- daerahSentuhan Perubahan Irwan Hakim: Membangun Gunung Kemala Melalui Musyawarah dan Transparansi
- NasionalKantor Hukum Layangkan Pemberitahuan Aksi, Kepastian Hukum di Polresta Banyuwangi Jadi Perhatian
- HeadlineTransisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif
- NasionalDugaan Penggelapan hingga Dokumen Tanah Perusahaan, Empat Laporan di Banyuwangi Jadi Perhatian
- daerahBeri Motivasi dan Edukasi, Waka Polres Pesisir Barat Pimpin Upacara Bendera di MAN 1 Pesisir Tengah

Agus dan Mardiono Sebaiknya Mundur Dari Klaim Tanpa Legitimasi
NasionalPos.com, Jakarta – Klaim sepihak Agus Suparmanto dan Mardiono sebagai ketua umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperdalam jurang perpecahan di tubuh partai. Karena itu, Agus dan Mardiono sebaiknya mundur demi keutuhan dan keselamatan partai Ka’bah.
Perseteruan dua calon Ketum DPP PPP antara Agus Suparmanto dan Mardiono yang mengklaim sebagai Ketum terpilih, menjadi sorotan publik khususnya kalangan Umat Islam. Keduanya dinilai tak punya etika berdemokrasi, terlebih PPP berbasis Islam yang harusnya memberi teladan.
“Ya memang, PPP disorot publik dan citranya makin rusak sejak peristiwa adu jotos dalam Muktamar di Ancol. Ironisnya, dua caketum, yakni Agus dan Mardiono malah makin memanaskan situasi dengan klaim yang dinilai publik tak memiliki legitimasi moral dan politik. Logikanya, mana mungkin ada dua aklamasi dan hasil berbeda dalam satu gelaran muktamar dengan peserta yang sama?,”ujar pengamat politik yang juga Ketua Program Doktor Universitas Nasional. Assoc. Prof.Dr.TB Massa Djafar di Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/8/2025).
Menurut TB Massa, konflik antara Agus dan Mardiono tak hanya mengganggu internal PPP, tapi juga berpotensi ganggu stabilitas politik negeri. Sebab, tak bisa dipungkiri jika PPP adalah salah satu partai berbasis Islam di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim.
“Tentu, konflik Agus dan Mardiono ini berpotensi turut andil dalam instabilitas politik Tanah Air. Karena, PPP itu berbasis Islam dan mayoritas penduduk Indonesia itu muslim. Padahal, pemerintah sedang berjibaku menstabilkan keamanan politik pasca kerusuhan saat aksi massa di DPR baru-baru ini,” papar TB Massa.
Karena itu TB Massa, menyarakan Prof. Dr. KH Husnan Bey Fananie untuk menggandeng stakeholder PPP, yakni pimpinan organisasi Parmusi, Partai Nahdlatul Ulama, Perti dan PSII yang merupakan partai hasil fusi saat pendirian PPP, serta para tokoh Islam dan alim ulama.
“KH. Husnan yang jadi saksi kerusuhan di Muktamar ke-10 PPP di Ancol yang juga jadi korban dalam intrik ‘kotor’ Agus dan Mardiono dengan menutup peluang Prof. Dr. KH Husnan untuk pimpin PPP, sebaiknya segera mengundang dan duduk bersama pimpinan organisasi fusi PPP serta para tokoh Islam dan alim ulama untuk menyelamatkan partai warisan ulama itu. Saatnya Prof. Dr. KH Husnan yang juga Ketum DPP Parmusi bersama stakeholder lainnya untuk menstabilkan situasi partai menuju kemenangan di Pemilu 2029 nanti,” jelas TB Massa.
Menurutnya, publik meyakini Prof. Dr. KH Husnan merupakan salah satu kader terbaik yang dimiliki PPP saat ini dan salah satu kader yang menjadi calon Ketua Umum pada Muktamar Ke-10 PPP di Ancol, Jakarta.
Prof. Dr. Husnan dinilai publik memiliki kapasitas, kapabilitas, integritas dengan basis sosial kuat dan berlatar pendidikan mumpuni dan pengalaman di eksekutif dan legislatif.
“Jadi, Prof. Dr. KH Husnan merupakan salah satu kader PPP yang maju dalam bursa Caketum PPP yang clean and clear,” jelasnya.
Diketahui, KH Husnan yang tak lain cucu KH Zainuddin Fananie pendiri Pesantren Gontor pernah menduduki posisi Sekretaris Dewan Pakar DPP PPP (1994-1995), pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Presiden Young Muslim Association in Europa (1994-1995), anggota DPR RI (2009-2014), Duta Besar di Azerbaijan (2016-2020), Staf ahli Bappenas.
