Home » Top News » APAK: Masyarakat Wajib Bertanya Jika Program Pemerintah Mandek, Ini Alasannya!

APAK: Masyarakat Wajib Bertanya Jika Program Pemerintah Mandek, Ini Alasannya!

Admin Redaksi 17 Des 2025 84

NASIONALPOS||BANDUNG

Belakangan ini muncul fenomena yang menggelitik seolah-olah mempertanyakan program pemerintah yang tidak berjalan dianggap mengganggu kenyamanan birokrasi.

Dalam negara yang mengaku demokratis, pertanyaan masyarakat terhadap pemerintah bukanlah tindakan subversif, Sebaliknya itu adalah napas utama demokrasi.

Seolah masyarakat harus diam, menunggu, atau “memaklumi” program mangkrak yang dananya bersumber dari uang rakyat, Selasa,(2/12/2025),

Rd. Yadi Suryadi, Ketua Aliansi Pemuda Anti Korupsi (APAK), menyatakan dengan tegas menanyakan program pemerintah yang tidak dijalankan bukan hanya wajar, itu adalah kewajiban moral rakyat untuk menjaga uang publik dari potensi penyimpangan.

Ketika program pemerintah mandek, masyarakat wajib bertanya untuk mengawasi jalannya pemerintahan dan memastikan program tersebut berjalan sesuai harapan serta akuntabilitasnya.

Pertanyaan ini penting untuk mengklarifikasi hambatan yang ada, mendesak pemerintah untuk memberikan solusi, dan memastikan program yang sudah berjalan atau direncanakan benar-benar memberikan manfaat bagi publik.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa masyarakat wajib bertanya:

• Mengawasi kinerja pemerintah: Masyarakat memiliki hak dan tanggung jawab untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Bertanya adalah bentuk pengawasan partisipatif yang memastikan program pemerintah berjalan sesuai rencana.

Baca Juga :  Pemkot Lubuk Linggau Gelar Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Negara Bersama DPR RI dan BPK

• Memastikan akuntabilitas: Dengan bertanya, masyarakat memaksa pemerintah untuk bertanggung jawab dan transparan mengenai status dan kendala program yang mandek. Hal ini dapat mencegah penyalahgunaan wewenang atau kegagalan dalam implementasi program.

• Mendesak solusi: Pertanyaan yang diajukan dapat mendorong pemerintah untuk mencari akar masalah dan mengimplementasikan solusi yang efektif. Tanpa pertanyaan, mungkin saja program tersebut akan dibiarkan terhenti.

• Mendapatkan informasi yang jelas: Masyarakat berhak mengetahui alasan di balik terhentinya suatu program. Pertanyaan akan membantu pemerintah memberikan klarifikasi, sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang utuh dan tidak hanya berspekulasi.

• Mengadvokasi kepentingan publik: Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi bagian dari advokasi agar program pemerintah yang mandek dapat diselesaikan demi kepentingan masyarakat secara luas, seperti yang pernah disampaikan Kholid dalam agenda Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI.

Baca Juga :  Kampung Layar Tancap: Dari RW.06 Manggarai untuk Mendukung Jakarta Kota Sinema

Aliansi Pemuda Anti Korupsi yang mendukung pengawasan kritis di Jawa Barat, berkomitmen berdiri pada posisi yang jelas dan mendukung transparansi penuh penggunaan anggaran.

Mengapresiasi pemerintah yang terbuka dan mengkritisi yang menutup-nutupi serta mengawal program agar tidak mangkrak, sekaligus, menjembatani suara publik agar tidak dibungkam.

Karena masa depan Jawa Barat tidak boleh ditentukan oleh birokrasi yang takut dikritik.

Pemerintah yang Baik Tidak Takut Ditanya.

Sejatinya, pemerintahan yang profesional justru merasa terbantu ketika publik mengawasi dan kritik bukan musuh ataupun benci serta pertanyaan bukanlah ancaman lalu transparansi bukan kelemahan.

Musuh terbesar pemerintahan adalah ketertutupan, ketakutan pada evaluasi, dan kenyamanan dalam ketidakjelasan. Selama uang rakyat digunakan untuk kepentingan publik, maka rakyat memiliki hak penuh untuk menanyakan setiap program yang tidak dikerjakan.

Kami Aliansi Pemuda Anti Korupsi Jawa Barat akan selalu berdiri di garis depan untuk memastikan hak itu tidak pernah padam, pungkas Yadi.**Ipung

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sempat Kejar-kejaran di Kebun Sawit, Tim Tabur Kejari Pessel Akhirnya Berhasil Amankan DPO Terpidana Kasus Kehutan

Primadoni,SH

28 Agu 2026

Pessel , Nasionalpos.com — Operasi penangkapan Daftar Pencarian Orang (DPO) terpidana kasus tindak pidana kehutanan di Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (28/8/2026), berlangsung menegangkan. Tim Tabur Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan harus melakukan pengejaran hingga ke area kebun sawit setelah terpidana Marsedes Pgl. Sedes melakukan perlawanan saat hendak dieksekusi. Seperti diketahui, …

Pisah Sambut Kepala SMAN 12 Padang, Gusnaldi Serahkan Kepemimpinan kepada Evide

Zulwandi

26 Agu 2026

Padang, Nasionalpos.com — SMAN 12 Padang menggelar acara pisah sambut kepala sekolah, Senin (24/8/2026), sebagai momentum serah terima kepemimpinan dari Pelaksana Tugas (PLT) Kepala SMAN 12 Padang, Gusnaldi, M.Pd., kepada kepala sekolah definitif, Evidel, S.Pd. Acara tersebut dihadiri Kasi SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Alit Anugrah Maria, M.Pd., yang mewakili Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) …

Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

Dua Bulan untuk 13.044 SPPG: Mana Roadmap BGN?

dito

23 Agu 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Pius Luistrilanang mantan anggota BPK RI dan mantan kader Partai Gerindra    Pemerintah menyampaikan bahwa penyelesaian sekitar 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih berada dalam tahap persiapan membutuhkan waktu hingga dua bulan. Berdasarkan data BGN, jumlah tepatnya mencapai 13.044 SPPG Proses Persiapan. Selain itu, terdapat 27.469 …

MAPPI & Dosen Usakti Desak KPK Tangkap Ainun Naim atas Dugaan Keterlibatan Kasus Google Cloud

dito

19 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sebanyak ratusan orang dari Masyarakat Aliansi Peduli Pendidikan (MAPPI) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 19/8/2026   Mengusung tuntutan agar Mendesak KPK agar segera memanggil Ainun Na’im Sekjen Kemendikbudristek 2019-2021, terkait penyidikan dugaan korupsi pengadaan Google Cloud di Kemendikbudristek di bawah kepemimpinan Nadim Makarim     ” Ya, …

x
x