Home » Headline » Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Dhio Justice Law 30 Mei 2026 12

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) 

NasionalPos.com, Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI sulit dibaca semata sebagai langkah teknokratis. Dalam politik, terutama pada lingkar kekuasaan inti, hampir tidak ada penempatan strategis yang benar-benar netral dari kepentingan politik.

Apalagi Dasco bukan hanya pimpinan DPR. Ia juga merupakan elite penting Prabowo Subianto tokoh sentral Partai Gerindra. Posisi ini membuat perannya tidak hanya administratif, tetapi juga politis dan simbolik.

Setidaknya ada beberapa kemungkinan motivasi politik yang dapat dibaca.

Pertama, konsolidasi pengaruh kekuasaan.
Dalam pemerintahan yang bertumpu pada koalisi besar, tokoh yang mampu menjembatani parlemen dan pemerintah memiliki nilai strategis tinggi. Memimpin satgas memberi ruang bagi Dasco untuk memperluas pengaruh lintas institusi: legislatif, birokrasi, pemerintah daerah, hingga distribusi sumber daya negara.

Dalam politik Indonesia, penguasaan jalur koordinasi sering kali sama pentingnya dengan jabatan formal.

Baca Juga :  Warga Siap Kawal Seleksi calon Sekdaprov DKI Jakarta

Kedua, pembangunan citra kepemimpinan nasional.
Bencana selalu menjadi panggung politik yang sensitif sekaligus efektif. Figur yang tampil di tengah krisis sering memperoleh legitimasi publik lebih besar dibanding mereka yang hanya bekerja di ruang parlemen.

Di sini, satgas bukan hanya instrumen kebijakan, tetapi juga instrumen visibilitas politik.

Ketiga, penguatan posisi internal partai dan lingkar kekuasaan.
Sebagai elite inti Gerindra, keterlibatan Dasco dalam agenda strategis negara mempertegas posisinya sebagai salah satu figur paling dipercaya dalam orbit kekuasaan Prabowo. Dalam politik, kedekatan terhadap agenda-agenda penting negara sering kali menjadi ukuran pengaruh riil, bukan sekadar jabatan struktural.

Keempat, kontrol politik terhadap isu bencana dan distribusi kebijakan.
Pemulihan pasca bencana bukan hanya urusan kemanusiaan. Di dalamnya ada anggaran besar, proyek rehabilitasi, relasi dengan pemerintah daerah, hingga pengaruh sosial-politik di wilayah terdampak. Karena itu, mengendalikan satgas berarti juga mengendalikan narasi, koordinasi, dan arah distribusi sumber daya politik.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Hidup di Tangsel, Kedua ABK Tak Dapat Perhatian Khusus dari Pemerintah

Namun di balik semua itu, ada konsekuensi yang lebih besar.

Semakin dalam elite legislatif masuk ke wilayah operasional pemerintah, semakin kabur batas antara pengawas dan pelaksana. Dan ketika elite partai penguasa mulai aktif mengelola langsung agenda-agenda eksekutif, publik akan melihat DPR bukan lagi sebagai institusi kontrol, tetapi sebagai bagian dari pusat konsolidasi kekuasaan.

Di titik itulah pertanyaannya menjadi lebih serius:
apakah satgas ini benar-benar lahir untuk memperkuat tata kelola bencana, atau justru memperkuat tata kelola pengaruh politik?

Karena dalam politik modern, kekuasaan tidak selalu bekerja melalui keputusan besar. Kadang ia bekerja lewat sesuatu yang tampak administratif—tetapi perlahan mengubah keseimbangan antar lembaga negara. Perubahan itu bisa jadi sinyal kuat menuju runtuhnya rezim berkuasa. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pengurus DPD Gebu Minang Jawa Barat Periode 2026–2031 Dikukuhkan, Perkuat Sinergi Rantau dan Ranah

Suryana Korwil Jabar

30 Mei 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) Jawa Barat resmi menggelar acara Pengukuhan Pengurus DPD Gebu Minang Jawa Barat periode 2026–2031 dengan mengusung tema “Sinergi Rantau dan Ranah dalam Menguatkan Ekonomi dan Budaya Minangkabau”, yang berlangsung di Balai Kota Bandung, Sabtu (30/5/2026). Acara pengukuhan berlangsung khidmat dan …

Di duga Sampah sebagai Bancakan Anggaran: Poros Rawamangun Kritik Keras Arah Kebijakan Pemprov DKI

dito

29 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Kritik keras terhadap arah kebijakan pengelolaan sampah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mencuat. Ketua Umum organisasi masyarakat Poros Rawamangun, Rudy Darmawanto, SH kepada wartawan, yang menghubungi nya, ia menilai kebijakan pemilahan sampah yang saat ini digencarkan Pemprov DKI Jakarta belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan pengelolaan sampah di ibu kota. “Kebijakan tersebut berpotensi hanya …

Harapan orang tua Agar Mulyana 40 tahun yang Hilang Cepat Kembali

Admin Redaksi

29 Mei 2026

Garut, JejakKasus45.Com Sebuah keluarga kecil yang sederhana dengan jumlah keluarga lima orang di kampung Galumpit RT 02, RW 25, Kelurahan Marga Wati, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut, Keluarga Bendi(65) dan Iwok(55). diliputi kesedihan yang mendalm, pasalnya Anak Sulung nya Mulyana (40) yang merupakan tulang punggung keluarga, meniggalkan rumah sejak hari Minggu 10 Mai 2026, hingga …

Tulang Punggung Keluarga Mulyana 40 Tahun Pergi Untuk Mencari Rumput Hingga Kini sudah 19 hari masih Belum Kembali.

Admin Redaksi

29 Mei 2026

Sebuah Keluarga Kecil yang sederhana, keluarga Bendi (65) dan Iwok (55) di Kampung Galumpit RT/RW 02/25, Kelurahan  Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selalu berharap Anak sulungnya Mulyana (40), yang merupakan tulang punggung keluarga bisa kembali secepatnya kerumah. Dihari Minggu 10 Mai 2026 Mulyana, seperti biasanya melakukan pekerjaan sehari hari Mencari Rumput, serta membawa alat-alat …

LA Connextion Kupas Ketahanan Ekonomi di Tengah Badai Geopolitik Global

dito

29 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sekelompok masyarakat yang pernah berkuliah di berbagai kampus di Kota Los Angeles dan berbagai kota lainnya di Amerika Serikat, menggelar Talkshow, Rabu 20 Mei 2026 lalu di peringatan hari Kebangkitan Nasional di ruang Jimbaran hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Acara ini di hadiri sebanyak 85 orang peserta Saat ini pada umumnya mereka yang …

PPM – LVRI: Rawat Kebhinekaan dengan Sikap Toleran

dito

28 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Merawat kebhinekaan dengan sikap toleran terhadap keberagaman menjadi suatu keharusan sebagai upaya menjaga keutuhan kedaulatan Bangsa Indonesia.   Kebhinekaan merupakan perilaku saling menghargai dan menghormati perbedaan berbagai ragam suku, ras, agama yang bertujuan untuk dapat saling mengenal baik disisi keyakinan maupun tradisi.   Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kaderisasi dan Keanggotaan (KK) Pimpinan …

x
x