Home » Nasional » Lagi-Lagi Cinta Terlarang Sekretaris Desa (Sekdes) Dengan Staf Kantor Desa Gambiran Membuat Heboh Warga

Lagi-Lagi Cinta Terlarang Sekretaris Desa (Sekdes) Dengan Staf Kantor Desa Gambiran Membuat Heboh Warga

Wulandari 01 Nov 2024 128

 

NASIONALPOS.com – Banyuwangi, 1 November 2024 || Desas-desus mengenai cinta terlarang kembali mengguncang Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran. Kali ini, hubungan asmara yang menyita perhatian warga melibatkan Sekretaris Desa (Sekdes) berinisial BR dan staf kantor desa berinisial NL. Kasus ini mencuat ke permukaan pada Senin, 9 September 2024, ketika suami NL, yang berinisial AD, tanpa sengaja memeriksa pesan WhatsApp istrinya dan menemukan komunikasi mencurigakan.

Merasa curiga, AD langsung menanyakan hubungan tersebut kepada NL. Dalam pertemuan yang diadakan di rumah AD, BR juga dipanggil untuk memberikan klarifikasi. Dalam pengakuannya, BR mengakui bahwa mereka telah terlibat hubungan terlarang sebanyak tiga kali. Sebagai bagian dari kesepakatan damai, BR bersedia untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekdes.

Surat pengunduran diri BR kemudian dikirim ke kantor desa, memicu pertanyaan di kalangan warga mengenai alasan di balik langkah tersebut. Meskipun sudah ada pengunduran diri, BR masih tetap melanjutkan tugasnya di kantor desa, sementara NL sudah dipecat. Keanehan ini memicu spekulasi di kalangan masyarakat tentang adanya hal-hal yang tidak beres di balik keputusan tersebut.

Baca Juga :  Serap Aspirasi, Komisi X Upayakan Tenaga Kependidikan Peroleh Afirmasi Rekrutmen CASN Nasional

Seiring berjalannya waktu, situasi semakin memanas. Selama 15 hari setelah pengunduran diri yang diumumkan, BR tetap beraktivitas seperti biasa. Upaya AD untuk menghubungi BR melalui telepon dan pesan WhatsApp tidak membuahkan hasil, karena kontaknya tampaknya telah diblokir. Akhirnya, AD memutuskan untuk mendatangi rumah BR bersama beberapa teman, yang berujung pada perdebatan sengit. Dalam momen tersebut, AD melakukan tindakan kekerasan dengan memukul BR, yang kemudian melaporkan insiden tersebut ke Polsek setempat.

Namun, hingga saat ini, kasus tersebut tampaknya tidak mengalami perkembangan yang berarti. Warga setempat merasa heran mengapa pihak kepolisian tidak menindaklanjuti laporan kekerasan ini. Kejadian ini menimbulkan kecurigaan di kalangan masyarakat, yang mempertanyakan apakah ada transaksi tersembunyi yang mempengaruhi penyelidikan.

Baca Juga :  Meriahnya Harlah PMII ke-64: Seruan Ketua KNPI Kabupaten Bandung untuk Mengucapkan Selamat dan Doa

Masyarakat Desa Gambiran pun mulai bersuara, menuntut agar BR dipecat dari jabatannya sebagai Sekdes. Mereka merasa bahwa tindakan BR sangat tidak pantas dan tidak bisa dicontohkan kepada masyarakat. Warga mengancam akan melakukan aksi demonstrasi jika tuntutan mereka tidak dipenuhi dalam waktu dekat.

Kasus cinta terlarang ini bukan hanya memicu kehebohan di kalangan warga, tetapi juga mencerminkan ketidakpuasan mereka terhadap integritas dan profesionalisme perangkat desa. Warga berharap agar pihak pemerintah setempat mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan masalah ini demi menjaga keharmonisan dan kepercayaan masyarakat.

*Pewarta: Eni*

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

dito

02 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta – ASKLIGI (Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan. Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9% …

AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x