Home » Nasional » Pengabdian Bidan di Daerah Pelosok Banyuwangi, Rutin Jemput Bola ke Semua Bumil

Pengabdian Bidan di Daerah Pelosok Banyuwangi, Rutin Jemput Bola ke Semua Bumil

Eni 17 Jul 2024 163

 

Nasionalpos.com l BANYUWANGI – Menjadi bidan di fasilitas kesehatan daerah terluar memiliki tantangan tersendiri, terutama akses yang sulit secara geografis. Mulai kondisi infrastruktur, personel, dan banyak tantangan lainnya mengiringi tugas mereka. Namun kondisi itu bukanlah menjadi sesuatu yang dikeluhkan, melainkan harus dihadapi dengan segala keterbatasan.

Seperti bidan di wilayah terluar Kabupaten Banyuwangi, salah satunya di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, yang punya kisah tersendiri perjalanan mereka dalam melayani warga.

Mereka melakukan pemeriksaan ibu hamil (Bumil), lanjut usia, gizi warga sekaligus promosi kesehatan, dan lainnya. Banyak warga Desa Sarongan yang tinggal di kawasan hutan. Mereka jemput bola dengan kendaraan operasional yang difasilitasi Pemkab Banyuwangi.

“Saya bersama tim, rutin melakukan pemeriksaan keliling ke masyarakat. Mengecek ibu hamil, mengukur status gizi balita, pos lansia, pemeriksaan golongan darah, kesehatan lingkungan, dan promosi kesehatan dijalankan hari itu juga,” tutur Misiyati, seorang bidan di Rumah Bersalin Sarongan, yang jaraknya sekitar 2,5 jam dari pusat kota Banyuwangi.

Misiyati merupakan satu dari enam bidan yang bertugas di Rumah Bersalin Desa Sarongan. Keberadaan Rumah Bersalin yang dioperasikan sejak 2022 oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani ini, menurutnya sangat bermanfaat karena memangkas perjalanan yang sangat panjang dibandingkan menuju Puskesmas Sumberagung yang berjarak 20 kilometer dari Sarongan.

“Rumah bersalin ini sangat bermanfaat bagi petugas maupun warga. Warga menjadi lebih dekat, untuk petugas juga memudahkan karena semua layanan persalinan terpusat jadi satu,” ungkap Misiyati, tentang rumah bersalin yang mendapatkan dukungan dari pemerintah Jepang itu.

Baca Juga :  Hadapi Tahun 2025, GWI Jateng Gelar Rakor Membahas Program Kerja Kedepan

Rumah bersalin ini didirikan untuk memfasilitasi penduduk yang ada di Desa Sarongan dan Kandangan, Kecamatan Pesanggaran. Sarongan merupakan salah satu desa terluar di Banyuwangi yang sebagian besar wilayahnya adalah perkebunan. Penduduk banyak yang tinggal di tengah perkebunan.

Sebagai bidan yang berada di kawasan terluar, membuat Misiyati harus sering melakukan jemput bola dengan terjun ke kawasan penduduk untuk memberi layanan kesehatan. Lama perjalanan dan kondisi geografis membuat para bidan ini harus sering keliling ke tempat-tempat pasien.

“Setiap pekan, bidan pasti turun ke lapangan melakukan pemeriksaan ke warga. Selain layanan Posyandu, mereka juga memberikan layanan stunting, pemeriksaan ibu hamil resiko tinggi, anak kurang gizi, dan lainnya,” terang Misiyati.

Seperti memberikan layanan kesehatan bagi ibu hamil yang sempat melahirkan di depan Rumah Bersalin dan viral beberapa waktu lalu. Menurut Misiyati, ibu tersebut merupakan salah satu pasiennya. Ibu tersebut merupakan salah satu yang berisiko tinggi. Misiyati telah dua kali melakukan visitasi ke rumahnya untuk konseling dan pemeriksaan. Ibu tersebut juga telah melakukan cek darah, USG, dan lainnya.

“Hasil pemeriksaan sebelum melahirkan kondisi ibu dan bayinya baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Penulisan Ulang Sejarah dan Air Mata di Parlemen

Waktu kelahiran bayi diperkirakan awal Agustus. Jadi persalinannya maju, sehingga saat hendak melahirkan posisinya masih berada di rumah. Namun Misiyati bersyukur ibu tersebut selamat, serta kondisi ibu dan anaknya sehat.

