- daerahPRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026
- HeadlinePPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha
- Top NewsWako Hadiri Lustrum I Unpari
- NasionalJelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU
- Headline‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)
Oleh: Ridwan Umar
(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)
NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik.
Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir.
Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi.
Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi.
Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat mata, namun dengan daya rusak yang sistematis. Ia tidak merobohkan gedung, tetapi menghancurkan fondasi yang jauh lebih vital: kepercayaan. Ketika kepercayaan runtuh, negara tidak perlu diserang—ia akan melemah dari dalam.
Polanya sederhana, tetapi efektif. Fakta dipotong. Konteks digeser. Emosi disuntikkan.
Hasilnya bukan sekadar kesalahan informasi, melainkan konstruksi realitas baru yang terasa benar bagi mereka yang ingin mempercayainya.
Dalam hitungan jam, sebuah peristiwa bisa kehilangan makna aslinya.
Yang semula informasi berubah menjadi provokasi.
Yang semula fakta menjadi bahan bakar mobilisasi.
Dan yang semula perbedaan pendapat menjelma konflik terbuka.
Disinformasi tidak membutuhkan kebenaran untuk bekerja.
Ia hanya membutuhkan kredibilitas semu dan momentum psikologis.
Lebih jauh lagi, ia memanfaatkan kelemahan paling manusiawi: kecenderungan untuk mempercayai apa yang selaras dengan keyakinan sendiri. Di titik ini, disinformasi tidak lagi sekadar alat eksternal, tetapi menjadi bagian dari mekanisme internal masyarakat itu sendiri. Orang tidak hanya menerima informasi yang salah—mereka ikut menyebarkannya dengan keyakinan penuh.
Inilah yang membuat disinformasi jauh lebih berbahaya dibanding propaganda konvensional. Ia tidak terasa sebagai ancaman, karena sering kali datang dalam bentuk yang familiar: unggahan teman, potongan video, atau narasi yang “terasa benar”.
Dalam masyarakat yang terpolarisasi, dampaknya berlipat ganda.
Kebenaran tidak lagi diuji melalui fakta, tetapi melalui afiliasi.
Apa yang benar ditentukan oleh siapa yang berbicara, bukan oleh apa yang disampaikan.
Di titik ini, ruang publik berubah fungsi.
Ia bukan lagi tempat pertukaran gagasan, tetapi arena pertarungan persepsi.
Dan ketika persepsi menjadi medan perang, batas antara kebenaran dan kebohongan menjadi kabur. Negara yang gagal menjaga kejernihan ruang informasi akan menghadapi ancaman yang tidak bisa dihadapi dengan kekuatan militer semata.
Lebih berbahaya lagi, disinformasi menciptakan ilusi partisipasi.
Masyarakat merasa sedang terlibat dalam proses demokrasi, padahal yang terjadi adalah manipulasi opini secara massal. Diskursus publik tampak hidup, tetapi sesungguhnya digerakkan oleh arus yang tidak terlihat.
Di sinilah letak paradoksnya: semakin terbuka sebuah masyarakat, semakin rentan ia terhadap infiltrasi narasi. Keterbukaan tanpa ketahanan informasi hanya akan mempercepat penyebaran distorsi.
Negara yang tidak menganggap disinformasi sebagai ancaman strategis akan selalu tertinggal.
Bukan karena kekurangan sumber daya, tetapi karena salah membaca medan tempur.
Sebab ini bukan lagi soal siapa yang memiliki senjata paling kuat,
melainkan siapa yang mampu mengendalikan makna.
Dan dalam perang seperti ini, waktu menjadi faktor yang menentukan.
Satu narasi yang dibiarkan tanpa koreksi selama beberapa jam bisa berkembang menjadi keyakinan kolektif.
Satu langkah keterlambatan bisa berubah menjadi kehilangan kendali.
Pada akhirnya, disinformasi bukan sekadar masalah komunikasi.
Ia adalah persoalan kedaulatan.
Negara yang kehilangan kendali atas narasi, pada dasarnya telah kehilangan sebagian dari dirinya sendiri. (X)
dito
15 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya. Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …
dito
14 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat. Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …
dito
12 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini, Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …
Dhio Justice Law
12 Jun 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …
Dhio Justice Law
11 Jun 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …
Suryana Korwil Jabar
07 Jun 2026
Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …
21 Nov 2024 1.960 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.556 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.403 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.347 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.317 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.282 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.174 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.