- NasionalORARI Jalin Kerjasama dengan PPM-LVRI untuk Pembinaan SDM, Dukungan Komunikasi dan Penguatan Bela Negara
- NasionalWarga Desak APH & Satpol PP Banyuwangi “JANGAN TUTUP MATA!!! Aduan Masyarakat Jangan Diabaikan
- NasionalSaling Tuding dan Saling Lapor, Konflik Perawat dan Security di Puskesmas Krui Masuk Ranah Hukum
- HeadlineHUT ke 58 ORARI Momentum Untuk mengembalikan ORARI sesuai dengan Marwahnya
- HeadlineAkademisi: Implementasi Pasal 33 UUD 1945, Prabowo Sedang Diuji Melawan Oligarki dan Kapitalisme Global

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)
Oleh: Ridwan Umar
(Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)
NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna.
Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, dan siapa yang diragukan. Dalam pertarungan ini, negara tidak selalu berada di posisi unggul.
Masalahnya sederhana, tetapi dampaknya sistemik: negara bekerja dengan prosedur, sementara narasi bekerja dengan emosi. Negara membutuhkan waktu untuk memverifikasi, mengkaji, dan merumuskan respons. Sebaliknya, narasi tidak membutuhkan itu semua. Ia cukup memicu reaksi.
Ketika sebuah isu muncul, publik tidak menunggu klarifikasi. Mereka langsung membentuk kesimpulan. Dalam jeda yang sangat singkat itulah, ruang persepsi diisi oleh berbagai kepentingan—sebagian liar, sebagian terarah, sebagian sengaja diproduksi. Di titik ini, negara sering datang terlambat. Bukan karena tidak tahu, tetapi karena tidak cukup cepat.
Keterlambatan itu bukan sekadar masalah komunikasi. Ia bertransformasi menjadi masalah legitimasi. Karena dalam ruang publik yang bergerak cepat, siapa yang pertama membentuk persepsi sering kali lebih menentukan daripada siapa yang paling benar.
Di sinilah letak pergeseran mendasar: fakta tidak lagi otomatis menjadi penentu. Fakta harus bersaing dengan narasi. Dan dalam banyak kasus, narasi yang lebih sederhana, emosional, dan provokatif justru lebih mudah diterima.
Fenomena ini tidak lahir dalam ruang kosong. Ia tumbuh dalam ekosistem digital yang memungkinkan setiap individu menjadi produsen informasi. Algoritma mempercepat penyebaran, sementara preferensi publik mempersempit sudut pandang. Akibatnya, ruang publik tidak lagi menjadi arena diskusi, tetapi medan kontestasi persepsi.
Dalam situasi seperti ini, kebenaran sering kali tidak hilang—tetapi tenggelam. Yang lebih berbahaya, publik tidak selalu merasa kehilangan. Mereka justru merasa semakin yakin, karena informasi yang diterima selaras dengan keyakinan awal mereka. Inilah yang memperkuat fragmentasi sosial: setiap kelompok hidup dalam realitas versinya sendiri.
Bagi negara, kondisi ini menciptakan tantangan baru yang tidak sepenuhnya bisa dijawab dengan pendekatan konvensional. Kekuatan militer, perangkat hukum, dan kebijakan publik tetap penting, tetapi tidak lagi cukup.
Karena yang diperebutkan bukan hanya kendali atas tindakan, tetapi juga kendali atas makna. Ketika negara gagal mengelola makna, maka setiap kebijakan berpotensi disalahpahami. Setiap langkah bisa dicurigai. Bahkan keputusan yang benar pun bisa ditolak jika tidak dipercaya. Di titik ini, kekuatan formal mulai kehilangan relevansi.
Otoritas tidak lagi hanya berasal dari kewenangan, tetapi dari kepercayaan. Dan kepercayaan tidak dibangun melalui prosedur semata, melainkan melalui konsistensi narasi yang mampu menjelaskan, meyakinkan, dan bertahan dari distorsi.
