Home » Top News » Menggugah Perhatian Mengenai Kesehatan Mata Pada Hari Penglihatan Sedunia

Menggugah Perhatian Mengenai Kesehatan Mata Pada Hari Penglihatan Sedunia

dito 09 Okt 2025 648

Oleh Dr Paulus Januar – Staf Pengajar ARO KIP (Akademi Refraksi Optisi Kartika Indra Persada) Jakarta. 

Indra penglihatan sangat vital bagi kesejahteraan hidup. Namun kenyataan menunjukkan, semakin banyak orang yang menderita gangguan penglihatan, terutama dengan meningkatnya penggunaan layar monitor.

Gangguan penglihatan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sering diabaikan. Gangguan penglihatan dapat mengenai siapa saja, dari usia muda hingga tua, baik laki maupun perempuan.

Gangguan penglihatan berpengaruh buruk bukan saja terhadap kesehatan tubuh, rasa percaya diri, serta kualitas hidup. Namun gangguan penglihatan juga mengurangi produktivitas, kesempatan menempuh pendidikan, serta lebih lanjut dapat meningkatkan kesenjangan sosial.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan di seluruh dunia gangguan penglihatan diderita lebih dari 2,2 miliar orang. Dari mereka yang mengalami gangguan penglihatan sekitar 1 miliar orang sebenarnya dapat dicegah.

Sayangnya saat ini pencegahan gangguan penglihatan belum dijalankan secara meluas. Selain itu juga masih kurangnya sarana perawatan kesehatan mata yang berkualitas dan terjangkau.

Kelainan refraksi, katarak, retinopati diabetika, glaukoma, dan degenerasi makula merupakan gangguan penglihatan yang paling banyak terjadi, dan bila tidak dirawat dapat menimbulkan kebutaan.

Secara global kebutaan dialami sekitar 40 hingga 45 juta orang. Sebenarnya hingga 80% kasus kebutaan tersebut tidak perlu terjadi, bila dilakukan upaya pencegahan dan perawatan gangguan penglihatan.

Baca Juga :  Kasad Tinjau Pembangunan Perumahan Prajurit Batalyon Infanteri Raider 323/Buaya Putih,

Selain faktor biomedis, terdapat pula faktor sosial yang mempengaruhi permasalahan gangguan penglihatan. Faktor sosial yang mempengaruhi permasalahan gangguan penglihatan terutama meliputi kesenjangan sosial, kurangnya prioritas mengenai kesehatan mata, lemahnya jaminan sosial, serta juga dampak dari komersialisasi sektor kesehatan.

HARI PENGLIHATAN SEDUNIA 2025: SAYANGI MATA ANDA

Secara internasional setiap tahun sejak 1998 pada setiap kamis minggu ke dua di bulan oktober oleh WHO ditetapkan sebagai Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day). Tahun ini peringatan tersebut berlangsung pada 9 oktober 2025.

Secara berkesinambungan sejak beberapa tahun lalu tema yang dipilih adalah: Sayangi Mata Anda (love your eyes).

Dengan Hari Penglihatan Sedunia hendak menggugah untuk lebih peduli akan Kesehatan mata dalam rangka mencegah gangguan penglihatan maupun menghindari risiko kebutaan. Dengan demikian masyarakat dapat menikmati kualitas hidup yang baik dengan memiliki penglihatan yang optimal.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan secara nasional menyelenggarakan peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2025. Selain itu dari kalangan profesi kesehatan mata, maupun dari kalangan masyarakat juga menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti seminar, webinar, penyuluhan, perlombaan, serta aksi sosial Kesehatan mata.

Dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia 2025 patut dikemukakan mengenai kegiatan operasi katarak gratis bagi masyarakat yang membutuhkan di Paiton Jawa Timur. Kegiatan tersebut memiliki arti penting mengingat, Jawa Timur merupakan salah satu propinsi dengan tingkat kebutaan tertinggi di Indonesia.

Baca Juga :  Komisi IV DPR RI Terima Audensi Siap Perjuangkan Nasib Pembudidaya Benih Lobster

 

PETA JALAN UPAYA KESEHATAN PENGLIHATAN DI INDONESIA 2025-2030

 

Menurut data mengenai kesehatan mata di Indonesia, pada tahun 2020 terdapat sekitar 8 juta orang menderita gangguan penglihatan, di antaranya 1,6 juta orang mengalami kebutaan. Kemudian Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, disabilitas penglihatan dialami 0,4% penduduk, dan alat bantu penglihatan (kacamata, lensa kontak, lensa tanam) digunakan oleh 11,9% penduduk Indonesia.

