- HeadlineNegara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)
- PolitikDPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung
- PolitikPartai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan
- Top NewsKapolres Sumenep Perbaiki Jembatan Demi Kelancaran Aktivitas Warga
- Top NewsWujud Kepedulian Kapolres Sumenep, Tampung Aspirasi Masyarakat Pada Giat Curhat Kamtibmas

Taubatan Nasuha Usai Tangis Presiden Prabowo
Oleh: Ridwan Umar
(Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)
NasionalPos.com, Jakarta – Bencana dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara menyebabkan jatuhnya ribuan korban jiwa baik yang meninggal maupun luka-luka dan hilangnya harta serta rusaknya infrastruktur dan fasilitas umum.
Pasca bencana, ada pekerjaan berat yang menanti, yakni pemulihan psikologis dari trauma yang dialami dan pemulihan ekonomi para korban selamat. Bencana yang sudah menjadi sorotan dunia itu, telah menghentikan denyut perekonomian sehingga dipastikan berdampak buruk pada stabilitas keuangan di tiga provinsi tersebut.
Bantuan penanganan saat bencana dan pasca bencana dipastikan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Negara harus menyelesaian semua itu ditengah ketidakstabilan ekonomi akibat maraknya korupsi 10 tahun terakhir yang ditandai tingginya angka pengangguran dan kemiskinan hingga memaksa pemerintah harus berhemat, Inilah ujian berat bagi negeri tercinta ditahun awal era kepemimpinan Presiden Prabowo.
Tangis Pemimpin ditengah Bencana
Penderitaan yang menimpa jutaan warga di tiga provinsi tersebut akibat banjir dan longsor, membuat hati terenyuh. Air mata tak terbendung meyaksikan penderitaan dan upaya bertahan hidup saudara-saudara kita melalui tayangan dan pemberitaan di media-media konvensional serta video klip di sosial media.
Betapa tidak, para korban harus kelaparan dan menahan dahaga saat kehilangan keluarga serta harta benda dalam sekejap. Beberapa warga harus berjalan puluhan kilometer untuk mencari keluarganya yang hilang.
Tak sedikit warga terisolasi lantaran akses jalan yang tertutup longsor dan kayu-kayu gelondongan. Tak ada penerangan listrik dan komunikasi putus sehingga harus melewati gelap dan dinginnya malam. Mereka harus berjibaku untuk mempertahankan hidup sambil menahan pedihnya hati kehilangan orang-orang yang dicintai.
Tak tahan menyaksikan penderitaan rakyatnya, Presiden Prabowo akhirnya menangis. Sang Jendral yang akrab disapa 08 itu terlihat tak mampu menahan pilu hingga suara serak dan menahan tangis. Peristiwa itu disaksikan publik saat 08 menutup rapat terbatas dengan sejumlah pejabat teras sipil dan militer di Posko Pusat bencana pada Minggu (7/12/2025) malam di Aceh.
Pemandangan serupa juga disaksikan publik saat Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem berlinangan air mata hingga tak mampu berkata-kata saat diwawancara jurnalis Najwa Shihab.
Tangis kedua sosok pemimpin itu menunjukkan betapa dalam rasa sakit yang dirasakan. Publik mengetahui 08 adalah seorang mantan militer bahkan sempat menjabat Komandan Kopassus dan Pangkostrad sedangkan Gubernur Aceh pun mantan Panglima GAM (Gerakan Aceh Merdeka).
Keduanya pernah berhadap-hadapan bertaruh nyawa di medan tempur yang sama, sehingga tak dipungkiri jika keduanya memiliki mental yang kuat menghadapi situasi berat. Nyatanya, bencana banjir dan longsor yang menelan korban jiwa rakyatnya, tak mampu membendung air matanya. ‘Pertahanan’ keduanya jebol setelah menyaksikan sendiri penderitaan rakyatnya.
Ya, baik Prabowo dan Gubernur Aceh hanya manusia biasa yang memiliki nurani, Saat menyaksikan penderitaan saudaranya, maka air mata pasti tak terbendung.
Meski air mata pemimpin telah tumpah, namun jika para pembantunya abai dan tak ada langkah tegas dan nyata, maka semua jadi sia-sia.
Buruknya Komunikasi Pejabat
Bencana banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut membuat sebagian rakyat negeri ini diluar wilayah bencana tergerak untuk mengulurkan bantuan. Mereka tak hanya bisa menangis, tapi langsung turun ke lokasi bencana sebagai relawan dan membuka donasi.
Rakyat yang empati atas musibah yang menimpa saudara sebangsa pun langsung merespon dengan memberi donasi melalui para relawan. Bagi para donatur, jika tak mampu terjun ke lokasi bencana, maka semoga bantuan dana seberapapun besarnya bisa membantu meringankan beban para korban.
