Home » Headline » Diduga Ada Motif Politis Dibalik Pemanggilan Dr Ribka Tjiptaning Proletariati oleh KPK

Diduga Ada Motif Politis Dibalik Pemanggilan Dr Ribka Tjiptaning Proletariati oleh KPK

dito 02 Feb 2024 103

NasionalPos.com, Jakarta- Sudah semestinya suasana menjelang pelaksanaan pilpres 2024 lebih aman, nyaman dan demokratis, akan tetapi situasi menjelang pemungutan suara, Rabu, 14/2/2024 mendatang, nampak semakin mencekam, dan semakin menjadi ancaman serius bagi demokrasi, kebebasan berekspresi, kebebasan berpendapat, kritik, maupun juga menjadi ancaman bagi etika serta moralitas dalam berpolitik.

Fenomena berbagai ancaman tersebut, terindikasi pada upaya kriminalisasi terhadap sosok yang selama ini berpikir kritis, obyektif dan senantiasa menyuarakan penderitaan rakyat akibat kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat, fenomena inipun mendapat respon dari berbagai kalangan masyarakat, salah seorang yang meresponnya adalah Agus Yohanes pengamat sosial politik.

Kepada wartawan yang menghubunginya, ia mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin terhadap fenomena yang berkembang pada situasi menjelang hari pemungutan suara Pemilu serentak 2024, yang mempertontonkan upaya kriminalisasi terhadap siapapun mengkritik kebijakan rezim Jokowi,

ia mencermati setelah Aiman Wicaksono mempersoalkan netralitas Polri di pilpres, langsung saja Aiman diperiksa oleh Mabes Polri, belum lama soal Aiman Wicaksono, Budayawan Butet Kertaradjasa juga di adukan ke Polri, hanya karena membuat sindiran politik ke rezim Jokowi, nah yang terbaru sekarang adalah sosok Prof Dr dr Ribka Tjiptaning Proletariati diperiksa KPK terkait perkara korupsi sistem proteksi TKI di Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) yang terjadi pada 2012.

Baca Juga :  Ketua DPC PDIP Kabupaten Tegal, Berdendang Mengibur Kader Dan Simpatisan

“Ini kan sebuah rentetan upaya kriminalisasi rezim Jokowi terhadap mereka yang berani mengkritik kebijakan Rezim Jokowi, kita semua tau dan bisa menilai bahwa Sosok Prof Dr dr Ribka Tjiptaning itu, seorang yang teguh pada pendirian untuk membela wong cilik.”ucap Agus Yohanes kepada pers, Jumat, 2/2/2023 di Jakarta
Menurut Agus Yohanes, pemeriksaan Ribka oleh KPK terkesan terlalu dipaksakan, dan juga terkesan ada pesanan dari pihak tertentu untuk menghentikan langkah berani seorang Ribka Tiptaning.

Sebab, kritik yang dilayangkan Ribka terhadap pengadaan sistem proteksi TKI bagian dari upaya melindungi kepentingan rakyat supaya proyek tersebut tidak dikorupsi, akan tetapi justru sekarang Ribka dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi proyek tersebut,

Padahal saat itu sebagai Ketua Komisi IX memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut, dan bahkan mencegah agar proyek tersebut tidak dikorupsi, tapi kini malah Ribka dipaksa oleh pihak tertentu agar terlibat dalam kasus dengan tersangka Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kemnaker 2011-2015 Reyna Usman dkk.

Baca Juga :  Warga Siap Kawal Seleksi calon Sekdaprov DKI Jakarta

“Dari pengamatan saya, Pemanggilan KPK terhadap Ribka Tjiptaning, terkesan adanya  kejanggalan dari keberadaan dia sebagai sosok yang mencegah terjadinya korupsi di proyek tersebut, tapi justru sekarang diperiksa sebagai saksi, ini aneh sekali.”tukas Agus Yohanes yang juga mantan aktivis Kontras.

Bukan hanya itu, lanjut Agus Yohanes, kejanggalan lain dari pemanggilan Ribka Tjiptaning sebagai saksi oleh KPK, terjadi saat momentum menjelang pemungutan suara pemilu maupun pilpres, patut di duga hal ini terkait dengan Ribka Tjiptaning sebagai kader PDIP pendukung pasalon Ganjar -Mahfud MD yang seringkali melontarkan kritikan keras dan pedas terhadap program dilontarkan oleh pasalon yang dekat dengan penguasa, sehingga di sinyalir untuk merusak citra PDI-P maupun pasalon Ganjar -Mahfud MD, maka terjadilah pemanggilan terhadap Ribka Tjiptaning oleh KPK tersebut.

“ Tentunya publik akan menilai dan bahkan menduga adanya motif maupun modus politis di balik pemanggilan Prof Dr Ribka Tjiptaning Proletariati sebagai saksi oleh KPK pada kasus pengadaan sistem proteksi TKI.”pungkas Agus Yohanes

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Muscab PKB Kota Bandung 2026 Lancar, Target 10 Kursi DPRD 2029

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung yang di gelar pada Minggu (12/4/2026) berlangsung mulus tanpa gejolak. Forum konsolidasi internal partai ini tak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memunculkan arah baru PKB Kota Bandung menghadapi kontestasi politik 2029. Ketua DPC PKB Kota Bandung, Erwin, menegaskan seluruh rangkaian Muscab …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Pengamanan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Masjid Izzatul Islam Grand Wisata Libatkan Komunitas Lintas Agama

Hery

21 Mar 2026

Bekasi,NasionalPos — Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Izzatul Islam, kawasan Grand Wisata, berlangsung khidmat dan aman berkat dukungan pengamanan dari komunitas lintas agama yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Kerukunan Umat Beragama Grand Wisata (FPKUB GWS). Sejak pagi hari, ratusan jamaah telah memadati area masjid untuk menunaikan ibadah Sholat Ied. Di …

FK REPNUS Dukung Gerakan Pilah Sampah Jakarta, Dorong Peran Strategis Pasar Jaya dalam Pengolahan Sampah Terpadu

dito

17 Mar 2026

Nasional pos.com, Jakarta- Ketua Umum Forum Kekeluargaan Relawan Pemuda Nusantara (FK REPNUS), Faisal Nasution, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara mendasar. Hal ini merespons ajakan Gubernur DKI Jakarta yang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam gerakan memilah sampah dari sumbernya. Faisal Nasution menegaskan bahwa persoalan sampah …

x
x