Home » Headline » Koruptor Diringkus, Uangnya Lolos

Koruptor Diringkus, Uangnya Lolos

Dhio Justice Law 04 Mei 2026 8

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)

NasionalPos.com, Jakarta – Penangkapan koruptor kerap dipamerkan sebagai bukti negara bekerja. Namun pertanyaan mendasarnya jarang dituntaskan: ke mana larinya uang hasil kejahatan itu?

Vonis dijatuhkan, pelaku diumumkan, tetapi aliran dana justru lenyap dalam labirin transaksi yang sulit disentuh hukum. Negara tampak menang di permukaan, tetapi kalah pada inti—penguasaan atas uang yang dicuri.

Masalahnya bukan semata penindakan. Melalui Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung), Indonesia telah membuktikan bahwa korupsi bisa dibongkar hingga level elite. Operasi tangkap tangan dan proses peradilan berjalan relatif konsisten. Namun fokus pada pelaku sering tak diimbangi kemampuan melacak dan merebut aset.

Di titik inilah pencucian uang menentukan. Ia bukan sekadar menyembunyikan hasil kejahatan, tetapi strategi agar uang tetap bisa dinikmati tanpa kecurigaan. Polanya berulang: penempatan, pelapisan, dan integrasi—uang dipecah, diputar lewat transaksi yang tampak sah, lalu kembali sebagai “hasil legal”.

Baca Juga :  HUT Kemerdekaan RI Ke 78, Mari Jadikan Momentum Kebulatan Tekad Terus Melaju Dalam Karya Untuk Indonesia Maju

Kasus korupsi e-KTP menunjukkan bagaimana dana publik mengalir ke banyak pihak melalui mekanisme administratif yang terlihat normal. Sementara 1MDB scandal memperlihatkan kompleksitas lintas negara dengan perusahaan cangkang dan jaringan keuangan global. Uang kehilangan identitas; ia berubah menjadi fragmen yang sulit dirangkai kembali.

Persoalan makin pelik karena sistem keuangan modern justru menyediakan ruang: kerahasiaan perbankan, yurisdiksi pajak rendah, hingga penggunaan nominee. Dokumen tampak sah, kontrak rapi, aliran dana punya justifikasi. Yang hilang hanya satu: kaitan antara uang dan kejahatan asalnya.

Membongkar ini menuntut pendekatan berbeda. Aparat tak cukup membuktikan pidana, tetapi harus mengikuti jejak uang hingga ujungnya. Diperlukan intelijen finansial, akses lintas yurisdiksi, dan koordinasi antarlembaga. Tanpa itu, penegakan hukum selalu tertinggal—pelaku tertangkap saat uangnya sudah aman.

Ironisnya, hasil pencucian uang kerap tampil terbuka: properti mewah, investasi besar, gaya hidup elit. Bahkan dana kejahatan pernah mengalir ke industri hiburan, seperti pendanaan film The Wolf of Wall Street. Uang itu tidak hilang—hanya berganti bentuk.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Apresiasi Sinergi Insan Pengayoman Kemenkumham Jabar

Di sinilah negara diuji. Mampukah ia beralih dari reaktif ke sistemik? Financial Action Task Force menekankan transparansi beneficial ownership dan kerja sama lintas negara. Namun implementasi kerap tersendat oleh kepentingan, lemahnya koordinasi, dan keterbatasan kapasitas.

Tanpa pembenahan, penegakan hukum berisiko simbolik. Publik melihat penangkapan, tetapi tak melihat pemulihan. Negara menghukum, tetapi tidak sepenuhnya merebut kembali. Dampaknya bukan hanya kerugian fiskal, melainkan juga erosi kepercayaan.

Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum oleh individu, melainkan kegagalan sistem menutup ruang bagi uang hasil kejahatan. Selama pencucian uang tetap menemukan celah, korupsi akan selalu punya masa depan.

Pertarungan sejati bukan di ruang sidang, melainkan pada kemampuan negara menutup seluruh jalur pelarian uang. Jika tidak, setiap penangkapan hanya menjadi jeda—bukan akhir. (X) 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
POI :” Perpres nomor 27 Tahun 2026, Hanya Pintu Gerbang Pengakuan Negara, Bukan Solusi Strategis Bagi Ojol

dito

04 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmennya untuk menurunkan potongan aplikator transportasi online dari kisaran 20% menjadi di bawah 10%, yakni sekitar 8%, dalam peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2026. Kebijakan ini kemudian dituangkan dalam Perpres Nomor 27 Tahun 2026 sebagai upaya penataan ekosistem ojek online. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Persahabatan Ojek Online Indonesia …

ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

dito

02 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta – ASKLIGI (Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan. Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9% …

AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

x
x