Home » Headline » Tolak Cawe Cawe Kemenaker Terhadap Ojol, KON Desak Noel mundur sebagai Wamenaker.”

Tolak Cawe Cawe Kemenaker Terhadap Ojol, KON Desak Noel mundur sebagai Wamenaker.”

dito 09 Mei 2025 126

Nasionalpos.com, Jakarta –

Sebanyak ribuan pengemudi ojek online (ojol) menggelar unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, pada Kamis (8/5/2025) kemarin. Mereka melakukan aksi unjuk rasa dengan mengenakan berbagai atribut khas ojol.

 

Mereka menyampaikan berbagai tuntutan yang selama ini meresahkan kalangan ojol di antaranya adalah adanya wacana tentang ojol yang keberadaan status nya bakal di masukkan sebagai pekerja.

 

” Kami bukan pekerja, kami adalah mitra sehingga kami menolak di masukkan sebagai pekerja, yang kami inginkan adalah mitra usaha yang berkeadilan, setara yang saling menguntungkan” ucap salah seorang orator di atas mobil komando.

 

Menurutnya, dengan posisi ojol sebagai mitra aplikator, maka sangat tidak layak jika ojol di posisikan sebagai pekerja dan juga sangat tidak pantas Kemenaker cawe cawe pada urusan Ojol, pasalnya tidak ada relevansinya ojol dengan Kemenaker, apalagi kemudian Kemenaker membuat kebijakan tentang Bantuan Hari Raya untuk ojol.

 

” Kebijakan Bantuan Hari Raya untuk yang di dengung kan oleh Kemenaker justru menciptakan situasi tidak kondusif di kalangan ojol, sehingga boleh di katakan kebijakan tersebut lebih banyak mudharat nya dari manfaatnya ” tegas orator tersebut.

Baca Juga :  Ketua DPC PDIP Kabupaten Tegal, Berdendang Mengibur Kader Dan Simpatisan

 

Sementara situasi di lapangan semakin memanas tatkala massa aksi mendesak agar Noel panggilan akrab Wakil Menteri Kementerian Tenaga Kerja, menemui massa aksi, pasalnya massa aksi menganggap Wamenaker harus bertanggung jawab terhadap berbagai sikap dan ucapan nya yang di duga menciptakan kegaduhan di kalangan ojol.

 

” Hai, Noel tolong temui kami, kami datang baik baik untuk meminta pertanggungjawaban anda sebagai wamenaker yang selama ini bikin resah ojol, ” ucap salah seorang massa peserta aksi.

 

Nampak nya, teriak massa aksi agar Wamenaker terus berlanjut dengan upaya massa untuk mendobrak pintu gerbang masuk gedung kementerian tenaga kerja, tapi upaya itu berhasil di cegah aparat kepolisian yang menjaga nya, setelah terjadi negosiasi yang alot dengan pihak keamanan, maka di sepakati massa aksi meminta menunggu kedatangan Wamenaker.

Namun, pasca waktu yang di sepakati ternyata Noel Wamenaker tak kunjung datang menemui massa aksi, maka massa melakukan aksi pemblokiran jalan Gatot Subroto depan kantor Kementerian Tenaga Kerja sambil terus meneriakkan tuntutan yang salah satu nya mendesak agar Noel di berhentikan sebagai Wakil Menteri Kementerian Tenaga Kerja RI

Baca Juga :  Ketum PP PPM Patriani Paramita Mulia Tinjau Pos Mudik Lebaran 2025 Di Gadog, Kabupaten Bogor”

Sedangkan dalam jumpa pers di depan gedung kementerian tenaga kerja, Andi Kristiyanto Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional di dampingi jajaran pengurus nya, ia mengatakan bahwa aksi unjuk rasa damai yang di lakukan oleh Koalisi Ojol Nasional, juga merupakan bentuk protes kepada elit politik agar tidak menjadikan ojol sebagai komoditas politik maupun komoditas kepentingan apapun, jelas jika ini terus berlanjut akan merugikan bukan hanya kalangan ojol tapi juga untuk kepentingan stabilitas keamanan dan ketertiban.

 

” Seperti yang terjadi sekarang ini, Ojol telah di jadikan barang dagangan oleh elit politik, hasilnya memang menguntungkan pihak tertentu tapi sangat merugikan ojol, ojol jadi terbelah, dan selalu jadi obyek penderita, ini yang kami tolak, ojol jangan menjadi obyek penderita oleh kepentingan elit politik” tandas Andi Kristiyanto Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional.

 

Hingga berakhirnya aksi unjuk rasa yang berlangsung damai dan tertib ini, Wamenaker tidak kunjung menemui massa aksi.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Hampir Setahun Jalan di Tempat, Laporan Dhofir di Banyuwangi Disorot Publik

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI,  NASIONALPOS.COM – Mandeknya Penegakkan hukum kembali mencuat. Kali ini datang dari penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman melalui media sosial yang dilaporkan oleh Dhofir, pemilik akun TikTok Pasopati Jatim. Hampir satu tahun berjalan, laporan tersebut disebut tak kunjung bergerak signifikan. Dalam keterangannya kepada awak media, Dhofir secara blak-blakan menilai kinerja penyidik Subdit …

x
x