Home » Headline »

Dhio Justice Law 03 Agu 2025 249

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)

 NasionalPos.com, Jakarta – Keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada Thomas Trikasi Lembong (Tom Lembong) dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto memunculkan pro kontra di tengah publik. Sebagian public khususnya pegiat anti korupsi dan akademisi menilai keputusan Prabowo itu tak layak diberikan kepada Tom Lembong dan Hasto lantaran  terkait kasus korupsi. Lain halnya, jika terkait kasus politik. Karenanya, keputusan itu dikawatirkan akan membawa preseden buruk terhadap upaya pemberantaaan korupsi yang lantang disuarakan oleh Prabowo sendiri.

Terlepas dari polemik itu, tampaknya keputusan Prabowo itu berdasarkan pertimbangan politik untuk menjaga stabilitas sekaligus pencitraan. Bahkan ada yang menilai, hal itu tak lebih dari bargaining politik semata. Mengingat, posisi Hasto yang masih menduduki Sekjen PDI-P pemilik mayoritas kursi di parlemen dan Tom Lembong bagian dari pendukung  Anies Baswedan, dimana pendukung Anies mayoritas merupakan kelompok atau aktivis Islam. Dengan demikian, Prabowo telah merangkul kelompok nasionalis (PDI-P) dan kelompok Islam untuk menjaga stabilitas pemerintahannya.

Sikap Kompromi Prabowo

Apakah dengan begitu, maka perjalanan rezim Prabowo akan mulus? Jawabannnya, belum tentu. Sikap menjaga keseimbangan dengan tetap merangkul orang-orang yang dinilai mayoritas publik sebagai kelompok benalu di kabinetnya justru akan menjadi bumerang.

Diketahui, di jajaran kabinet Prabowo terdapat sejumlah menteri yang diduga terseret kasus hukum. Sebut saja diantaranya, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi yanr diduga terkait kasus judi online, Menko bidang Pangan Zulkifli Hasan terkait kasus suap alih fungsi hutan di Prop. Riau, Menpora Ario Bimo Nandito Atiotedjo terkait kasus menara BTS, dan Wamen Hukum Edward Omar Syarif Hiariej terkait kasus suap dan gratifikasi.

Baca Juga :  Anis Byarwati: Rasio Pajak Melempem Akibatkan Utang Kian Menumpuk

Ironisnya, Prabowo yang kerap bersuara lantang akan menyeret para koruptor ke meja hijau, bahkan sampai ke Antartika pun akan dikejar para maling uang rakyat itu, nyatanya memberi karpet merah kepada mereka.

Bagaimana mungkin program Asta Cita yang diusung Prabowo bisa berjalan jika sejumlah menterinya dinilai publik tak berintegritas. Rakyat tak akan mau mendengar, mengikuti saran apalagi arahan dari pemimpin yang tak dipercaya.

Kabinet Prabowo Mulai Pecah

Selain diisi sejumlah orang dinilai publik tak berintegritas, kabinet Prabowo juga dipenuhi orang-orang tak memiliki kapasitas dan kapabilitas. Salah satu bukti, saat Presiden harus turun tangan selesaikan sengketa antara Aceh Vs Sumut soal klaim 4 pulau. Konflik yang nyaris berujung konflik antar daerah itu, muncul lantaran 4 pulau milik Aceh diklaim Pemprov Sumut yang didukung Kemendagri, dimana Tito Karnavian sebagai Mendagri.

Begitupun dengan masalah tambang di Kab. Raja Ampat, Papua yang menimbulkan protes warga hingga mengundang perhatian internasional. Presiden harus turun tangan dengan mencabut 4 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah tersebut. Dengan turun tangannya Presiden menunjukkan ketidakmampuan menteri terkait yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Bahkan, kini kabinet Prabowo tampaknya sudah tidak solid lagi. Seperti diungkapkan oleh aktivis senior Syahganda Nainggolan bahwa ternyata hingga hampir setahun ini, di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman tidak ada penyerapan anggaran atau nol serapan anggarannya. Syahganda menyebut informasi itu diperoleh langsung dari Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah.”Saya kemarin ketemu Fahri Hamzah, dua hari lalu di Hotel Grand Melia. Dia (Fahri Hamzah) bilang tidak ada penyerapan anggaran, nol dia bilang di Kementerian Perumahan. Jadi, yang diklaim oleh Kementerian (Perumahan dan Kawasan Permukiman) itu adalah kebohongan publik,” ungkap Syahganda di channel YouTube Forum Keadilan.

Baca Juga :  Luncurkan Mobil Senyum, Polres Tulungagung dan HIPMI Tulungagung Siap Mendukung Program Makan Bergizi Gratis

Syahganda yang dikenal dekat dengan Politisi senior Gerindra Dasco itu menambahkan, pernyataan Fahri itu didengar oleh aktivis lain, diantaranya Bursa Sarnubi dan Hariman Siregar.

