Home » Nasional » MENGUJI ARAH BARU PEMUDA PANCASILA KARAWANG

MENGUJI ARAH BARU PEMUDA PANCASILA KARAWANG

Ipin Leaa 20 Des 2025 160

Karawang||nasionalpos.com – bukan sekadar kota industri dengan deru mesin yang tak pernah mati.

‎Di balik riuh pabrik dan hamparan sawah yang kian terhimpit, ada dinamika sosial yang butuh pengawalan. Sabtu (20/12), di salah satu sudut ruang pertemuan Brits Hotel, sebuah ormas besar sedang berkumpul. Bukan sekadar berkumpul untuk unjuk kekuatan, tapi mengklaim sedang merajut masa depan.

‎​Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Karawang menggelar Rapat Koordinasi.

‎Sebuah agenda yang biasanya kaku dengan formalitas, namun kali ini memikul beban ekspektasi: Akan dibawa ke mana energi besar ini untuk kebermanfaatan rakyat Karawang?
‎​Bukan Sekadar Baris-Berbaris
‎​Kehadiran tokoh-tokoh sentral seperti Ketua MPC Abdul Aziz, SE, hingga punggawa hukum Akhmad Rizal, SH, menunjukkan bahwa ini adalah meja serius.

‎Bahkan, restu dari Sekretaris MPW Jawa Barat, H. Arif Rahman, SH, menegaskan bahwa Karawang adalah titik krusial dalam peta pergerakan Jawa Barat.

‎​Namun, masyarakat seringkali bertanya dengan skeptis: Apa artinya rapat koordinasi bagi perut yang lapar atau bagi keadilan yang kerap terpinggirkan?
‎​Ketua MPC, Abdul Aziz, menjawabnya dengan retorika yang tenang namun tegas.

‎”Rapat koordinasi ini bukan hanya soal menyusun agenda, tapi juga konsolidasi kekuatan untuk menghadapi tantangan sosial dan kebangsaan ke depan,” ujarnya.

‎Pernyataan ini melempar sinyal bahwa Pemuda Pancasila Karawang ingin bertransformasi—dari sekadar organisasi massa menjadi mitra strategis yang solutif.

‎​Menjaga Marwah, Mengawal Daerah
‎​Komitmen yang diikrarkan adalah “menjaga marwah”. Dalam bahasa yang lebih membumi, ini berarti memastikan bahwa seragam loreng oranye tidak lagi identik dengan ketakutan, melainkan menjadi simbol perlindungan.

‎​Ada tiga pilar yang ditekankan dalam pertemuan tersebut:
‎​Soliditas Internal: Membersihkan rumah tangga organisasi agar tetap satu komando.
‎​Sinergi Pemerintah: Menjadi mitra kritis sekaligus pendukung pembangunan daerah.

‎​Akar Rumput: Mendengar aspirasi hingga tingkat basis, bukan hanya instruksi dari atas meja hotel.
‎​Catatan Penutup: Menunggu Bukti di Lapangan
‎​Menulis program kerja tahun 2026 di atas kertas adalah perkara mudah.

‎Namun, menjaga nilai Pancasila di tengah gempuran pragmatisme adalah ujian sesungguhnya. Rakyat Karawang tidak butuh janji manis di ruang berpendingin udara; mereka butuh aksi nyata saat konflik agraria muncul, saat lapangan kerja sulit diakses, atau saat ketidakadilan menimpa warga kecil.

‎​Kita menghargai langkah konsolidasi ini sebagai niat baik. Tapi, sejarah selalu mencatat: Besar kecilnya sebuah organisasi tidak diukur dari seberapa megah rapat koordinasinya, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat saat mereka sedang kesulitan.

‎​Pemuda Pancasila Karawang telah mengetuk palu. Kini, publik menunggu: Apakah sinergi ini akan menjadi pelindung bagi yang lemah, atau sekadar menjadi stempel bagi kekuasaan?
‎​Karena pada akhirnya, Pancasila bukan sekadar hafalan, tapi tindakan.


‎*liea(ipin)*

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

x
x