Home » Headline » Diduga Ada Motif Politis Dibalik Pemanggilan Dr Ribka Tjiptaning Proletariati oleh KPK

Diduga Ada Motif Politis Dibalik Pemanggilan Dr Ribka Tjiptaning Proletariati oleh KPK

dito 02 Feb 2024 169

NasionalPos.com, Jakarta- Sudah semestinya suasana menjelang pelaksanaan pilpres 2024 lebih aman, nyaman dan demokratis, akan tetapi situasi menjelang pemungutan suara, Rabu, 14/2/2024 mendatang, nampak semakin mencekam, dan semakin menjadi ancaman serius bagi demokrasi, kebebasan berekspresi, kebebasan berpendapat, kritik, maupun juga menjadi ancaman bagi etika serta moralitas dalam berpolitik.

Fenomena berbagai ancaman tersebut, terindikasi pada upaya kriminalisasi terhadap sosok yang selama ini berpikir kritis, obyektif dan senantiasa menyuarakan penderitaan rakyat akibat kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat, fenomena inipun mendapat respon dari berbagai kalangan masyarakat, salah seorang yang meresponnya adalah Agus Yohanes pengamat sosial politik.

Kepada wartawan yang menghubunginya, ia mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin terhadap fenomena yang berkembang pada situasi menjelang hari pemungutan suara Pemilu serentak 2024, yang mempertontonkan upaya kriminalisasi terhadap siapapun mengkritik kebijakan rezim Jokowi,

ia mencermati setelah Aiman Wicaksono mempersoalkan netralitas Polri di pilpres, langsung saja Aiman diperiksa oleh Mabes Polri, belum lama soal Aiman Wicaksono, Budayawan Butet Kertaradjasa juga di adukan ke Polri, hanya karena membuat sindiran politik ke rezim Jokowi, nah yang terbaru sekarang adalah sosok Prof Dr dr Ribka Tjiptaning Proletariati diperiksa KPK terkait perkara korupsi sistem proteksi TKI di Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) yang terjadi pada 2012.

Baca Juga :  Densus Bawa 16 Senpi Tersangka Teroris Karyawan KAI ke Labfor

“Ini kan sebuah rentetan upaya kriminalisasi rezim Jokowi terhadap mereka yang berani mengkritik kebijakan Rezim Jokowi, kita semua tau dan bisa menilai bahwa Sosok Prof Dr dr Ribka Tjiptaning itu, seorang yang teguh pada pendirian untuk membela wong cilik.”ucap Agus Yohanes kepada pers, Jumat, 2/2/2023 di Jakarta
Menurut Agus Yohanes, pemeriksaan Ribka oleh KPK terkesan terlalu dipaksakan, dan juga terkesan ada pesanan dari pihak tertentu untuk menghentikan langkah berani seorang Ribka Tiptaning.

Sebab, kritik yang dilayangkan Ribka terhadap pengadaan sistem proteksi TKI bagian dari upaya melindungi kepentingan rakyat supaya proyek tersebut tidak dikorupsi, akan tetapi justru sekarang Ribka dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi proyek tersebut,

Padahal saat itu sebagai Ketua Komisi IX memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut, dan bahkan mencegah agar proyek tersebut tidak dikorupsi, tapi kini malah Ribka dipaksa oleh pihak tertentu agar terlibat dalam kasus dengan tersangka Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kemnaker 2011-2015 Reyna Usman dkk.

Baca Juga :  'Mas Bahlil Ganteng' dan Transformasi Politik Golkar

“Dari pengamatan saya, Pemanggilan KPK terhadap Ribka Tjiptaning, terkesan adanya  kejanggalan dari keberadaan dia sebagai sosok yang mencegah terjadinya korupsi di proyek tersebut, tapi justru sekarang diperiksa sebagai saksi, ini aneh sekali.”tukas Agus Yohanes yang juga mantan aktivis Kontras.

Bukan hanya itu, lanjut Agus Yohanes, kejanggalan lain dari pemanggilan Ribka Tjiptaning sebagai saksi oleh KPK, terjadi saat momentum menjelang pemungutan suara pemilu maupun pilpres, patut di duga hal ini terkait dengan Ribka Tjiptaning sebagai kader PDIP pendukung pasalon Ganjar -Mahfud MD yang seringkali melontarkan kritikan keras dan pedas terhadap program dilontarkan oleh pasalon yang dekat dengan penguasa, sehingga di sinyalir untuk merusak citra PDI-P maupun pasalon Ganjar -Mahfud MD, maka terjadilah pemanggilan terhadap Ribka Tjiptaning oleh KPK tersebut.

“ Tentunya publik akan menilai dan bahkan menduga adanya motif maupun modus politis di balik pemanggilan Prof Dr Ribka Tjiptaning Proletariati sebagai saksi oleh KPK pada kasus pengadaan sistem proteksi TKI.”pungkas Agus Yohanes

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Ahli Waris Tegaskan Lahan Bersejarah Jl. Ince Nurdin dan Jejak Aset Lainnya, Sah Miliknya, Berdasarkan Data Eigendom Verponding yang Diakui UUPA

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar   “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …

PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

x
x