Home / Internasional

Rabu, 13 April 2022 - 23:02 WIB

AS Tambah Bom Nuklir di Inggris

NasionalPos.com, Jakarta – Amerika Serikat kemungkinan bakal menambah stok bom nuklir di Inggris. Informasi ini muncul setelah Washington memutuskan meningkatkan fasilitas bungker militer mereka di Inggris.

Sebagaimana dilansir The Guardian, peningkatan fasilitas itu dilakukan demi menyimpan senjata nuklir AS, termasuk bom nuklir.

Dugaan ini muncul setelah dokumen anggaran pertahanan AS menyatakan, mereka tengah menyelesaikan program investasi infrastruktur 13 tahun bernilai US$384 juta (Rp5,5 triliun) di lokasi penyimpanan di Belgia, Jerman, Italia, Belanda, Inggris, dan Turki, untuk meningkatkan kebijakan keamanan, sistem komunikasi, dan fasilitas.

Direktur Proyek Informasi Nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika (FAS), Hans Kristensen, mengatakan ia percaya bunker militer Inggris tengah ditingkatkan. Fasilitas itu berada di pangkalan militer AS di RAF Lakenheath yang berjarak 100 kilometer dari London.

Baca Juga  KOBAR : Usir Dubes India

Menurut FAS, RAF Lakenheath memiliki 33 gudang penyimpanan bawah tanah dan menjadi tempat 110 bom B61 pada 1990-an.

Namun, Washington menarik amunisi B61 mereka dari Lakenheath pada 2008 untuk mengakhiri penempatan nuklir AS di Inggris. Penarikan ini juga membuat gudang penyimpanan itu ditutup.

Meski sempat ditutup, Kristensen menilai bunker tersebut tengah ditingkat untuk memasok bom B61, jika diperlukan.

Selain Inggris, sebanyak 100 bom nuklir B61 diprediksi bakal diberikan ke Belgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Turki.

Tak hanya itu, kabar ini muncul kala Rusia terus membombardir Ukraina. Invasi Rusia menjadi salah satu faktor AS kembali memasok bom B61 dengan seri baru B61-12, yang kabarnya bakal diproduksi secara penuh pada Mei.

Baca Juga  Langgar HAM Etnis Uighur, AS Akan Sanksi Paramiliter China

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Inggris tidak merespons kabar mengenai peningkatan fasilitas dalam anggaran pertahanan AS tersebut.

“Kami tidak memberikan apa pun tentang ini, karena itu berkaitan dengan penyimpanan senjata nuklir,” ujar salah satu pejabat Inggris kepada The Guardian.

Sementara itu, Daryl Kimball, direktur eksekutif dari Asosiasi Kontrol Senjata, menilai peningkatan fasilitas penyimpanan Inggris ini merupakan tanda awal bahwa AS dan NATO bersiap terlibat dalam kebuntuan yang berlarut-larut dengan Rusia.

“Administrasi juga harus memberikan kejelasan terkait kebutuhan militer dan tujuan pengembalian senjata nuklir ke Inggris,” tutur Kimball. (CNN Indonesia.com)

Share :

Baca Juga

Hacker china

Headline

Iran dan China Dituding Gunakan Facebook Untuk Kegiatan Spionase
Autralia Beli Rudal Jarak Jauh

Headline

Siap Hadapi China, Autralia Beli Rudal
Donald Trump

Headline

Gagal Atasi Corona, Trump Stop Pendanaan AS Untuk WHO
AFOT INTR BREZIT

Internasional

Nasib Inggris di Brexit Tinggal Ditentukan Satu Kali Pemungutan Suara Lagi
dokumen rahasia donald trump

Headline

Dokumen Rahasia di Kediaman Donald Trump, Ditemukan FBI Telah Bercampur Koran dan Majalah
virus corona 5

Headline

AS Dituduh Bajak Masker Corona
2

Headline

Laut China Selatan Memanas, RI Tegaskan Klaim Sengketa di Laut China Selatan
IMG 20190601 WA0066

Internasional

Pasukan Garuda dan FCR Prancis Gelar Latihan Bersama di Lebanon