Home » Nasional » daerah » Kunjungan Paus Fransiskus Sebagai jembatan Perkuat Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia.

Kunjungan Paus Fransiskus Sebagai jembatan Perkuat Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia.

dito 04 Sep 2024 148

NasionalPos.com, Jakarta- Kedatangan Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus diharapkan  dapat menjadi momentum bagi Indonesia menyuarakan perdamaian dunia, sebab Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, telah lama menjadi contoh dalam merawat harmonisasi kehidupan umat beragama. Dengan kuatnya persatuan dan kesatuan antar umat beragama menjadi modal besar bagi Indonesia menuju kemajuan dan kesejahteraan, demikian disampaikan KH Yusuf Aman, MA Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Daerah Khusus Jakarta kepada nasionalpos.com, Rabu, 4/9/2024 di Jakarta.

“Inilah salah satu yang memperkuat pertahanan dan keamanan nasional, sehingga Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan di kancah nasional”, ucap KH Yusuf Aman, MA

Menurutnya, dengan kunjungan Paus Fransiskus ke jakarta , hubungan baik antar ummat beragama , khusus nya ummat Katolik dan ummat Islam bertambah harmonis, Acara peribadatan berjalan dengan lancar , dan nilai nilai peribadatan ummat lain juga berjalan sebagaimana mestinya, selain itu Kehadiran Paus Fransiskus di tengah masyarakat Indonesia merupakan pengakuan atas keberhasilan bangsa yang besar ini di dalam merawat kebinekaan.

Baca Juga :  Hentikan Polemik Pertemuan ojol dengan Wapres Gibran, Jadi kan Pertemuan tersebut Momentum Desak Pengakuan Negara Terhadap Ojolsecara De'jure

“Sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab besar yang harus terus kita jaga bersama di masa kini dan masa mendatang, tentunya dapat di implementasikan dalam kehidupan masyarakat, terutama di wilayah Jakarta, yang masyarakatnya hetrogen.”tukas KH Yusuf Aman, MA

KH Yusuf Aman juga mengatakan bahwa Dialog antaragama, yang menjadi salah satu tema utama dalam kunjungan Paus Fransiskus, adalah sarana penting untuk membangun pemahaman dan penghormatan antara umat beragama yang berbeda. Terlebih beliau di kenal sebagai tokoh yang kerap menyerukan pentingnya dialog sebagai jalan menuju perdamaian. Dengan berdialog, tidak hanya mengenal satu sama lain secara lebih baik, tetapi juga menemukan titik-titik pemahaman bersama.

Baca Juga :  Satgasus Bentukan Mahfud MD Diragukan Bisa Buka Tabir Konspirasi Kejahatan Keuangan Negara

“Kami juga berharap kunjungan ini dapat menjadi jembatan untuk memperkuat kerukunan dan saling pengertian antar umat beragama di Indonesia, terutama di Jakarta, Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa warga Jakarta adalah contoh nyata dari kehidupan beragama yang harmonis, serta Kerukunan beragama tanpa mengganggu nilai nilai peribadatan umat lain.” pungkas KH Yusuf Aman, MA
 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dinas Perpustakaan Kota Bandung Gelar Gala Final Pemilihan Duta Baca 2026

Suryana Korwil Jabar

30 Apr 2026

Bandung, NasionalPos.com – Dinas Perpustakaan Kota Bandung menggelar Gala Final Pemilihan Duta Baca Kota Bandung 2026 dengan mengusung tema “Peran Strategis Duta Baca dalam Pengembangan Budaya Literasi di Lingkup Keluarga”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balairung Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Kamis (30/04/2026). Acara tersebut di hadiri oleh Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan …

Aktifitas Lapangan Padel Dianggap Mengganggu, Jalan Sutami Mengadu Ke Komisi I

Suryana Korwil Jabar

30 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Komisi I DPRD Kota Bandung menerima dua audiensi dari perwakilan warga, di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kota Bandung, Rabu, 29 April 2026. Penerimaan audiensi itu dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, dan dihadiri Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama, A.Md., Ir. H. Kurnia …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x