Home » Headline »

Dhio Justice Law 03 Agu 2025 279

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)

 NasionalPos.com, Jakarta – Keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada Thomas Trikasi Lembong (Tom Lembong) dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto memunculkan pro kontra di tengah publik. Sebagian public khususnya pegiat anti korupsi dan akademisi menilai keputusan Prabowo itu tak layak diberikan kepada Tom Lembong dan Hasto lantaran  terkait kasus korupsi. Lain halnya, jika terkait kasus politik. Karenanya, keputusan itu dikawatirkan akan membawa preseden buruk terhadap upaya pemberantaaan korupsi yang lantang disuarakan oleh Prabowo sendiri.

Terlepas dari polemik itu, tampaknya keputusan Prabowo itu berdasarkan pertimbangan politik untuk menjaga stabilitas sekaligus pencitraan. Bahkan ada yang menilai, hal itu tak lebih dari bargaining politik semata. Mengingat, posisi Hasto yang masih menduduki Sekjen PDI-P pemilik mayoritas kursi di parlemen dan Tom Lembong bagian dari pendukung  Anies Baswedan, dimana pendukung Anies mayoritas merupakan kelompok atau aktivis Islam. Dengan demikian, Prabowo telah merangkul kelompok nasionalis (PDI-P) dan kelompok Islam untuk menjaga stabilitas pemerintahannya.

Sikap Kompromi Prabowo

Apakah dengan begitu, maka perjalanan rezim Prabowo akan mulus? Jawabannnya, belum tentu. Sikap menjaga keseimbangan dengan tetap merangkul orang-orang yang dinilai mayoritas publik sebagai kelompok benalu di kabinetnya justru akan menjadi bumerang.

Diketahui, di jajaran kabinet Prabowo terdapat sejumlah menteri yang diduga terseret kasus hukum. Sebut saja diantaranya, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi yanr diduga terkait kasus judi online, Menko bidang Pangan Zulkifli Hasan terkait kasus suap alih fungsi hutan di Prop. Riau, Menpora Ario Bimo Nandito Atiotedjo terkait kasus menara BTS, dan Wamen Hukum Edward Omar Syarif Hiariej terkait kasus suap dan gratifikasi.

Baca Juga :  Promosikan ASN Dari Luar Jakarta, Kebijakan Tak Hargai Karir ASN DKI Jakarta

Ironisnya, Prabowo yang kerap bersuara lantang akan menyeret para koruptor ke meja hijau, bahkan sampai ke Antartika pun akan dikejar para maling uang rakyat itu, nyatanya memberi karpet merah kepada mereka.

Bagaimana mungkin program Asta Cita yang diusung Prabowo bisa berjalan jika sejumlah menterinya dinilai publik tak berintegritas. Rakyat tak akan mau mendengar, mengikuti saran apalagi arahan dari pemimpin yang tak dipercaya.

Kabinet Prabowo Mulai Pecah

Selain diisi sejumlah orang dinilai publik tak berintegritas, kabinet Prabowo juga dipenuhi orang-orang tak memiliki kapasitas dan kapabilitas. Salah satu bukti, saat Presiden harus turun tangan selesaikan sengketa antara Aceh Vs Sumut soal klaim 4 pulau. Konflik yang nyaris berujung konflik antar daerah itu, muncul lantaran 4 pulau milik Aceh diklaim Pemprov Sumut yang didukung Kemendagri, dimana Tito Karnavian sebagai Mendagri.

Begitupun dengan masalah tambang di Kab. Raja Ampat, Papua yang menimbulkan protes warga hingga mengundang perhatian internasional. Presiden harus turun tangan dengan mencabut 4 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah tersebut. Dengan turun tangannya Presiden menunjukkan ketidakmampuan menteri terkait yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Bahkan, kini kabinet Prabowo tampaknya sudah tidak solid lagi. Seperti diungkapkan oleh aktivis senior Syahganda Nainggolan bahwa ternyata hingga hampir setahun ini, di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman tidak ada penyerapan anggaran atau nol serapan anggarannya. Syahganda menyebut informasi itu diperoleh langsung dari Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah.”Saya kemarin ketemu Fahri Hamzah, dua hari lalu di Hotel Grand Melia. Dia (Fahri Hamzah) bilang tidak ada penyerapan anggaran, nol dia bilang di Kementerian Perumahan. Jadi, yang diklaim oleh Kementerian (Perumahan dan Kawasan Permukiman) itu adalah kebohongan publik,” ungkap Syahganda di channel YouTube Forum Keadilan.

Baca Juga :  HUT Kemerdekaan RI Ke 78, Mari Jadikan Momentum Kebulatan Tekad Terus Melaju Dalam Karya Untuk Indonesia Maju

Syahganda yang dikenal dekat dengan Politisi senior Gerindra Dasco itu menambahkan, pernyataan Fahri itu didengar oleh aktivis lain, diantaranya Bursa Sarnubi dan Hariman Siregar.

 Nah, jika informasi itu benar, maka publik bisa menilai jika saat ini kaibinet Prabowo sudah tak solid bahkan pecah. Fahri Hamzah, Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman membongkar sendiri borok kementeriannya dan itu sekaligus menunjukkan ketidakmampuan Maruarar Sirait sebagai Menteri Perumahan dan Permukiman. Pernyataan Fahri itu juga sama saja membuka borok kabinet Prabowo. Bukan hal mustahil, jika hal yang sama terjadi di kementerian atau lembaga pemerintah lainnya.

 Publik yang selama ini telah bersabar memberi kesempatan kepada Prabowo untuk membenahi kabinetnya dengan membersihkan dari para benalu, tampaknya mulai kehabisan kesabaran. Isu revolusi sosial kini menghantui rezim Prabowo jika tak segera mengambil langkah selamatkan kehidupan bangsa.

Wallahualam bissawab.

(Tulisan ini digali dari beragam sumber) (*)

 

Comments are not available at the moment.

Sorry, the comment form has been disabled on this page/article.
Related post
Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Dugaan Penggelapan hingga Dokumen Tanah Perusahaan, Empat Laporan di Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

19 Okt 2026

Banyuwangi, Nasionalis.com – Penanganan empat laporan polisi di Polresta Banyuwangi menjadi perhatian tim kuasa hukum yang mendampingi pelapor berinisial DPS dan IBP. Mereka meminta kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang mencakup dugaan tindak pidana terkait urusan keluarga, keuangan, dokumen hak atas tanah perusahaan, hingga penerimaan dana yang dipersoalkan. Sebagai tindak lanjut, tim kuasa hukum menyatakan …

Ahli Waris Tegaskan Lahan Bersejarah Jl. Ince Nurdin dan Jejak Aset Lainnya, Sah Miliknya, Berdasarkan Data Eigendom Verponding yang Diakui UUPA

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar   “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …

PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

x
x