Home » Nasional » Pesan Mbah Semar di Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2024 “NARKOBA MEMBUNUHMU”

Pesan Mbah Semar di Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2024 “NARKOBA MEMBUNUHMU”

Eni 25 Jun 2024 156

 

Nasionalpos.com l Banyuwangi – Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di peringati pada tanggal 26 Juni 2024, Selamet Solichin biasa akrab disapa Mbah Semar selaku Pimpinan Umum Media Online Jejakindonesia.id & PatroliNews.co.id ini, menyampaikan pentingnya tentang urgensi pencegahan penyalahgunaan narkotika di masyarakat.
Menurutnya, HANI adalah momentum untuk merefleksikan kondisi masyarakat dan lingkungan, mengingat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika masih marak terjadi.

Menurut Mbah Semar, kondisi masyarakat yang tidak normal dan masih terdampak oleh bujukan serta kebutuhan tertentu sering kali membuat mereka mencari pelarian instan, salah satunya melalui narkotika.

Mbah Semar, mengajak masyarakat Indonesia khususnya Banyuwangi untuk aktif dalam upaya pencegahan dan memerangi Narkoba.
“Jauhi narkoba karena narkoba membunuhmu!”. Narkoba sama sekali tidak memberi keuntungan bagi siapa saja yang menyalahgunakannya, ungkapnya. Selasa, (25/06)

Baca Juga :  SEBUMI KSBSI Desak Jokowi Bersikap Tegas Terhadap Kasus Hukum Romo Paschal, Terkait Mafia PMI

Narkoba bisa merusak sistem kerja otak, bahkan risiko terbesarnya adalah kematian bagi orang yang sudah benar-benar candu.

Selain merusak diri sendiri, menurut Mbah Semar, narkoba juga bisa membuat penggunanya meninggal secara hukum.

“Berbicara normatif sesuai dengan undang-undang, orang yang menggunakan narkoba untuk kepentingannya sendiri dapat dipenjara maksimal empat tahun menurut Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,”

Mbah Semar menjelaskan, kondisi di Banyuwangi menunjukkan bahwa masih ada beberapa warga yang menyalahgunakan narkoba. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus terus digencarkan. “Kita tidak boleh bosan untuk melakukan amar maruf nahi munkar, bersama-sama mengingatkan kebajikan dan melindungi masyarakat dari penyalahgunaan narkoba yang merupakan lingkaran setan,” tambahnya.

Baca Juga :  Polda Jatim Amankan Babysitter, Tersangka Pemberi Obat Keras kepada Balita di Surabaya

Pencegahan narkoba dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

“Peran keluarga penting. Keluarga memberikan edukasi, mengingatkan anggotanya untuk selalu melakukan kegiatan positif, seperti rutin berolahraga atau ikut orgnanisasi di lingkungan setempat, “ujar Mbah Semar

Lanjut Mbah Semar mengatakan, tak sedikit masyarakat yang tergoda oleh anggapan keliru bahwa narkoba dapat menyelesaikan masalah, meningkatkan stamina, atau menyembuhkan rasa sakit. “Padahal, tubuh kita telah diciptakan dengan luar biasa, dan jika sakit, masyarakat dapat berobat di fasilitas kesehatan yang tersedia di setiap daerah, yang seluruhnya telah mumpuni dalam memberikan layanan kesehatan,” tegasnya.

Eni/red.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

dito

02 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta – ASKLIGI (Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan. Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9% …

AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x