasi yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat di Jakarta,” imbuh Iwan.
Dalam pelaksanaannya, Museum Bahari menggandeng beberapa seniman kreatif yang berasal dari dalam dan luar negeri untuk memberikan warna lain pada pameran yang disajikan. Selain itu, rangkaian kegiatan pameran juga diisi dengan beberapa kegiatan diskusi dengan menghadirkan berbagai narasumber yang merupakan pakar di bidangnya dalam merespons pameran.
Pameran temporer Art.The.Fact 2.0 bertema ‘The Stories That Connecting Us’ ini dikuratori oleh arkeolog Universitas Indonesia Supratikno Rahardjo, arkeolog Universitas Jambi Irsyad Lehitu, dan museolog Universitas Indonesia Hilman Hadoni.
Selain itu, penata artistik dan seniman kreatif yang telah memberikan sentuhannya pada pameran ini yaitu peneliti Digital Kreasi Budaya (Digikara) Burhanuddin Aziz, seniman Taiwan Yipei Lee dan Shih-Kai Chang, seniman Makassar dan Yogya Abdi Karya Am, serta kurator Galeri Nasional Indonesia Alam Wishesa.
Berbagai dukungan dan apresiasi juga diberikan dari beberapa pihak, seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Museum Kota Makassar, Digikara dan Indonesia Hidden Heritage Creative Hub.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

Festival Bandung Angklung 2026 Meriah, Ratusan Seniman dan Komunitas Rayakan Warisan Budaya Nusantara

Suryana Korwil Jabar

06 Jun 2026

Bandung, NasionaĺPos.com – Festival Bandung Angklung 2026 berlangsung meriah di halaman Balai Kota Bandung, Sabtu (5/6/2026). Kegiatan yang menjadi agenda tahunan pelestarian seni budaya angklung ini di padati masyarakat dari berbagai kalangan dan menghadirkan ratusan pemain angklung dari puluhan komunitas di Kota Bandung. Festival tersebut di hadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bandung, …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

x
x