- Top NewsBatasi Kekuasaan, Selamatkan Demokrasi Saatnya Masa Jabatan Legislator Indonesia Dibatasi Dua Periode
- HeadlineMembaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco
- NasionalPengurus DPD Gebu Minang Jawa Barat Periode 2026–2031 Dikukuhkan, Perkuat Sinergi Rantau dan Ranah
- daerahPelepasan Siswa Kelas VI SDN 17 Simaung Cumateh Berlangsung Meriah, Ditutup dengan Tradisi Makan Bajamba
- daerahDi duga Sampah sebagai Bancakan Anggaran: Poros Rawamangun Kritik Keras Arah Kebijakan Pemprov DKI

Batasi Kekuasaan, Selamatkan Demokrasi Saatnya Masa Jabatan Legislator Indonesia Dibatasi Dua Periode
Di tulis dan di sampaikan oleh: Andi Nugroho Saputro , staf ahli Poros Rawamangun
Demokrasi modern berdiri di atas satu prinsip utama: kekuasaan harus dibatasi agar tidak berubah menjadi dominasi permanen. Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, prinsip itu telah diterapkan secara tegas terhadap cabang kekuasaan eksekutif.
Presiden dibatasi hanya dua periode sebagaimana diatur dalam Pasal 7 UUD 1945. Kepala daerah (Gubernur, Bupati, dan Walikota) juga dibatasi dua masa jabatan melalui berbagai regulasi pemerintahan daerah.
Namun di tengah semangat pembatasan kekuasaan tersebut, terdapat satu anomali besar yang terus dipertahankan: jabatan legislatif nyaris tanpa batas periode.
Anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, hingga DPRD kabupaten/kota dapat terus mencalonkan diri dan menduduki jabatan selama puluhan tahun tanpa pembatasan konstitusional. Fenomena ini melahirkan oligarki politik, stagnasi regenerasi kader, serta ketimpangan akses politik di internal partai.
Jika kekuasaan eksekutif dianggap berbahaya ketika terlalu lama berada di tangan orang yang sama, maka logika yang sama seharusnya berlaku pula terhadap kekuasaan legislatif.
Sudah saatnya Indonesia mempertimbangkan pembatasan masa jabatan anggota legislatif maksimal dua periode sebagai bagian dari agenda reformasi politik dan pendalaman demokrasi.
Selama ini terdapat asumsi bahwa legislatif tidak perlu dibatasi karena anggota parlemen dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilu.
Argumentasi tersebut tampak demokratis, tetapi dalam praktik politik Indonesia, kompetisi elektoral tidak sepenuhnya berlangsung setara.
Petahana legislatif memiliki keuntungan struktural yang sangat besar: akses jaringan politik, pengaruh terhadap distribusi anggaran, relasi dengan birokrasi, kemampuan finansial, hingga dominasi struktur partai.
Disinilah Kekuasaan Legislatif Juga berpotensi Rentan Menjadi Oligarkis Akibatnya, pemilu sering kali hanya menjadi mekanisme legitimasi bagi elite lama untuk mempertahankan kekuasaan.
Banyak anggota legislatif bertahan selama empat hingga enam periode. Bahkan terdapat dinasti politik legislatif yang berlangsung lintas generasi.
Kondisi ini bertentangan dengan semangat demokrasi substantif yang seharusnya membuka ruang partisipasi politik secara luas.
Di berbagai daerah, kursi legislatif berubah menjadi “wilayah kekuasaan tetap” yang sulit ditembus kader muda maupun tokoh masyarakat baru. Politik akhirnya kehilangan daya sirkulasinya.
Padahal, demokrasi yang sehat membutuhkan rotasi elite agar gagasan, energi, dan kepemimpinan baru terus muncul.
Pembatasan masa jabatan legislatif sesungguhnya bukan semata soal individu, melainkan soal pembenahan sistem kaderisasi partai politik.
Hari ini, banyak partai mengalami stagnasi regenerasi karena elite lama terus mendominasi ruang elektoral. Kader muda sulit naik karena nomor urut strategis, dukungan logistik, dan akses jaringan politik dikuasai figur yang telah lama bercokol.
Akibatnya, partai politik gagal menjalankan fungsi konstitusionalnya sebagai sarana rekrutmen kepemimpinan nasional. Demokrasi internal partai menjadi semu.
Kaderisasi hanya menjadi slogan, sementara ruang aktual untuk promosi politik tertutup rapat. Yang terjadi adalah Regenerasi Kader Partai Politik Mandek.
Pembatasan dua periode akan memaksa partai melakukan regenerasi secara bertingkat. Dari DPRD kabupaten/kota menuju DPRD provinsi, lalu ke DPR RI atau jabatan publik lainnya.
Dengan demikian, terjadi mobilitas politik yang sehat dan kompetitif. Kader tidak hanya menunggu “kursi kosong”, tetapi didorong untuk berkembang melalui jenjang kepemimpinan yang lebih dinamis.