Dalam rangka mengatasi permasalahan Kesehatan mata di Indonesia, sejak tahun lalu Kementerian Kesehatan telah menetapkan Peta Jalan Upaya Kesehatan Penglihatan Tahun 2025 – 2030. Peta jalan ini merupakan pengembangan dari Peta Jalan yang sebelumnya pernah ada.

Pengembangan dilakukan sehubungan dengan perubahan target indikator global WHO, transformasi kesehatan di Indonesia, serta perkembangan pelayanan kesehatan mata di Indonesia.

Peta Jalan Upaya Kesehatan Penglihatan Tahun 2025 – 2030 ditetapkan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan mata bagi Masyarakat.

Selain itu cakupan diperluas, terutama pada retinopati diabetika (RD) sebagai masalah prioritas karena prevalensi diabetes yang meningkat dan telah berdampak pada kesehatan mata.

Peta jalan dilaksanakan berdasarkan skrining dan deteksi dini gangguan penglihatan yang dipadukan dengan pelayanan kesehatan primer di tingkat komunitas.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Diduga kuat Terjadi Penyimpangan Dana Desa Tahun Anggaran 2023/2024 di Desa sumber sari kec.sumberharta

Andi Ledi Lubuk Linggau

06 Okt 2026

Nasionalpos.com/Musirawas-Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2023/2024 di Desa sumber sari Kecamatan sumberharta, Kabupaten Musi Rawas, menjadi sorotan. Sejumlah kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa diduga tidak tepat sasaran dan berpotensi terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, terdapat dugaan penyimpangan pada beberapa program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat …

Wakil Wali Kota Buka Bimtek Literasi Informasi

Andi Ledi Lubuk Linggau

06 Okt 2026

NASIONALPOS.COM/LUBUK LINGGAU-Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H Rustam Effendi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Kota Lubuk Linggau Tahun 2026 di Ruang Audio Visual Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lubuk Linggau, Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang digelar 6-8 Oktober 2026 tersebut diikuti pustakawan, guru, dan pegiat literasi. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lubuk Linggau, …

apel pagi bersama di lingkungan Pemkab Musi Rawas, hari ini. Apel pagi ini dihadiri oleh Bupati Musi Rawas H. Ratna Machmud

Andi Ledi Lubuk Linggau

05 Okt 2026

Nasionalpos.com/Musirawas – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menggelar apel pagi bersama di lingkungan Pemkab Musi Rawas, hari ini. Apel pagi ini dihadiri oleh Bupati Musi Rawas H. Ratna Machmud, Wakil Bupati Musi Rawas H. Suprayitno, Sekda Kabupaten Musi Rawas H. Ali Sadikin, Staf Ahli dan Asisten, Kepala OPD, dan jajaran pegawai Pemkab Musi Rawas. Dalam acara …

Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud dan Wakil Bupati H. Suprayitno menghadiri ramah tamah bersama Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru

Andi Ledi Lubuk Linggau

05 Okt 2026

NASIONALPOS.COM/Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud dan Wakil Bupati H. Suprayitno menghadiri ramah tamah bersama Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di Griya Agung, Palembang, pada Minggu (22/03/2026).   Dalam pertemuan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas didampingi oleh Ketua TP PKK Musi Rawas H. Riza Novianto Gustam, Ketua PKK Musi Rawas, Kapolres Musi …

Poros Rawamangun siap Mengawal Tugas Amanah Kapolri Baru, Polri Bersama Rakyat

dito

05 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Keberlanjutan kepemimpinan di Korps Bhayangkara resmi bergulir usai Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026) lalu, menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang telah menjabat sejak 2021. Momen pergantian pucuk pimpinan ini disambut oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk …

Pemkot Lubuk Linggau Sampaikan Klarifikasi Terkait Informasi Warga Meninggal Akibat Kegiatan CFN

Andi Ledi Lubuk Linggau

05 Okt 2026

NASIONALPOS.COM/LUBUK LINGGAU Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuk Linggau melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya korban meninggal dunia di dalam ambulance saat menuju Rumah Sakit (RS) AR Bunda, yang dikaitkan dengan pelaksanaan Car Free Night (CFN), Sabtu (3/10/2026). Klarifikasi tersebut disampaikan Kadis Kominfotiksan, Ervan Affansyah …

x
x