Itulah watak asli rakyat negeri ini yang tak tega jika menyaksikan ada saudaranya yang menderita. Rasa persaudaraan bukan hikayat, tapi nyata melekat pada diri setiap anak negeri.
Ironisnya, langkah mulia yang diawali niat baik itu bukannya diapresiasi justru dinilai negatif dimata pejabat. Anggota DPRRI, Endipat Wijaya dari Fraksi Gerindra menganggap gerakan relawan dengan mengumpulkan donasi bermotif untuk menjatuhkan citra pemerintah. Pernyataan Endipat itu dilontarkan saat Raker bersama Kementerian Komdigi, Senin (8/12/2025). Niat baik rakyat untuk membantu para korban, malah dipolitisasi.
Padahal, publik sudah menyaksikan betapa konyolnya perilaku sejumlah pejabat eksekutif dan legislatif dalam merespon bencana di tiga provinsi tersebut. Seperti Menko Pangan, Zulkifli Hasan yang memanggul beras dan anggota DPR dari Fraksi PAN, Verrel Bramasta yang dinilai publik sebagai pencitraan memuakkan di tengah bencana.
Belum lagi, pernyataan-pernyataan para pembantu Presiden lainnya, seperti Menteri BUMN Bahlil Lahadalia yang menyatakan PLN telah siap 93 persen di Aceh, nyatanya justru sebaliknya.
Komunikasi publik yang buruk para pejabat di tengah bencana ini seolah menjadi pelengkap penderitaan bagi rakyat. Para pejabat tak sadar, jika mereka bukan selebriti yang butuh sensasi dan bukan raja yang tak boleh salah, melainkan pelayan rakyat yang wajib hadir dan berbuat nyata di tengah bencana. Tak ada yang istimewa dengan kehadiran pejabat di tengah bencana, karena mereka digaji dan diberi fasilitas dari uang rakyat, sehingga wajib melayani semua kepentingan rakyat yang merupakan majikannya.
Saatnya Bertaubat dan Tindakan Nyata
Bagi publik, bencana banjir dan longsor tersebut tak lepas dari ulah para perusak lingkungan. Data perusahaan-perusahaan tambang dan perkebunan yang selama ini merampas hak tanah adat dan perusak ekosistem sudah terpampang jelas di mata publik.
Para pengusaha hitam bersama sejumlah pejabat korup berkomplot merusak lingkungan. Hukum dijadikan alat untuk melegalkan perusakan lingkungan.
Allah SWT memberi berkah negeri ini dengan kekayaan alam yang berlimpah untuk dijaga dan dimanfaatkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan untuk memperkaya segelintir orang dengan merusak ekosistem.
Ingat, hutan itu adalah rumah dan tempat tumbuh kembang jutaan tumbuhan dan hewan. Manusia sebagai Khalifah di muka bumi ini memiliki kewajiban untuk menjaganya, bukan merusak dan merampas hak hidup makhluk lain.
Bencana dan longsor ini adalah peringatan keras dari Allah SWT bagi negeri ini untuk segera sadar dan memperbaiki diri atas kerusakan yang sudah terjadi. Jika bencana ini tak dijadikan peringatan dari Allah Yang Maha Kuasa, maka tunggulah kehancurannya.
Untuk itu, para pejabat khususnya yang punya andil dalam merusak lingkungan penyebab bencana banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut agar segera bertaubat. Mohon ampun kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh (Taubatan Nasuha), selanjutnya pemerintah harus mengambil langkah-langkah tegas dan konkrit. Bertobatlah dan benahi negeri sekarang juga atau hancur tak tersisa.
Allah SWT Berfirman:
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya, dan Allah Maha Megetahui lagi Maha Bijaksana” (QS An-Nisa: 17)
Wallahu a’lam bishawab
(Tulisan ini dsari dari beragam sumber)
Dhio Justice Law
28 Apr 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …
Suryana Korwil Jabar
28 Apr 2026
Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …
Suryana Korwil Jabar
28 Apr 2026
Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …
Dhio Justice Law
26 Apr 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI) NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …
- Banyuwangi
25 Apr 2026
Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …
Suryana Korwil Jabar
25 Apr 2026
Bandung, 25 April 2026, ARMEDIA.NEWS – Momen yang dinanti-nantikan akhirnya tiba! Perumahan Parahyangan Garden City yang berlokasi di Jl. Nanjung, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mengadakan acara serah terima kunci rumah bagi para pembeli unit huniannya. Acara ini menjadi bukti komitmen pengembang dalam menyelesaikan proyek lebih cepat dari waktu yang dijanjikan dan memberikan hunian …
21 Nov 2024 1.746 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.427 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.309 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.242 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.236 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.196 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.099 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.