Home » Headline » Driver Ojol Itu Bukan Pekerja Atau Karyawan, Tak Pantas Terima THR Dari Perusahaan Aplikator

Driver Ojol Itu Bukan Pekerja Atau Karyawan, Tak Pantas Terima THR Dari Perusahaan Aplikator

dito 15 Feb 2025 162

NasionalPos.com, Jakarta-  Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta Selatan, Senin (17/2/2025) mendatang. Pihaknya menuntut hak tunjangan hari raya atau THR untuk ojek online (ojol), taksi online, dan kurir, aksi tersebut akan dihadiri sekitar 700 – 1.000 pengemudi transportasi online dan komunitas ojol dari Daerah Khusus Jakarta dan sekitarnya, Adapun informasi yang di peroleh menyebutkan bahwa tuntutan aksi adalah mendesak mendesak pemerintah untuk mewajibkan platform seperti Gojek, Grab, Shopee Food, Lalamove, Maxim, InDrive, Borzo, dan lainnya memberikan THR untuk para driver ojol sebagai mitra perusahaan aplikator tersebut .

Sontak saja, rencana aksi ojol tersebut, memunculkan beragam tanggapan bukan hanya di kalangan driver ojek online, melainkan juga memicu pro-kontra di kalangan masyarakat, tak terkecuali rencana aksi ojol tersebut, mendapatkan tanggapan dari Ela Ketua Perkumpulan Pengguna Jasa Transportasi Digital, kepada wartawan yang menghubunginya, Ela mengatakan bahwa dirinya sangat heran dengan adanya rencana aksi ojol tersebut, pasalnya aksi tersebut terkesan tidak masuk akal dan terkesan pembodohan.

“Ya, saya mencermatinya aksi itu membodohi driver ojol, sebab jelas bahwa driver ojol itu bukan pekerja atau karyawan dari perusahaan aplikator, sehingga sangat tidak mungkin perusahaan aplikator memberikan THR kepada driver ojol sebagai mitranya.”ungkap Ella kepada wartawan, Sabtu, 15 Februari 2025 di Jakarta.

Baca Juga :  Satgas Yonif 126/KC Bantu Berikan Imunisasi Balita Perbatasan

Menurut Ella, jika mencermati terminologi pekerja, maka dapat di katakan pekerja adalah seseorang yang mendapatkan pekerjaan dari perusahaan maupun perseorangan, yang kemudian mendapatkan upah dari pemberi pekerjaan, nah sedangkan para driver online itu bukan pekerja atau buruh, mereka itu para pelaku usaha yang punya modal motor roda dua atau punya mobil, kemudian mereka menjalin kerjasama dengan perusahaan aplikator, Adapun peran perusahaan aplikator melalui penggunaan teknologi mencarikan order penumpang atau order paket  barang atau dokumen atau makanan untuk para driver ojol, sedangkan yang memberikan upah kepada driver ojol itu bukan perusahaan aplikator, melainkan pengguna jasa layanan transportasi digital tersebut, intinya driver ojol itu pelaku usaha penjual jasa layanan transportasi yang menjalin hubungan kemitraan dengan perusahaan aplikator yang berperan sebagai calo atau broker .

“ Jadi janganlah membodohi driver ojol dengan mendesak Pemerintah agar perusahaan aplikator memberikan THR ke driver ojol, lagian perusahaan aplikator bakal menolak karena mereka tidak pernah mempekerjakan driver ojol, dan mereka juga tidak menjadi kan driver ojol sebagai karyawan, selain itu, driver ojol tidak pernah tercatat sebagai karyawan perusahaan aplikator, saya mengatakan ini bukan berarti saya bela perusahaan aplikator, tapi saya menolak pembodohan terhadap driver ojol, saya berharap Menteri dan Wakil Menteri Tenaga Kerja jangan ikut membodohi driver ojol donk, tolak tuntutan mereka yang aksi demonstrasi di kemenaker esok tanggal 17/2/2025 mendatang, karena tuntutan mereka tidak logis” tukas Ella.

Baca Juga :  Baru 100 Hari Kerja, Pj Gubernur DKI Jakarta, Hasilnya Jakarta Banyak Alami Perkembangan

Sementara itu, di hubungi secara terpisah, Yadi seorang driver ojek online, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa rencana aksi demontrasi para driver ojol, pada hari Senin, 17/2/2025 mendatang itu, sangat mubazir dan tidak sesuai kondisi sebenarnya, sebab driver ojol itu bukan karyawannya perusahaan aplikator, ya, tidak pantas ngemis THR ke perusahaan aplikator, dan nyuruh pemerintah agar perusahaan aplikator memberikan THR kepada driver ojol.

“Ya, semestinya Kemenaker harus paham, kami ini bukan pekerja atau karyawan dari perusahaan aplikator, ya, sangat tidak pantas ngemis ke mereka, kami ini dapat upah dari pengguna jasa, pak, bukan dapat upah dari perusahaan aplikator, jangan bodohi dan jangan peralat kami untuk kepentingan pribadi atau golongan, dengan sok bela kepentingan Ojol, saya tolak aksi itu, dan saya sangat berharap kawan-kawan Ojol lainnya jangan ikut aksi tersebut, mubazir, Calo kok di mintai THR, Ya, Nggak Masuk Akal “Tandas Yadi seorang Bapak dengan lima orang anak, tinggal di sekitar Tangerang.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

3 Hektare TNBBS Terbakar, Kapolres Pesisir Barat Turun Langsung: Jangan Main Api, Pembakar Hutan Bakal Diburu!!!

- Banyuwangi

07 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di wilayah Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Sedikitnya ±3 hektare kawasan hutan dilaporkan terdampak, sehingga pengawasan dan pencegahan kebakaran susulan terus diperketat. Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., …

x
x