- HeadlineNegara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)
- HeadlineLomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus
- Top NewsKomisi IV DPR RI Terima Audensi Siap Perjuangkan Nasib Pembudidaya Benih Lobster
- HeadlineTragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah
- HeadlineNegara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

KONGRES PDIP: MAKIN JAUH DARI ASPIRASI WONG CILIK
NasionalPos.com, Jakarta-Kongres PDIP kali ini tidak terlalu hingar bingar seperti pelaksanaan Kongres yang lalu-lalu.
Kongres kali ini seng ada kejutan. Karna Kongres hanya sekedar memberi legitimasi pada wajah lama yang sudah uzur. Wajah lama yang itu-itu saja.
Kongres kali ini kalah populer dengan Hasto Kristi yanto ( terpidana kasus suap Harun Masiku ), demikian di sampaikan Silvester Mbete pengamat politik.
“PDIP yang dulu dijuluki sebagai partai Wong Cilik, kini berubah karakter jadi partai elitis yang jauh dari semangat kerakyatan.
Sebagai orang yang dimasa lalu pernah terlibat aktif di Partai Banteng bermoncong putih ini, menyaksikan realitas ini sungguh tragis dan menyedihkan. Ada apa dengan PDIP hari ini ? ” Ucap Silvester Mbete yang juga senior GMNI kepada wartawan, Senin, 4 Agustus 2025 di Jakarta.
Sepertinya, lanjut Silvester Mbete, ada ketakutan yang luar biasa.
Sehingga Kongres yang harusnya berlangsung tahun lalu, tapi diulur/ditambah satu tahun, yang mana keabsahannya formalnya diberikan oleh Menkumham ( Yasona Laoly ) yang nota bene adalah kader PDIP ketika itu.
Selain itu, ia juga menyoroti kongres kali ini sepertinya sepi dari pemberitaan. Di Media sosial yang biasanya gaduh, ternyata perhatian lebih ditujukan pada sosok Hasto Kristi yanto dan Tom Lembong yang mendapatkan hadiah istimewa dari rezim Prabowo Subianto dengan pemberian amnesti dan abolisi yang menjadi perdebatan publik.
“Kok bisa amnesti/abolisi diberikan pada terpidana kasus korupsi/pemberian suap yang yang belum berkekuatan hukum tetap ? Tapi sudahlah… Katanya itu hak prerogatif Presiden.
Padahal kalau kita kilas balik dari para terpidana dimasa lalu yang menerima Abolisi dan Amnesti adalah orang – orang hebat yang masuk penjara bukan karena kasus korupsi tapi kasus besar dimana mereka setia prinsip perjuangannya. “Tukas nya
Menurut Silvester Mbete, Dalam sejarah kalau boleh di sebut kasus Karto Suwirjo ( Pendekar Negara Islam Indonesia ) beliau rela mati demi mempertahan idealismenya, walaupun Bung Karno memberikan sejumlah pengampunan sesuai hak prerogatif nya sebagai Presiden/Kepala Negara,
tapi Karto Suwirjo menolaknya. Dia memilih mati dieksekusi di ujung peluru TNI ketika itu. Itu baru seorang kesatria.
“Kongres kali ini, selain memperpanjang kekuasaan Megawati Soekarnoputri di PDIP, tapi yang paling tragis adalah PDIP secara kelembagaan sudah buang handuk sebelum bertarung dilapangan politik. Istilah ” buang handuk ” biasanya terjadi pada ring tinju atau olah raga bela diri lainnya. ” Ucap nya
Mengapa dirinya katakan ” Buang Handuk “, karena belum apa-apa PDIP sudah mendeklarasikan supaya para anggota Parlemen ( DPR/DPRD Propinsi dan Kabupaten Kota ) untuk mendukung Program Presiden Prabowo Subianto.
Padahal publik mengharapkan PDIP menjadi Partai oposisi diluar Rezim.
Ada apa dengan perubahan sikap yang drastis itu ?
Apakah sebagai bentuk barter politik dengan pembebasan Hasto dari jeratan penjara ? Atau ada hal yang lebih besar ditakutkan oleh Megawati dan PDIP ?
“Sedih melihat sepak terjang PDIP sebagai Partai Pemenang Pemilu , dengan performa yang tidak lagi sebagai Banteng ketaton, tapi menjelma menjadi kambing congekan. ” Tandas Silvester Mbete.
Mulai hari ini, sambungnya, nampak nya kaum Nasionalis Marhaenis untuk tidak perlu berharap banyak pada PDIP,
” Oleh karena sudah waktunya memikirkan pembentukan Partai alternatif untuk menampung aspirasi rakyat marhaen. ” Pungkas Silvester Mbete.
Dhio Justice Law
29 Apr 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …
dito
29 Apr 2026
NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya” Serta …
dito
29 Apr 2026
Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …
Dhio Justice Law
28 Apr 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …
Suryana Korwil Jabar
28 Apr 2026
Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …
Suryana Korwil Jabar
28 Apr 2026
Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …
21 Nov 2024 1.753 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.430 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.311 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.247 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.239 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.199 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.102 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.