Home » Headline » KONGRES PDIP: MAKIN JAUH DARI ASPIRASI WONG CILIK

KONGRES PDIP: MAKIN JAUH DARI ASPIRASI WONG CILIK

dito 04 Agu 2025 412

NasionalPos.com, Jakarta-Kongres PDIP kali ini tidak terlalu hingar bingar seperti pelaksanaan Kongres yang lalu-lalu.

Kongres kali ini seng ada kejutan. Karna Kongres hanya sekedar memberi legitimasi pada wajah lama yang sudah uzur. Wajah lama yang itu-itu saja.

 

Kongres kali ini kalah populer dengan Hasto Kristi yanto ( terpidana kasus suap Harun Masiku ), demikian di sampaikan Silvester Mbete pengamat politik.

“PDIP yang dulu dijuluki sebagai partai Wong Cilik, kini berubah karakter jadi partai elitis yang jauh dari semangat kerakyatan.

Sebagai orang yang dimasa lalu pernah terlibat aktif di Partai Banteng bermoncong putih ini, menyaksikan realitas ini sungguh tragis dan menyedihkan. Ada apa dengan PDIP hari ini ? ” Ucap Silvester Mbete yang juga senior GMNI kepada wartawan, Senin, 4 Agustus 2025 di Jakarta.

Sepertinya, lanjut Silvester Mbete, ada ketakutan yang luar biasa.

Sehingga Kongres yang harusnya berlangsung tahun lalu, tapi diulur/ditambah satu tahun, yang mana keabsahannya formalnya diberikan oleh Menkumham ( Yasona Laoly ) yang nota bene adalah kader PDIP ketika itu.

Selain itu, ia juga menyoroti kongres kali ini sepertinya sepi dari pemberitaan. Di Media sosial yang biasanya gaduh, ternyata perhatian lebih ditujukan pada sosok Hasto Kristi yanto dan Tom Lembong yang mendapatkan hadiah istimewa dari rezim Prabowo Subianto dengan pemberian amnesti dan abolisi yang menjadi perdebatan publik.

Baca Juga :  Soal Pengaduan Terkait Pemilu 2024, Menkopolhukam Mahfud MD Pastikan Pemerintah Bakal Memantaunya

“Kok bisa amnesti/abolisi diberikan pada terpidana kasus korupsi/pemberian suap yang yang belum berkekuatan hukum tetap ? Tapi sudahlah… Katanya itu hak prerogatif Presiden.

Padahal kalau kita kilas balik dari para terpidana dimasa lalu yang menerima Abolisi dan Amnesti adalah orang – orang hebat yang masuk penjara bukan karena kasus korupsi tapi kasus besar dimana mereka setia prinsip perjuangannya. “Tukas nya

Menurut Silvester Mbete, Dalam sejarah kalau boleh di sebut kasus Karto Suwirjo ( Pendekar Negara Islam Indonesia ) beliau rela mati demi mempertahan idealismenya, walaupun Bung Karno memberikan sejumlah pengampunan sesuai hak prerogatif nya sebagai Presiden/Kepala Negara,

 

tapi Karto Suwirjo menolaknya. Dia memilih mati dieksekusi di ujung peluru TNI ketika itu. Itu baru seorang kesatria.

 

“Kongres kali ini, selain memperpanjang kekuasaan Megawati Soekarnoputri di PDIP, tapi yang paling tragis adalah PDIP secara kelembagaan sudah buang handuk sebelum bertarung dilapangan politik. Istilah ” buang handuk ” biasanya terjadi pada ring tinju atau olah raga bela diri lainnya. ” Ucap nya

Baca Juga :  Peristiwa Penembakan Direktur LP3BH Manokwari Di Atensi Komnas HAM

 

 

Mengapa dirinya katakan ” Buang Handuk “, karena belum apa-apa PDIP sudah mendeklarasikan supaya para anggota Parlemen ( DPR/DPRD Propinsi dan Kabupaten Kota ) untuk mendukung Program Presiden Prabowo Subianto.

Padahal publik mengharapkan PDIP menjadi Partai oposisi diluar Rezim.

Ada apa dengan perubahan sikap yang drastis itu ?

Apakah sebagai bentuk barter politik dengan pembebasan Hasto dari jeratan penjara ? Atau ada hal yang lebih besar ditakutkan oleh Megawati dan PDIP ?

 

“Sedih melihat sepak terjang PDIP sebagai Partai Pemenang Pemilu , dengan performa yang tidak lagi sebagai Banteng ketaton, tapi menjelma menjadi kambing congekan. ” Tandas Silvester Mbete.

 

Mulai hari ini, sambungnya, nampak nya kaum Nasionalis Marhaenis untuk tidak perlu berharap banyak pada PDIP,

 

” Oleh karena sudah waktunya memikirkan pembentukan Partai alternatif untuk menampung aspirasi rakyat marhaen. ” Pungkas Silvester Mbete.

 

Comments are not available at the moment.

Sorry, the comment form has been disabled on this page/article.
Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

x
x