Home » Nasional » Puluhan Tahun Hidup di Tangsel, Kedua ABK Tak Dapat Perhatian Khusus dari Pemerintah

Puluhan Tahun Hidup di Tangsel, Kedua ABK Tak Dapat Perhatian Khusus dari Pemerintah

Syamsul Bahri 13 Des 2024 62

 

Nasionalpos.com ll TANGERANG SELATAN – Setiap orang tua pasti mendambakan seorang anak yang tumbuh dan berkembang normal. Hanya saja ada anak-anak yang tumbuh berbeda dengan anak pada umumnya karena memiliki keterbatasan atau hambatan. Mereka biasa disebut anak berkebutuhan khusus.

Anak berkebutuhan khusus (ABK) sendiri merupakan anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan, memiliki kondisi medis, kondisi kejiwaan, dan/atau kondisi bawaan tertentu. Mereka membutuhkan perhatian dan penanganan khusus dari Pemerintah supaya bisa mencapai potensinya.

Berbeda dengan dua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang beralamat di Kp. Parigi RT03 dan RW 06 Kelurahan Parigi Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten. Dua anak ABK itu, bernama Umi Kulsum (27thn) dan Eliana Aprilia. (25thn).

Keduanya hidup Puluhan Tahun di Tangerang Selatan, Parahnya lagi Kedua ABK itu tidak memiliki sosok Ibu selama -+ 10 tahun. Mereka hidup bersama sang ayah yang sering mengalami sakit- sakitan.

Dengan hidup yang serba kekurangan, asupan gizi yang baik untuk ABK itu juga tidak dirasakan. Apalagi soal pendidikan, karena tidak ada perhatian dari Pemerintahan, baik Kelurahan, Kecamatan, Pemkot Tangsel maupun Provinsi Banten. Bahkan keberadaan mereka terkesan terabaikan.

Baca Juga :  Patroli Satlantas Lumajang Sasar Daerah Rawan Kecelakaan dan Pelanggaran Lalu Lintas

Menurut Eko Budi S (51thn), sebagai ayah dari Kedua ABK itu saat dikonfirmasi di kediamannya, mengaku sudah 20 tahun hidup bersama keluarga di Tangerang Selatan, selama di Tangsel memiliki dua ABK tidak ada sama sekali sokongan atau perhatian dari Pemkot Tangsel. Apalagi soal pendidikan.

” Kedua anak saya selama 20 tahun, tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah baik Kelurahan maupun pemkot Tangsel, bahkan dirasa seperti tidak dianggap keberadaannya,” kata Eko penuh lirih. Kamis (12/12).

Dengan kondisi usia yang semakin tua, bahkan sering mengalami sakit ketika ingin bekerja. Dirinya mengaku hanya bisa menafkahi anak anaknya dengan serba kekurangan, karena tidak ada penghasilan tetap yang dia dapatkan.

” Kerja ikut – ikut orang, muter gitu, kadang gak kuat apalagi kehujanan, sakitnya minta ampun, tapi kalau gak ikut kerja gimana. Namanya juga rejeki kadang dapat kadang tidak,” tuturnya.

Ditanya soal pendidikan, dia mengaku selama puluhan tahun Kedua anaknya tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintahan. Kalau untuk masalah anaknya terdaftar atau tidak di SKh yang ada di Tangsel dia mengaku tidak tahu.

Baca Juga :  Firli Bahuri Memang Mantul, Digoyang Malah Tangkap Koruptor

” Soal Kedua anak saya terdaftar di SKh atau tidak, saya tidak tahu, yang jelas selama puluhan tahun Kedua anak saya memiliki Keterbatasan khsusus dan tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah,”tandasnya.

Bahkan kata Eko, dirinya dan kedua Anak ABK nya luput dari Dinas Sosial Pemkot Tangsel, karena kata Eko hidup puluhan tahun di Tangsel tidak pernah mendapatkan sokongan bantuan sosial baik PKH (Program Keluarga Harapan) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

” Kami tidak pernah mendapatkan bantuan sosial dari Kementrian Sosial, seperti PKH atau BPNT, entah apa penyebabnya, yang jelas Kami tidak mengerti peraturan pemerintah disini,”tegasnya

Dia juga anaknya yang berusia 25 tahun ini sedang sakit, dan kemarin kata dia harus membawa anaknya ke daerah kebayoran untuk berobat.

” Anak saya yang bungsu lagi sakit kemarin di bawa berobat, meskipun saya juga sakit,” paparnya.

Hingga berita ini di kirim ke Redaksi awak media belum mendapatkan keterangan dari Kelurahan, Kecamatan maupun Pemkot Tangerang Selatan.

Red/tim

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

Serah Terima Kunci Rumah Parahyangan Garden City di Margaasih: Wujudkan Impian Hunian Nyaman dan Strategis

Suryana Korwil Jabar

25 Apr 2026

Bandung, 25 April 2026, ARMEDIA.NEWS – Momen yang dinanti-nantikan akhirnya tiba! Perumahan Parahyangan Garden City yang berlokasi di Jl. Nanjung, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mengadakan acara serah terima kunci rumah bagi para pembeli unit huniannya. Acara ini menjadi bukti komitmen pengembang dalam menyelesaikan proyek lebih cepat dari waktu yang dijanjikan dan memberikan hunian …

x
x