Home » Nasional » Panggilan hati seorang calon kepala desa cikampek selatan nomer urut 3. Thomas Agustin Ateng (tomy)

Panggilan hati seorang calon kepala desa cikampek selatan nomer urut 3. Thomas Agustin Ateng (tomy)

Ipin Leaa 18 Des 2025 197

MoKARAWANG||nasionalpos.com – Di balik riuh rendah kontestasi politik tingkat desa, terselip sebuah luka yang berubah menjadi bahan bakar perjuangan. Bagi Tomy, calon Kepala Desa Cikampek Selatan.

‎Keputusannya maju bukan sekadar mengejar kursi jabatan, melainkan sebuah upaya penebusan atas martabat tanah kelahirannya yang kerap dilabeli dengan satu kata mengecewakan: Kumuh.
‎​Dari rasa kecewa Menjadi Pengabdian
‎​Seringkali, perubahan besar tidak dimulai dari ruang rapat yang dingin, melainkan dari dorongan hati yang terusik.

‎Tomy mengakui, motivasi utamanya berakar dari rasa “kecewa” saat mendengar desanya dikategorikan sebagai wilayah yang tidak tertata.

‎​”Motivasi saya karena ada dorongan hati untuk mengabdi. Saya merasa kecewa dengan ucapan bahwa Cikampek Selatan itu kumuh” ujarnya dengan nada yang tenang namun tegas.

‎​Label kumuh ini memang tidak menyapu rata seluruh enam dusun yang ada, namun titik-titik tertentu yang terbengkalai telah membentuk persepsi negatif yang melekat kuat.

‎Bagi seorang pengusaha yang terbiasa dengan efektivitas, ketimpangan infrastruktur dan rendahnya kesadaran lingkungan di desanya adalah tantangan yang harus segera dijawab dengan kerja nyata, bukan sekadar retorika.

‎​Janji Tanpa Bukti, Bukti Melalui Aksi
‎​Di hadapan warga yang antusias, Tomy memilih jalan yang tidak lazim bagi seorang politisi: ia enggan menebar janji manis yang muluk. Baginya, ridho orang tua dan kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang jauh lebih berharga daripada skenario politik yang rumit.

‎​Ia memetakan lima pilar utama yang menjadi prioritasnya jika diberi amanah memimpin Cikampek Selatan:
‎​Sanitasi Total: Membersihkan lingkungan secara kolektif bersama warga.
‎​Pilar Karakter: Meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan.

‎​Digitalisasi Desa: Pemanfaatan sosial media untuk transparansi dan informasi.
‎​Keadilan Infrastruktur: Pemerataan pembangunan yang tidak tebang pilih.
‎​Modal Sosial: Menjunjung tinggi keharmonisan dan semangat gotong royong.

‎​”Saya tidak bisa memberikan bukti apa-apa atau janji apa-apa saat ini. Namun, jika Allah memberikan ridho, saya ingin Cikampek Selatan berkembang menjadi desa yang mandiri dalam segala hal,” tambahnya.

‎​Persoalan Cikampek Selatan adalah potret kecil dari beberapa desa di  kabupaten karawang Masalahnya klasik: pembangunan yang tidak merata dan kesadaran publik yang belum terbangun sempurna.

‎Namun, ketika seorang warga sipil berani menanggalkan kenyamanan dunianya sebagai pengusaha untuk mengurusi lingkungan sekitar seperti saluran air, penumpukan sampah, dan kesejahteraan tetangganya, di situlah harapan mulai tumbuh.

‎​Perjuangan Tomy akan menemui titik ujinya pada tanggal 28 Desember 2025 mendatang. Motifasi karena “kecewa” atas stigma kumuh ini mampu dikonversi menjadi suara perubahan?

‎​Pada akhirnya, jabatan kepala desa bukanlah hadiah, melainkan beban tanggung jawab untuk mengembalikan martabat warga. Karena kemandirian desa tidak dimulai dari instruksi pusat, tapi dari hati pemimpin yang merasa sakit saat desanya dihina.

Baca Juga :  Lapas Jember Ikuti Apel Pagi Perdana dengan Menkumham

 

*Liea(ipin)*

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang ia hadir lewat …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Cherie dan Vivianne Wangsa Harumkan Indonesia, Masuk Tiga Besar Nilai Tertinggi Festival Musik Internasional

- Banyuwangi

31 Mei 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh putri daerah asal Kabupetan Banyuwangi di kancah internasional. Dua bersaudara, Cherie Callista Wangsa dan Vivianne Vernetta Wangsa, sukses mengharumkan nama Bumi Blambangan bahkan Indonesia dalam ajang Champs Universal Music Festival (CUMF) 2026 yang berlangsung di Johor, Malaysia. Tidak sekadar meraih gelar juara di kategori masing-masing, keduanya juga …

x
x