Negara yang tidak hadir dalam ruang narasi akan digantikan oleh aktor lain—baik individu, kelompok kepentingan, maupun jaringan yang memiliki agenda sendiri. Mereka mengisi kekosongan, membentuk persepsi, dan pada akhirnya mempengaruhi arah opini publik. Ketika itu terjadi, negara bukan lagi aktor utama. Ia hanya menjadi responden.
Dalam jangka panjang, kondisi ini berbahaya. Bukan karena negara kehilangan kekuatan secara langsung, tetapi karena ia kehilangan pijakan moral di mata publik. Dan tanpa pijakan itu, setiap kebijakan akan selalu berada dalam bayang-bayang kecurigaan.
Pada akhirnya, negara tidak selalu kalah karena lemah. Ia kalah karena gagal memastikan bahwa publik memahami realitas sebagaimana adanya.
Dan ketika makna tidak lagi berada di tangan negara, maka kekuasaan perlahan berpindah—bukan melalui perebutan wilayah, tetapi melalui pengambilalihan persepsi.
Di era ini, mempertahankan negara bukan hanya soal menjaga batas territorial. Tetapi juga menjaga agar kebenaran tidak kalah oleh kebisingan. (X)
dito
11 Jul 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Bertempat di Sekretariat ORARI Pusat, Gedung Bank DKI lantai 10, Jl. Suryopranoto no 8, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Juli 2026, ditandatangani Nota Kesepahaman antara ORARI dengan Pemuda Panca Marga Legiun Veteran RI (PPM-LVRI) dilanjutkan dengan syukuran dalam rangka ulang tahun ke 58 Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Pada kesempatan itu, dalam sambutannya …
- Banyuwangi
10 Jul 2026
Banyuwangi, Nasionalpos.com – Dugaan masih beroperasinya aktivitas Prostitusi Terselubung di kawasan PAKEM, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, kembali menuai sorotan masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat penegak hukum (APH), agar segera turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya …
- Banyuwangi
10 Jul 2026
Pesisir Barat, Nasinalpos.com – Sebuah Peristiwa memalukan yang mencoreng nama baik Dunia Medis di kabupaten Pesisir Barat Lampung kini menjadi sorotan masyarakat, Salah Seorang tenaga pengamanan (Security) berinisial AD diduga terlibat perkelahian dengan seorang tenaga kesehatan (perawat) berinisial AH di UPTD Puskesmas Krui Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat saat ada seorang pasien membutuhkan rujukan …
dito
09 Jul 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Pada Peringatan HUT ke 58 ORARI, saat yang tepat untuk melakukan refleksi oleh seluruh Komponen ORARI, baik pengurus maupun anggota, demikian di sampaikan oleh Ketua Umum ORARI Pusat hasil Munaslub ORARI 2022, Suryo Susilo YBØJTR kepada wartawan, Kamis, 9 Juli 2026 di Jakarta “Saat ini ORARI masih dalam kondisi yang memprihatinkan,” menurut Suryo. …
Dhio Justice Law
09 Jul 2026
NasionalPos. com, Jakarta – Ekonom senior Fuad Bawazier menilai implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hingga kini belum berjalan secara maksimal. Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menghadapi ujian besar untuk membuktikan bahwa pembangunan ekonomi nasional benar-benar berpijak pada amanat konstitusi. Sebagai keynote speaker dalam Seminar “Konflik Geopolitik dan Ancaman Krisis …
ardi
06 Jul 2026
Jakarta,NasionalPos– TNI Angkatan Laut melalui Dinas Keuangan Angkatan Laut (Diskual) menggelar Rekonsiliasi Internal Unit Organisasi (UO) TNI AL Semester I Tahun Anggaran 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Denma Mabesal, Jakarta, Senin (6/7/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Keuangan Angkatan Laut (Kadiskual) Laksamana Pertama TNI Azil Sadagori Achmad. Rekonsiliasi ini bertujuan menyelaraskan data keuangan serta …
21 Nov 2024 2.048 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.610 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.444 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.392 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.351 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.312 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.197 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.