Home » Headline » Ketika Meritokrasi Dipertanyakan dalam Pengangkatan Komisaris BUMN

Ketika Meritokrasi Dipertanyakan dalam Pengangkatan Komisaris BUMN

Dhio Justice Law 29 Jun 2026 298

NasionalPos.com, Jakarta – Pengangkatan komisaris pada perusahaan-perusahaan BUMN kembali menjadi sorotan publik setelah muncul nama-nama yang memiliki kedekatan dengan figur publik maupun pejabat negara. Misalnya, pengangkatan Barry Tamin sebagai Komisaris Independen di PT Sarinah yang diketahui merupakan adik ipar dari Raffi Ahmad, serta sorotan terhadap pengangkatan Mufli Budi Ananda, yang dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad, sebagai komisaris di PT Krakatau Posco.

La Ode Arukun, M.H sebagai pengamat demokrasi yang tergabung dalam organisasi PP Pemuda Bulan Bintang melihat fenomena ini memunculkan pertanyaan mendasar “apakah proses pengangkatan komisaris BUMN benar-benar didasarkan pada prinsip meritokrasi, atau justru dipengaruhi oleh kedekatan personal dan jaringan kekuasaan?”

Dalam tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), jabatan komisaris bukan sekadar posisi simbolis. Komisaris memiliki fungsi strategis untuk mengawasi direksi, memastikan perusahaan dikelola secara profesional, serta menjaga kepentingan negara sebagai pemegang saham. Karena itu, proses pengangkatannya semestinya mengutamakan kompetensi, integritas, pengalaman, dan rekam jejak, bukan hubungan keluarga atau kedekatan dengan tokoh tertentu.

Baca Juga :  Netty Aher: Jadi Fenomena Gunung Es, Pemerintah Harus Berani Berantas Kasus TPPO

Persepsi publik menjadi persoalan serius ketika seseorang diangkat ke posisi strategis dan yang lebih dahulu dikenal masyarakat justru hubungan personalnya, bukan kompetensi profesionalnya. Walaupun hubungan keluarga atau kedekatan dengan figur publik tidak otomatis berarti seseorang tidak layak, beban pembuktian menjadi lebih besar. Publik berhak mengetahui alasan objektif mengapa seseorang dipilih dibanding kandidat lain yang mungkin memiliki pengalaman lebih relevan.

Di sinilah pentingnya transparansi. Kementerian BUMN maupun perusahaan negara seharusnya menjelaskan secara terbuka dasar pengangkatan setiap komisaris, termasuk kualifikasi, pengalaman profesional, keahlian yang dibutuhkan perusahaan, serta proses seleksi yang ditempuh. Transparansi bukan hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu masyarakat, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan aset negara.

Apabila proses pengangkatan dilakukan tanpa penjelasan yang memadai, ruang spekulasi akan semakin besar. Publik dapat menilai bahwa jabatan komisaris merupakan bentuk balas jasa politik, kedekatan personal, atau praktik patronase. Persepsi seperti ini berpotensi merusak semangat meritokrasi yang selama ini digaungkan dalam reformasi BUMN.

Baca Juga :  Partai Gerindra Kota Tegal, Gelar Konsolidasi Pemenangan Pilkada 2024

BUMN bukanlah perusahaan milik kelompok tertentu, melainkan perusahaan yang modalnya berasal dari negara dan pada akhirnya dari rakyat. Oleh karena itu, setiap jabatan strategis harus dipertanggungjawabkan kepada publik melalui proses yang profesional, objektif, dan akuntabel.

Pada akhirnya, yang dipersoalkan bukan semata-mata siapa yang diangkat, melainkan bagaimana proses pengangkatannya. Jika pemerintah mampu menunjukkan bahwa setiap komisaris dipilih berdasarkan kompetensi yang terukur dan kebutuhan perusahaan, maka kritik publik akan lebih mudah dijawab. Namun jika proses tersebut tertutup dan minim penjelasan, maka keraguan terhadap komitmen terhadap meritokrasi akan terus mengemuka.

Dalam negara hukum yang demokratis, meritokrasi dan transparansi merupakan fondasi utama tata kelola BUMN yang sehat. Tanpa kedua prinsip tersebut, kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara akan terus terkikis, meskipun pengangkatan itu secara formal berada dalam kewenangan pemegang saham. (*)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

x
x