Home » Headline » Selama di Proliga 2024, PBVSI Tak Beri Beban ke Jakarta Garuda Jaya

Selama di Proliga 2024, PBVSI Tak Beri Beban ke Jakarta Garuda Jaya

dito 22 Apr 2024 203

NasionalPos.com, Jakarta- Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) Komjen Pol (P) Drs. Imam Sudjarwo tak memberi beban ke klub Jakarta Garuda Jaya selama ikut serta di kompetisi PLN Mobile Proliga 2024.

Klub Jakarta Garuda Jaya merupakan tim yang diproyeksikan untuk ajang Kejuaraan Voli Asia U-20 atau AVC Asian Volleyball Championship U-20 2024 namun diturunkan di Proliga 2024 guna menambah jam terbang pemain dan pengganti pelatihan nasional (pelatnas).

“Di Proliga 2024 yang paling penting mendapatkan pengalaman, maka kita tidak ambil pemain asing dua (sesuai slot), kita ambil pemain asing satu dengan harapan tim kita ini, anak-anak muda itu main terus, kalau perlu nanti hanya sekali-sekali. Pemain asing pun ambil dari Thailand. Nanti yang lebih main banyak adalah yang Garuda Jaya,” kata Ketua Umum PBVSI Imam Sudjarwo saat gelar konferensi pers di Proliga 2024 di Jakarta, Senin, 22/4/2024

Baca Juga :  Pemblokiran Kartu Akses, Cemaskan Warga Rusunami Gading Nias dan Di Duga Melanggar HAM

Nantinya Jakarta Garuda Jaya akan melakukan seleksi pemain menggunakan sistem promosi degradasi. Rencananya tim ini akan digunakan dalam projek jangka panjang untuk menembus Olimpiade 2032 Brisbane.

Menurut Imam Sudjarwo, Garuda Jaya akan menjadi tim yang akan terus didaftarkan di Proliga termasuk di musim 2025 untuk pemberian jam terbang kepada para pemain muda di bawah usia 21 tahun.

Baca Juga :  Sosialisasi P3DN, Diminta Komisi B DPRD DKI Jakarta, Agar Lebih Digalakkan

“Tim ini kita persiapkan untuk pemain di bawah usia 21 tahun. Nanti yang berikutnya tetap kita berikan kesempatan untuk mengasah kemampuan dia dan keterampilannya tetap kita ikutkan di Proliga 2025 dan seterusnya tetap kita ikutkan,” ujar Imam Sudjarwo.

Tim Garuda Jaya ini merupakan program pembinaan PBVSI untuk membentuk pemain profesional mulai dari usia di bawah 17 tahun yang akan ditangani oleh pelatih voli FIVB (Federasi Voli Dunia).

Di Proliga 2024, Garuda Jaya akan menantang juara bertahan Jakarta LavAni pada pertandingan perdana yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Kamis (25/4).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

x
x