Affan Rangkuti Sebut Moderasi Beragama Perkuat Empat Pilar Kebangsaan

- Editor

Kamis, 30 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Pengurus Besar Al-Washliyah Affan Rangkuti menilai paham moderasi beragama merupakan penguat empat pilar kebangsaan Indonesia.

Hal tersebut dikarenakan konsep moderasi beragama dapat menciptakan sikap toleransi antar umat sehingga persatuan dan kesatuan bisa terjadi.

Menurut Affan, moderasi beragama kerap disalah artikan sebagai konsep yang sama dengan sekularisme yang memisahkan urusan negara dengan agama. Padahal, moderasi beragama justru mengaitkan keduanya pada posisi yang seimbang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menilai moderasi beragama adalah gerakan yang mengatur cara pandang, sikap, dan perilaku agar masyarakat Indonesia selalu mengambil posisi tengah, bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama.

Baca Juga :   Dinas Nakertransgi DKI Gelar FGD Pengukuran Produktivitas

Konsep ini yang membuat masyarakat bisa saling bertoleransi walaupun berlatar belakang suku dan agama yang berbeda.

“Kita sangat memahami, semua orang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam beragama pasti memiliki perbedaan. Akan tetapi, kita juga harus tahu bahwa dalam perbedaan tersebut memiliki satu persamaan, yaitu sama-sama menjadi manusia yang bertakwa,” kata Affan saat di hubungi wartawan, Kamis, 30/5/2024.

Konsep ini pula yang dianggap Affan dapat memperkuat empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hal itu, lanjut Affan, terbukti dengan tetap bersatunya bangsa Indonesia yang terdiri dari 38 provinsi, 514 kabupaten kota yang dihuni 1.331 kategori suku di 17.024 pulau dengan jumlah penduduk sebanyak 270,20 juta jiwa.

Baca Juga :   Kemendagri Cermati Esensi dan Praktik Revitalisasi KUA

Hal tersebut pun menurut Affan patut untuk dibanggakan mengingat di masa lalu banyak perpecahan yang terjadi di internal Indonesia lantaran perbedaan latar belakang dan ideologi.

“Dalam perjalanannya, pelbagai masalah muncul, dari paham ideologi yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa hingga intoleransi. Semua dapat dipatahkan dengan kepribadian bangsa yang kokoh,” kata dia.

Dia berharap kondisi seperti ini akan terus terjaga walaupun Indonesia belakangan ini mulai diterpa krisis toleransi di setiap generasi.

Loading

Berita Terkait

Penanganan Korban Perdagangan Orang Diperkuat Kementerian PPPA
BEI-Nasdaq Kerja Sama Perkuat Teknologi Pasar Modal
Kepada Ratusan Warga, Peradi Bagikan Daging Kurban
Masjid Al-Azhar Jakarta beri tips berkurban untuk Gen Z dan Milenial
Kapolda: Pelaksanaan shalat Idul Adha di Tanah Papua berlangsung aman
Satgas: Sudah Libatkan POM TNI dan Propam Polri
KemenKopUKM Tingkatkan Layanan Pendampingan Hukum Bagi Pelaku UMK
Dikuti lebih 200 Peserta, Indonesia Gymnaestrada Pertama Sukses Di gelar

Berita Terkait

Senin, 17 Juni 2024 - 21:03 WIB

Penanganan Korban Perdagangan Orang Diperkuat Kementerian PPPA

Senin, 17 Juni 2024 - 20:56 WIB

BEI-Nasdaq Kerja Sama Perkuat Teknologi Pasar Modal

Senin, 17 Juni 2024 - 20:46 WIB

Kepada Ratusan Warga, Peradi Bagikan Daging Kurban

Senin, 17 Juni 2024 - 20:24 WIB

Masjid Al-Azhar Jakarta beri tips berkurban untuk Gen Z dan Milenial

Senin, 17 Juni 2024 - 20:16 WIB

Kapolda: Pelaksanaan shalat Idul Adha di Tanah Papua berlangsung aman

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:41 WIB

KemenKopUKM Tingkatkan Layanan Pendampingan Hukum Bagi Pelaku UMK

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:17 WIB

Dikuti lebih 200 Peserta, Indonesia Gymnaestrada Pertama Sukses Di gelar

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:04 WIB

Rp 5 triliun Hasil Judi “online” Dilarikan ke Thailand-Kamboja Ungkap PPATK

Berita Terbaru

Ekonomi

BEI-Nasdaq Kerja Sama Perkuat Teknologi Pasar Modal

Senin, 17 Jun 2024 - 20:56 WIB

Headline

Kepada Ratusan Warga, Peradi Bagikan Daging Kurban

Senin, 17 Jun 2024 - 20:46 WIB