Home » Headline » Pembentukan Kementerian Kepemudaan itu suatu Kebutuhan Demi Kemajuan Pemuda Indonesia

Pembentukan Kementerian Kepemudaan itu suatu Kebutuhan Demi Kemajuan Pemuda Indonesia

dito 05 Jul 2025 161

NasionalPos.com, Jakarta-

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) secara resmi mengusulkan pemisahan urusan kepemudaan dan olahraga dalam struktur pemerintahan sebagai bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045.

 

Gagasan ini mencuat dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimpurnas) DPP KNPI yang digelar pada 3–6 Juli 2025 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

 

Menanggapi keputusan tersebut,

Alfrisco Sihombing salah seorang pimpinan OKP, kepada wartawan, ia mengatakan sangat mengapresiasi keputusan tersebut, hal ini tentunya di kaitkan dengan tantangan pemuda Indonesia ke depan membutuhkan perhatian khusus dan terfokus,

 

” Ya, saya setuju, kalau masalah kepemudaan tidak bisa terus disatukan dengan sektor olahraga yang memiliki kebutuhan dan dinamika berbeda.” Ucap Alfrisco Sihombing kepada wartawan, Sabtu, 5 Juli 2025 di Palangkaraya Kalimantan Tengah

Baca Juga :  Penyelundupan Ganja Kering Seberat 650gram Kembali Digagalkan Satgas Pamtas Yonif 132/ BS

 

Menurutnya,

saat ini perkembangan peradaban kemanusiaan menuntut adanya peningkatan kualitas SDM, dan tentunya kebutuhan tersebut tidak terlepas dari peran strategis pemuda Indonesia di tengah perkembangan teknologi global yang masif.

 

“Kemajuan ekonomi global semakin canggih. Berbagai produk teknologi dan robotik diluncurkan hampir setiap hari. Karena itu, pemuda harus menguasai bidang-bidang strategis seperti teknologi dan ekonomi, dan masalah tersebut, tidak bisa di campur aduk kan dengan masalah keolahragaan.”Tukas Alfrisco Sihombing

 

Tidak hanya itu, sambung Alfrisco, di karenakan kompleksitas permasalahan kepemudaan, maka tentunya harus di tangani secara serius, fokus, serta komprehensif, tidak bisa di selesaikan secara parsial.

Itulah yang terjadi selama ini, masalah kepemudaan di urus oleh suatu instansi yang terbelah konsentrasi nya, sehingga sering kali masalah kepemudaan terabaikan dan bahkan tidak terurus dengan baik, padahal bidang kepemudaan adalah bidang sangat strategis bagi kemajuan untuk sebuah bangsa dan negara.

Baca Juga :  Kardinal Suharyo: Pelayanan Kasih dan Semangat Cinta Tanah Air

“Saya sangat setuju perlu adanya kementerian kepemudaan, dan ini di dasarkan pada kebutuhan peradaban, serta demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia.” Pungkas Alfrisco Sihombing.

Di sela acara rapimpurnas beberapa usulan nama kandidat caketum telah dimunculkan beberapa nama sebagai usulan peserta melalui pandangan umum antara lain nama adalah, Rahayu Saraswati(Wakil Ketua Komisi VII DPR) Rony Bara Pratama( Ketua DPD KNPI DKI Jakarta) Djukfikar Ahmat Tawalla(Wamen BP2MI/Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah) muhammad Akbar(Wakil Ketua MPR) Vasko Ruseimy(Wagub Sumbar)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang ia hadir lewat …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Rochendi Terpilih Ketua KAHMI Rayon Unas Periode 2026-2030

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Rochendi Suryadinata terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Korps Alummni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon Universitas Nasional (Unas) periode 2026-2030 menggantikan Hamka, S.IP, M.si yang menjabat periode 2022-2026. Musyawarah KAHMI Rayon Unas yang digelar di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026) kali ini bertema Merajut Silaturahim, Meneguhkan Kiprah Menyongsong Kepemimpinan Baru …

x
x