 Nah, jika informasi itu benar, maka publik bisa menilai jika saat ini kaibinet Prabowo sudah tak solid bahkan pecah. Fahri Hamzah, Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman membongkar sendiri borok kementeriannya dan itu sekaligus menunjukkan ketidakmampuan Maruarar Sirait sebagai Menteri Perumahan dan Permukiman. Pernyataan Fahri itu juga sama saja membuka borok kabinet Prabowo. Bukan hal mustahil, jika hal yang sama terjadi di kementerian atau lembaga pemerintah lainnya.

 Publik yang selama ini telah bersabar memberi kesempatan kepada Prabowo untuk membenahi kabinetnya dengan membersihkan dari para benalu, tampaknya mulai kehabisan kesabaran. Isu revolusi sosial kini menghantui rezim Prabowo jika tak segera mengambil langkah selamatkan kehidupan bangsa.

Wallahualam bissawab.

(Tulisan ini digali dari beragam sumber) (*)

 

Comments are not available at the moment.

Sorry, the comment form has been disabled on this page/article.
Related post
Era Digital: Mahasiswa Melemah atau Dilemahkan?

Dhio Justice Law

25 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Diirwktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.Com – Mengapa mahasiswa hari ini tidak lagi seganas generasi sebelumnya? Meski demonstrasi masih ada. Kritik masih terdengar. Namun gaungnya tak lagi cukup kuat mengguncang kekuasaan. Lalu muncul kesimpulan sederhana: mahasiswa telah melemah. Padahal persoalannya mungkin lebih dalam. Bisa jadi mahasiswa bukan kehilangan daya, melainkan menghadapi …

Di HUT ke 23, FSAB Serukan Perkuat Soliditas Kebangsaan Dalam Hadapi Badai Krisis Global

dito

25 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada setiap tanggal 25 Mei, seluruh pengurus beserta anggota keluarga besar Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB) memperingati hari lahirnya FSAB, sebuah organisasi yang memiliki missi menyebarkan “Benih” perdamaian ke masing-masing kelompok yang terkait konflik masa lalu, serta menyuarakan mencegah terjadinya konflik di masa kini dan di masa mendatang. Terkait dengan momentum peringatan Hari …

Warga Jombang Keberatan Adanya Perjudian di Hutan Jati Sendang Rejo;Berharap Kaplores Jombang Ambil Sikap

- Banyuwangi

25 Mei 2026

Jombang, Nasionalpos.com – Perjudian sabung ayam di kawasan hutan jati Sendangrejo Jombang belum tersentuh pihak penegak hukum polres Jombang. Masyarakat sekitar sangat keberatan dengan adanya aktivitas perjudian itu. Seperti yang di katakan salah satu warga sekitar sebut saja (Musdi). Kami sangat keberatan adanya perjudian itu mas,karena adanya perjudian itu berbagai daerah kabupaten lain datang ke …

Ketika Parlemen Kehilangan Suara Rakyat

Dhio Justice Law

24 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)    NasionalPos.Com, Jakarta – Sejatinya, parlemen adalah wakil rakyat. Tetapi realitas politik hari ini, parlemen sudah tidak mewakili rakyat, bahkan lebih dekat dengan kekuasaan? Fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran tampak berjalan. Namun daya kritis parlemen semakin melemah. Ketika hampir semua kekuatan politik berada dalam lingkar kekuasaan, …

Kajari Baru Banyuwangi Diuji Bongkar “Lingkaran Aman”, Publik Tagih Keberanian Tanpa Tebang Pilih

- Banyuwangi

22 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pergantian Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi kali ini tidak lagi dipandang sekadar rotasi jabatan rutin birokrasi. Penunjukan Dr. Farid Gunawan sebagai Kajari baru justru memantik perhatian besar publik yang selama ini menunggu keberanian nyata aparat penegak hukum dalam membongkar berbagai persoalan yang dinilai mengendap tanpa kepastian. Di tengah banyaknya sorotan terhadap dugaan penyimpangan …

Forum Komunikasi Ojol Tertindas Gelar Aksi Unras Bertajuk Revisi Perpres 27 Tahun 2026 atau Reformasi

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sekitar Ribuan Driver ojol dari wadah taktis bernama Forum Komunikasi Ojol Tertindas (FORKOT) yang merupakan gabungan berbagai Organisasi, Komunitas dan Paguyuban ojol Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan patung kuda di Jalan Thamrin Jakarta pusat, Kamis, 21/5/2026.   ” Kami dari FORKOT dengan ini menyatakan dengan tegas dan mengapresiasi sikap Pemerintah terhadap …

x
x