Sistem ini juga akan memperluas distribusi kesempatan politik bagi kelompok muda, perempuan, aktivis sosial, akademisi, dan profesional yang selama ini sulit menembus dominasi elite legislatif lama.
Dalam teori politik klasik, Lord Acton pernah mengingatkan bahwa “power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.” Kekuasaan yang terlalu lama berada pada individu atau kelompok tertentu cenderung melahirkan penyalahgunaan wewenang, patronase, dan oligarki.
regenerasi kepemimpinan nasional.
Di beberapa negara bagian Amerika Serikat seperti California, Michigan, dan Nevada, legislator negara bagian memiliki batas masa jabatan tertentu.
Kebijakan itu muncul dari kekhawatiran terhadap profesionalitas politik yang berlebihan dan dominasi elite lama.
Praktik internasional menunjukkan bahwa pembatasan masa jabatan legislatif bukan sesuatu yang anti-demokrasi.
Justru sebaliknya, hal itu dipandang sebagai instrumen untuk memperkuat sirkulasi elite, memperluas partisipasi politik, dan mengurangi oligarki.
Demokrasi Membutuhkan Sirkulasi Elite.
Sosiolog Italia, Vilfredo Pareto, pernah menjelaskan bahwa stabilitas politik sangat ditentukan oleh circulation of elites atau sirkulasi elite.
Ketika elite lama terus mempertahankan kekuasaan tanpa regenerasi, maka sistem politik akan mengalami stagnasi dan kehilangan legitimasi sosial. Indonesia hari ini menghadapi gejala tersebut.
Politik semakin mahal, tertutup, dan eksklusif. Anak muda sulit masuk politik karena ruang kompetisi telah dikuasai elite lama dengan modal politik dan ekonomi yang besar.
Pembatasan masa jabatan legislatif bukan solusi tunggal, tetapi merupakan langkah penting untuk membuka kembali ruang demokrasi yang lebih sehat. Demokrasi tidak boleh hanya memberi hak memilih kepada rakyat, tetapi juga harus memastikan adanya kesempatan yang adil bagi munculnya pemimpin baru.
Sudah waktunya Indonesia menyempurnakan agenda reformasi politik dengan membatasi masa jabatan anggota legislatif maksimal dua periode. Sebab demokrasi bukan hanya soal memilih, melainkan juga memastikan tidak ada kekuasaan yang terlalu lama menetap dan berubah menjadi oligarki.
Dhio Justice Law
30 Mei 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI sulit dibaca semata sebagai langkah teknokratis. Dalam politik, terutama pada lingkar kekuasaan inti, hampir tidak ada penempatan strategis yang benar-benar netral dari kepentingan politik. Apalagi Dasco bukan hanya pimpinan DPR. Ia …
dito
29 Mei 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Kritik keras terhadap arah kebijakan pengelolaan sampah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mencuat. Ketua Umum organisasi masyarakat Poros Rawamangun, Rudy Darmawanto, SH kepada wartawan, yang menghubungi nya, ia menilai kebijakan pemilahan sampah yang saat ini digencarkan Pemprov DKI Jakarta belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan pengelolaan sampah di ibu kota. “Kebijakan tersebut berpotensi hanya …
Admin Redaksi
29 Mei 2026
Garut, JejakKasus45.Com Sebuah keluarga kecil yang sederhana dengan jumlah keluarga lima orang di kampung Galumpit RT 02, RW 25, Kelurahan Marga Wati, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut, Keluarga Bendi(65) dan Iwok(55). diliputi kesedihan yang mendalm, pasalnya Anak Sulung nya Mulyana (40) yang merupakan tulang punggung keluarga, meniggalkan rumah sejak hari Minggu 10 Mai 2026, hingga …
Admin Redaksi
29 Mei 2026
Sebuah Keluarga Kecil yang sederhana, keluarga Bendi (65) dan Iwok (55) di Kampung Galumpit RT/RW 02/25, Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selalu berharap Anak sulungnya Mulyana (40), yang merupakan tulang punggung keluarga bisa kembali secepatnya kerumah. Dihari Minggu 10 Mai 2026 Mulyana, seperti biasanya melakukan pekerjaan sehari hari Mencari Rumput, serta membawa alat-alat …
dito
28 Mei 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Merawat kebhinekaan dengan sikap toleran terhadap keberagaman menjadi suatu keharusan sebagai upaya menjaga keutuhan kedaulatan Bangsa Indonesia. Kebhinekaan merupakan perilaku saling menghargai dan menghormati perbedaan berbagai ragam suku, ras, agama yang bertujuan untuk dapat saling mengenal baik disisi keyakinan maupun tradisi. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kaderisasi dan Keanggotaan (KK) Pimpinan …
Admin Redaksi
25 Mei 2026
Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuk Linggau, H Trisko Defriyansa menerima audiensi manajemen Linggau Pos di ruang kerjanya, Senin (25/5/2026). Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan lomba cerdas cermat dan penyuluhan tentang bahaya narkoba dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara serta Hari Anti …
21 Nov 2024 1.898 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.523 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.372 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.313 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.290 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.254 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.157 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.