Home » Headline » Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Dhio Justice Law 30 Mei 2026 231

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) 

NasionalPos.com, Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI sulit dibaca semata sebagai langkah teknokratis. Dalam politik, terutama pada lingkar kekuasaan inti, hampir tidak ada penempatan strategis yang benar-benar netral dari kepentingan politik.

Apalagi Dasco bukan hanya pimpinan DPR. Ia juga merupakan elite penting Prabowo Subianto tokoh sentral Partai Gerindra. Posisi ini membuat perannya tidak hanya administratif, tetapi juga politis dan simbolik.

Setidaknya ada beberapa kemungkinan motivasi politik yang dapat dibaca.

Pertama, konsolidasi pengaruh kekuasaan.
Dalam pemerintahan yang bertumpu pada koalisi besar, tokoh yang mampu menjembatani parlemen dan pemerintah memiliki nilai strategis tinggi. Memimpin satgas memberi ruang bagi Dasco untuk memperluas pengaruh lintas institusi: legislatif, birokrasi, pemerintah daerah, hingga distribusi sumber daya negara.

Dalam politik Indonesia, penguasaan jalur koordinasi sering kali sama pentingnya dengan jabatan formal.

Baca Juga :  Ahli Berpendapat Pemuda Disabilitas dalam Kasus Pelecehan Seksual Dapat Ditersangkakan

Kedua, pembangunan citra kepemimpinan nasional.
Bencana selalu menjadi panggung politik yang sensitif sekaligus efektif. Figur yang tampil di tengah krisis sering memperoleh legitimasi publik lebih besar dibanding mereka yang hanya bekerja di ruang parlemen.

Di sini, satgas bukan hanya instrumen kebijakan, tetapi juga instrumen visibilitas politik.

Ketiga, penguatan posisi internal partai dan lingkar kekuasaan.
Sebagai elite inti Gerindra, keterlibatan Dasco dalam agenda strategis negara mempertegas posisinya sebagai salah satu figur paling dipercaya dalam orbit kekuasaan Prabowo. Dalam politik, kedekatan terhadap agenda-agenda penting negara sering kali menjadi ukuran pengaruh riil, bukan sekadar jabatan struktural.

Keempat, kontrol politik terhadap isu bencana dan distribusi kebijakan.
Pemulihan pasca bencana bukan hanya urusan kemanusiaan. Di dalamnya ada anggaran besar, proyek rehabilitasi, relasi dengan pemerintah daerah, hingga pengaruh sosial-politik di wilayah terdampak. Karena itu, mengendalikan satgas berarti juga mengendalikan narasi, koordinasi, dan arah distribusi sumber daya politik.

Baca Juga :  Seragam Operator SPBU 54.694.11 Kalianget Curi Perhatian Publik

Namun di balik semua itu, ada konsekuensi yang lebih besar.

Semakin dalam elite legislatif masuk ke wilayah operasional pemerintah, semakin kabur batas antara pengawas dan pelaksana. Dan ketika elite partai penguasa mulai aktif mengelola langsung agenda-agenda eksekutif, publik akan melihat DPR bukan lagi sebagai institusi kontrol, tetapi sebagai bagian dari pusat konsolidasi kekuasaan.

Di titik itulah pertanyaannya menjadi lebih serius:
apakah satgas ini benar-benar lahir untuk memperkuat tata kelola bencana, atau justru memperkuat tata kelola pengaruh politik?

Karena dalam politik modern, kekuasaan tidak selalu bekerja melalui keputusan besar. Kadang ia bekerja lewat sesuatu yang tampak administratif—tetapi perlahan mengubah keseimbangan antar lembaga negara. Perubahan itu bisa jadi sinyal kuat menuju runtuhnya rezim berkuasa. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

Kadispora Buka Event Tournamen Mobile Legend Bang Bang Silampari Wali Kota Cup

Andi Ledi Lubuk Linggau

16 Okt 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Lubuk Linggau, H Resta Irwan Putra membuka Event Tournamen Mobile Legend Bang Bang (MLBB) Silampari Wali Kota Cup I Tahun 2026 di Cinema Hall Lt.5 Pemkot Kota Lubuk Linggau Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara Kecamatan Lubuk Linggau Barat I, Jum’at(16/10/2026). Kadispora, H Resta Irawan Putra dalam sambutannya …

Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Laporkan Dugaan Pelecehan di Kantor Lurah Pasie Nan Tigo, YM Minta Wali Kota Padang Turun Tangan

Zulwandi

15 Okt 2026

Padang, Nasionalpos. Com — Seorang perempuan berinisial YM, yang berprofesi sebagai YouTuber, affiliate marketer, content creator, dan edupreneur di Sumatera Barat, mengaku mengalami dugaan pelecehan verbal dan penghinaan saat berada di Kantor Lurah Pasie Nan Tigo, Kota Padang, pada 28 Agustus 2026 sekitar pukul 09.45 WIB. YM meminta pemerintah daerah menindaklanjuti pengaduannya secara objektif dan …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

x
x