Home » Nasional » daerah » Anggota Komisi VIII DPR RI Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Banjir di Pelangai Gadang

Anggota Komisi VIII DPR RI Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Banjir di Pelangai Gadang

Primadoni,SH 17 Mar 2025 138

Lisda Hendrajoni,

 

Pessel, Nasionalpos.com  — Didampingi Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni meninjau lokasi yang terdampak banjir di Kenagarian Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, pada Senin (17/3).

Dalam tinjuan tesebut, Lisda Hendrajoni mengunjungi para korban banjir, guna memastikan kondisi para korban di pengungsian khususnya kebutuhan konsumsi, karena masih dalam suasana bulan suci Ramadan.

“Kita ingin memastikan kondisi Dunsanak kita yang menjadi korban banjir di Pelangai Gadang ini, baik itu kesehatan, maupun kebutuhan dunsanak kita terutama saat ini masih dalam suasana bulan Ramadan,” ujar Lisda.

Lisda Hendrajoni juga meninjau kawasan dapur umum yang didirikan di Posko penanganan banjir, untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Tadi kita lihat ada dapur umum yang melibatkan Pemuda Muhammadiyah , untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang menjadi korban banjir, untuk sahur dan berbuka puasa. Kita juga bantu support sehingga dapur umum ini dapat di optimalkan,”sambungnya.

Baca Juga :  Gencar Suarakan Harkamtibmas, Polda NTB Lakukan Cooling System di Lombok Timur

Dalam kunjungan tersebut, Lisda juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako sebanyak 100 paket, yang diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak banjir yang melanda pada 12 Maret 2025 lalu.

“Ada paket sembako dari Baznas RI yang kita serahkan langsung kepada rumah-rumah yang terdampak, sehingga nanti saat kondisi sudah agak membaik, masyarakat sudah ada pangan untuk dikonsumsi. Isinya ada beras, gula, tepung dan minyak goreng, serta makanan ringan, semoga dapat bermanfaat,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yang turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, menyampaika rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Tentunya kita mengucapkan Terima kasih kepada Buk Lisda, atas bantuan yang telah diturunkan dari Pusat. Karena kondisi saat ini, yang paling dibutuhkan masyarakat yang terdampak banjir adalah makanan dan pakaian, serta air bersih,” ucapnya.

Baca Juga :  Dari Hutan Lindung ke Tambang Emas: Keputusan yang Merusak Tanah Air. ​

Hendrajoni menyampaikan , pemerintah setempat juga telah melakukan penanganan pasca banjir, dengan menurunkan alat berat untuk membersihkan material yang menumpuk akibat terbawa arus air.

“Pasca banjir, Pemerintah Kabupaten juga telah melakukan penanganan dengan, menurunkan alat berat, untuk membersihkan material sisa-sisa banjir. Sebelumnya melalui Dinas Sosial, Pemkab Pesisir Selatan juga telah menurunkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 500 Kilogram,” terang Hendrajoni.

Selain merendam 104 unit rumah dan mengkibatkan ratusan masyarakat mengungsi, banjir di Kenagarian Pelangai Gadang juga mengakibatkan 1 unit jembatan di daerah tersebut rusak berat. ***

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Iman Lestariyono Dorong Penguatan Pariwisata Berbasis Harmoni Alam dan Budaya

Suryana Korwil Jabar

02 Mei 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H., mendorong penguatan sektor pariwisata berbasis harmonisasi antara potensi alam dan budaya sebagai keunggulan utama daerah dalam meningkatkan daya saing di tengah persaingan global. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan pada kegiatan West Java Travel Heritage 2026 bertajuk “Dengan Harmoni Budaya Kita …

AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Dinas Perpustakaan Kota Bandung Gelar Gala Final Pemilihan Duta Baca 2026

Suryana Korwil Jabar

30 Apr 2026

Bandung, NasionalPos.com – Dinas Perpustakaan Kota Bandung menggelar Gala Final Pemilihan Duta Baca Kota Bandung 2026 dengan mengusung tema “Peran Strategis Duta Baca dalam Pengembangan Budaya Literasi di Lingkup Keluarga”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balairung Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Kamis (30/04/2026). Acara tersebut di hadiri oleh Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan …

Aktifitas Lapangan Padel Dianggap Mengganggu, Jalan Sutami Mengadu Ke Komisi I

Suryana Korwil Jabar

30 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Komisi I DPRD Kota Bandung menerima dua audiensi dari perwakilan warga, di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kota Bandung, Rabu, 29 April 2026. Penerimaan audiensi itu dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, dan dihadiri Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama, A.Md., Ir. H. Kurnia …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

x
x