Sedangkan rekam pendidikan Prof.Dr. KH Husnan, tercatat jenjang S1 ditempuh di Universitas Punjab, Lahore, Pakistan, dilanjutkan jenjang S2 di Universitas Leiden, Belanda, lalu S3 ditamatkan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Selain itu, TB Massa juga menyarankan agar Agus Suparmanto dan Mardiono untuk mundur dari klaim Ketum PPP terpilih, karena tak memiliki dasar pijakan moral dan politik.
“Jika ingin selamatkan PPP, maka Agus dan Mardiono sebaiknya mundur dari klaim sebagai Keum PPP terpilih. Karena, keduanya tak punya legitimasi moral dan politik untuk memimpin PPP,” jelas TB Massa.
TB Massa melanjutkan, saat ini informasi dan rekam jejak seorang apalagi publik figur sangat mudah diakses publik. Termasuk profil Agus Suparmanto dan Mardiono.
Agus yang merupakan kader PKB jelas bukan kader PPP. Sejak awal pencalonannya sudah tidak memenuhi syarat AD/ART PPP. Apalagi, Romahurmuziy alias Romi yang menjadi motor utama tim pendukung Agus, dikenal sebagai pemimpin PPP yang gagal. Saat Romi pimpin PPP (2016-2019), perolehan suara PPP hanya 4,52% atau 6,32 juta suara, padahal sebelumnya suara PPP pada Pileg 2014 sebesar 6,53% atau 8,15 juta suara.
Selain itu, status Romi sebagai terpidana korupsi turut andil dalam makin merosotnya citra PPP dimata publik.
Sementara, saat Mardiono menjabat Plt Ketum DPP PPP menggantikan Suharso Monoarfa, jumlah perolehan suara PPP semakin terpuruk pada Pileg 2024 hingga tak lolos ke Parlemen di Senayan, yakni hanya 3,87% atau 5,87 juta suara.
Hancurnya suara PPP pada Pileg 2024 lalu, tak lepas dari semakin hilangnya kepercayaan publik terhadap Mardiono yang diketahui sebagai orang dekat Jokowi. Dan keputusan Mardiono untuk membawa PPP untuk mendukung Ganjar-Mahfud yang diusung PDIP yang berbeda ideologi dengan PPP.
“Rekam jejak Agus dan Mardiono diketahui publik dengan jelas dan itu bisa jadi membawa pengaruh negatif terhadap partai. Makanya, disarankan Agus dan Mardiono jika mengaku mencintai PPP, maka mundur saja dari klaim kemenangan yang tak punya legitimasi moral dan politik. Agar PPP bisa dipimpin figur seperti Prof. Dr. Husnan Fananie bersama stakeholder lainnya bisa fokus pada pertarungan di Pileg 2029 nanti,” pungkas TB Massa.
Sebelumnya, Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra mengingatkan PPP untuk menyelesaikan konflik internalnya terlebih dahulu sebelum pemerintah mengesahkan kepengurusan baru.
Dalam mengesahkan pengurus parpol, satu-satunya pertimbangan pemerintah adalah pertimbangan hukum. Jika terjadi konflik internal, pemerintah tidak akan mengesahkan susunan pengurus baru, tetapi akan menunggu tercapainya kesepakatan internal partai, putusan mahkamah partai, atau putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,”jelas Yusril, Senin (29/9/2025). (dhio)
- Banyuwangi
20 Okt 2026
BANYUWANGI, NASIONALIS. COM – Gelombang penyampaian aspirasi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi diperkirakan bakal menjadi sorotan. Kantor Hukum Rifki Pria Hartawan Usman, S.H. & Rekan secara resmi menyampaikan pemberitahuan aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di depan Kantor Polresta Banyuwangi. Dalam surat pemberitahuan tertanggal 19 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Kapolresta Banyuwangi, …
dito
19 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim. Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …
- Banyuwangi
19 Okt 2026
Banyuwangi, Nasionalis.com – Penanganan empat laporan polisi di Polresta Banyuwangi menjadi perhatian tim kuasa hukum yang mendampingi pelapor berinisial DPS dan IBP. Mereka meminta kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang mencakup dugaan tindak pidana terkait urusan keluarga, keuangan, dokumen hak atas tanah perusahaan, hingga penerimaan dana yang dipersoalkan. Sebagai tindak lanjut, tim kuasa hukum menyatakan …
dito
19 Okt 2026
NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …
dito
17 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional. Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …
Dhio Justice Law
15 Okt 2026
NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …
21 Nov 2024 2.502 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.912 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
28 Jul 2025 1.663 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
17 Mei 2022 1.660 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
23 Jul 2025 1.561 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.516 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.331 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.