Bagi Misiyati keberadaan Rumah Bersalin sangat bermanfaat bagi bidan dan tenaga medis lainnya yang memiliki wilayah kerja di daerah terluar.

“Pelayanan disentralkan ke Rumah Bersalin. Secara fasilitas lebih lengkap. Memiliki ruang rawat inap. Ada kendaraan operasional, ada mobil dan motor,” urainya.

Untuk menunjang pelayanan kesehatan di Rumah Bersalin, Pemkab Banyuwangi telah memberikan ambulan Triton, serta motor KLX untuk digunakan akomodasi para petugas keliling.

Ditambahkan Mustotafidatuz Zuro’ (29) yang juga Bidan di Rumah Bersalin mengatakan, setiap hari selain jam kerja mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB, bidan juga dibagi dalam dua shift jaga, sore dan malam.

“Dibagi dua shift mulai pukul 14.00 hingga 20.00 WIB malam, dan pukul 20.00 hingga 07.00 WIB pagi,” kata Mustotafidatuz yang akrab disapa Fida, bidan yang saat ini sudah diangkat menjadi PPPK itu.

Fida mengakui tenaga kesehatan di Rumah Bersalin melakukan banyak tugas. Selain bertugas di tempat, dia juga melakukan pemeriksaan keliling.

“Ya seringkali sudah jaga sore atau malam, kalau waktunya periksa poskesdes atau waktunya posyandu ya kita langsung berangkat,” ujar Fida.

Redaksi/Tim.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Kontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional

dito

04 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta.   Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional.   Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. …

JDIH Kabupaten Pesisir Selatan Hadirkan Inovasi Layanan Hukum Digital untuk Wujudkan Pemerintahan Transparan

Primadoni,SH

04 Agu 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah terus memperkuat pelayanan informasi hukum kepada masyarakat dengan menghadirkan inovasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH). Layanan berbasis digital ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat, akurat, dan terpercaya terhadap berbagai dokumen hukum resmi tanpa dipungut …

Viviannne Vernetta Wangsa Memukau Panggung Awarding Banyuwangi Ethno Carnival, Suara Emas Generasi Muda Gaungkan Pesona Budaya Blambangan

- Banyuwangi

03 Agu 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM  – Penampilan penyanyi muda berbakat Viviannne Vernetta Wangsa menjadi salah satu sajian paling memikat dalam malam Awarding Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Dengan membawakan lagu legendaris Banyuwangi “Grajagan Banyuwangi”, Viviannne sukses mencuri perhatian para tamu undangan, pegiat seni, pelaku budaya, serta masyarakat yang memadati lokasi acara. Di bawah sorotan lampu panggung, Viviannne tampil …

A.DARWIN R. RANRENG SH,MH : DUA LEMBAGA NEGARA BERSENGKETA ATAS TANAH YANG BUKAN MILIK MEREKA, TAPI TANAH ITU MILIK WARGA NEGARA YANG TIDAK PERNAH MENJUALNYA

dito

02 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Terkait sengketa tanah di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, yang sedang diperebutkan antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan tersebut.   Kepada wartawan yang menghubungi, Minggu, 2 Agustus 2026 di Makassar, Andi Darwin R. Ranreng SH, MH, selaku Kuasa Hukum dari Hj. Magdalena Demunic / …

HUT Ke-75 SMPK Santo Yusup Banyuwangi Berlangsung Spektakuler, Pentas Seni Kolosal “PARAKRAMAH” Teguhkan Karakter, Budaya, dan Semangat Pancasila

- Banyuwangi

02 Agu 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM  – Gemuruh tepuk tangan ribuan penonton memenuhi arena pertunjukan saat SMPK Santo Yusup Banyuwangi sukses menggelar pentas seni kolosal bertajuk PARAKRAMAH (Sukma Sang Ksatria) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75, Sabtu (1/8/2026). Pertunjukan megah yang menjadi puncak rangkaian perayaan tersebut tidak hanya menyuguhkan hiburan berkualitas, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang …

SMAN 3 Painan Juara I Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Tingkat Sumbar, Siap Wakili Provinsi ke Ajang Nasional

Primadoni,SH

01 Agu 2026

PADANG, Nasionalpos.com  – SMAN 3 Painan berhasil meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Tingkat Provinsi Sumatera Barat dan berhak mewakili Sumatera Barat ke tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih setelah tim SMAN 3 Painan mengungguli SMAN 1 Padang dan SMA IT ICBS Payakumbuh pada babak final yang digelar di Hotel Santika Padang, Sumatera …

x
x