Home » Headline » Hasto: Jangan Bahayakan Prajurit Dengan Aset Tempur Usang

Hasto: Jangan Bahayakan Prajurit Dengan Aset Tempur Usang

dito 07 Jan 2024 67

NasionalPos.com, Jakarta- Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto, mengatakan bahwa negara tidak boleh membahayakan nyawa prajurit dengan menyediakan aset alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan tempur yang sudah usang.

“Pak Prabowo dengan anggaran pertahanan yang begitu besar, sangat disayangkan lebih memilih pembelian pesawat bekas,” kata Hasto saat ditemui usai mengikuti acara nonton bersama debat capres Pilpres 2024 bersama sukarelawan Ganjar-Mahfud di Jakarta, Minggu, 7/1/2024

Menanggapi gestur Prabowo yang dinilai tidak terima saat disinggung soal anggaran alutsista, Hasto mengatakan,

“Sebagai seorang prajurit TNI, yang dibutuhkan anggota adalah kebanggaan mempertahankan keamanan dan wilayah Indonesia.”

Menurut dia, keamanan dan kenyamanan harus diutamakan, mengingat prajurit memiliki potensi risiko yang amat besar dalam menjalankan tugasnya. Maka dari itu, negara tidak boleh mengorbankan nyawa mereka dengan membeli aset-aset tempur yang sudah usang seperti pesawat bekas.

Baca Juga :  Jangan Bingung dan Ragu, Hanya PPM Hasil Munaslub Ancol 2024 yang Sah dan Legitimate

Terlebih anggaran yang diberikan untuk membeli alutsista cukup besar.

Lebih lanjut Hasto menduga terus dibelinya pesawat-pesawat bekas tersebut disebabkan oleh adanya kepentingan suatu kelompok yang harus diusut tuntas.

“Konon dari analisis diduga ini ada kepentingan-kepentingan di dalamnya, kepentingan pemburu rente, sehingga ini harus diusut tuntas. Pak Ganjar dan Pak Anies sepakat agar pembelian alat-alat yang usang tidak boleh dilakukan, apalagi dengan utang,” kata Sekjen PDI Perjuangan itu.

Dalam debat capres ketiga yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta, malam ini, Calon Presiden RI Prabowo Subianto merasa tidak terima dan mengklaim jika usia alutsista bekas yang dibeli oleh Pemerintah masih berusia muda.

“Saya akan bawa data saya, data yang sebenar-benarnya, ya. Jadi, barang-barang bekas itu menurut saya menyesatkan rakyat, itu Pak tidak pantas oleh profesor ngomong gitu, ya, karena dalam pertahanan until 50 persen alat-alat yang dibeli adalah bekas, tetapi usianya masih muda,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Pangkogabwilhan III Resmikan Pura Ksatria Shanti Bhuana Kodam XVIII/Kasuari

Sementara itu, Calon Presiden RI Ganjar Pranowo menanggapi bahwa dirinya bersama Mahfud Md. akan menerapkan kebijakan pembelian alutsista yang tanpa utang dan tidak usang.

“Jadi, mohon maaf kaitan dengan utang, no utang, no usang, sehingga alutsista kita betul-betul kita lakukan transfer of technology dari dalam negeri,” kata Ganjar.

Ia menilai kebijakan pembelian alutsista dengan menggunakan utang justru bisa mematikan, terutama pada infrastruktur yang punya risiko tinggi.

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut juga mengatakan bahwa Pemerintah harus menghitung betul dan bijak untuk membeli alutsista.

Menurut dia, sebuah negara pernah kolaps karena utang. Walaupun demikian, Ganjar mengatakan bahwa industri pertahanan dalam negeri perlu dikuatkan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

x
x