Home » Headline » Tolak Cawe Cawe Kemenaker Terhadap Ojol, KON Desak Noel mundur sebagai Wamenaker.”

Tolak Cawe Cawe Kemenaker Terhadap Ojol, KON Desak Noel mundur sebagai Wamenaker.”

dito 09 Mei 2025 148

Nasionalpos.com, Jakarta –

Sebanyak ribuan pengemudi ojek online (ojol) menggelar unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, pada Kamis (8/5/2025) kemarin. Mereka melakukan aksi unjuk rasa dengan mengenakan berbagai atribut khas ojol.

 

Mereka menyampaikan berbagai tuntutan yang selama ini meresahkan kalangan ojol di antaranya adalah adanya wacana tentang ojol yang keberadaan status nya bakal di masukkan sebagai pekerja.

 

” Kami bukan pekerja, kami adalah mitra sehingga kami menolak di masukkan sebagai pekerja, yang kami inginkan adalah mitra usaha yang berkeadilan, setara yang saling menguntungkan” ucap salah seorang orator di atas mobil komando.

 

Menurutnya, dengan posisi ojol sebagai mitra aplikator, maka sangat tidak layak jika ojol di posisikan sebagai pekerja dan juga sangat tidak pantas Kemenaker cawe cawe pada urusan Ojol, pasalnya tidak ada relevansinya ojol dengan Kemenaker, apalagi kemudian Kemenaker membuat kebijakan tentang Bantuan Hari Raya untuk ojol.

 

” Kebijakan Bantuan Hari Raya untuk yang di dengung kan oleh Kemenaker justru menciptakan situasi tidak kondusif di kalangan ojol, sehingga boleh di katakan kebijakan tersebut lebih banyak mudharat nya dari manfaatnya ” tegas orator tersebut.

Baca Juga :  Sampah Liar Dari Sumarecon Tangerang Selatan Dibuang ke Sukadiri Malam Hari

 

Sementara situasi di lapangan semakin memanas tatkala massa aksi mendesak agar Noel panggilan akrab Wakil Menteri Kementerian Tenaga Kerja, menemui massa aksi, pasalnya massa aksi menganggap Wamenaker harus bertanggung jawab terhadap berbagai sikap dan ucapan nya yang di duga menciptakan kegaduhan di kalangan ojol.

 

” Hai, Noel tolong temui kami, kami datang baik baik untuk meminta pertanggungjawaban anda sebagai wamenaker yang selama ini bikin resah ojol, ” ucap salah seorang massa peserta aksi.

 

Nampak nya, teriak massa aksi agar Wamenaker terus berlanjut dengan upaya massa untuk mendobrak pintu gerbang masuk gedung kementerian tenaga kerja, tapi upaya itu berhasil di cegah aparat kepolisian yang menjaga nya, setelah terjadi negosiasi yang alot dengan pihak keamanan, maka di sepakati massa aksi meminta menunggu kedatangan Wamenaker.

Namun, pasca waktu yang di sepakati ternyata Noel Wamenaker tak kunjung datang menemui massa aksi, maka massa melakukan aksi pemblokiran jalan Gatot Subroto depan kantor Kementerian Tenaga Kerja sambil terus meneriakkan tuntutan yang salah satu nya mendesak agar Noel di berhentikan sebagai Wakil Menteri Kementerian Tenaga Kerja RI

Baca Juga :  Digitalisasi Dorong Anak Muda Makin Minati Investasi

Sedangkan dalam jumpa pers di depan gedung kementerian tenaga kerja, Andi Kristiyanto Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional di dampingi jajaran pengurus nya, ia mengatakan bahwa aksi unjuk rasa damai yang di lakukan oleh Koalisi Ojol Nasional, juga merupakan bentuk protes kepada elit politik agar tidak menjadikan ojol sebagai komoditas politik maupun komoditas kepentingan apapun, jelas jika ini terus berlanjut akan merugikan bukan hanya kalangan ojol tapi juga untuk kepentingan stabilitas keamanan dan ketertiban.

 

” Seperti yang terjadi sekarang ini, Ojol telah di jadikan barang dagangan oleh elit politik, hasilnya memang menguntungkan pihak tertentu tapi sangat merugikan ojol, ojol jadi terbelah, dan selalu jadi obyek penderita, ini yang kami tolak, ojol jangan menjadi obyek penderita oleh kepentingan elit politik” tandas Andi Kristiyanto Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional.

 

Hingga berakhirnya aksi unjuk rasa yang berlangsung damai dan tertib ini, Wamenaker tidak kunjung menemui massa aksi.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Saat RUU Perampasan Aset Jadi Ancaman Ekosistem Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Mengapa RUU Perampasan Aset tak kunjung disahkan? Jawaban yang paling sering terdengar adalah karena persoalan hukumnya rumit. DPR harus berhati-hati. Ada kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan, perlindungan hak milik, pembuktian terbalik, hingga mekanisme perampasan aset tanpa putusan pidana. Terdengar semua alasan itu masuk akal. Tetapi …

Meneladani Akhlak Rosulullah SAW Sebagai Qudwah Berbangsa dan Bernegara

dito

25 Agu 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia memperingati kelahiran Rasulullah SAW dengan penuh cinta dan penghormatan.     Momen ini dikenal sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW, yang tidak hanya menjadi perayaan sejarah kelahiran manusia agung, tetapi juga momentum untuk merenungi nilai-nilai kehidupan yang beliau ajarkan, demikian di sampaikan oleh Dr KH Yusuf Aman …

Kabinet Gagal, Reshuffle Menjadi Keharusan

Dhio Justice Law

24 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Seiring perjalanan, masalah besar dan sulit diabaikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: semangat perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja kabinetnya. Publik mencatat, Prabowo datang dengan agenda besar  pemberantasan korupsi, kedaulatan ekonomi, efisiensi, penguasaan sumber daya alam, dan keberpihakan kepada rakyat. Namun visi …

Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

Menkumham Di desak Andi Darwin R Rangreng SH MH, Segera Tutup Celah Hukum Pembentukan Organisasi Advokat Lewat Jalur ORMAS

dito

22 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan semakin menjamurnya organisasi advokat baru yang terbentuk di duga adanya celah hukum selama ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk membentuk organisasi advokat melalui jalur pendaftaran Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) berbasis perkumpulan. Maka kepada wartawan, Sabtu, 22/8/2026 di Jakarta, Praktisi hukum Andi Darwin R Rangreng SH MH, ia mengatakan bahwa dirinya …

x
x