Home » Ekonomi » Kontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional

Kontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional

dito 04 Agu 2026 38

NasionalPos.com, Jakarta-

Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta.

 

Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional.

 

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo mengenai pentingnya kedaulatan ekonomi nasional dan semangat anti-penjajahan dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

 

Buku karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi tersebut membahas perjalanan pemikiran ekonomi-politik Soemitro yang menempatkan kemerdekaan ekonomi sebagai bagian tak terpisahkan dari perjuangan bangsa.

 

Peluncuran buku dikemas dalam format diskusi dan simposium yang menghadirkan akademisi, praktisi, mahasiswa, serta pemerhati kebangsaan untuk mendiskusikan relevansi gagasan Soemitro bagi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

 

Selain peluncuran buku, rangkaian acara juga diisi dengan simposium nasional yang membahas penguatan ekonomi Pancasila, kedaulatan ekonomi, serta arah kebijakan pembangunan nasional.

 

Sejumlah tokoh nasional hadir untuk memberikan pandangan mengenai implementasi pemikiran Soemitro Djojohadikusumo dalam menghadapi dinamika ekonomi Indonesia saat ini.

 

Melalui kegiatan ini, Nusantara Centre berharap lahir ruang dialog yang produktif guna memperkuat kembali semangat nasionalisme ekonomi, sehingga pemikiran Soemitro Djojohadikusumo dapat terus menjadi inspirasi dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera.

 

Dalam peluncuran buku itu, menghadirkan Menteri Koperasi, Ferry Juliantono. Lalu sejumlah tokoh, akademisi, peneliti, dan peserta turut menghadiri rangkaian kegiatan tersebut.

 

Usai peluncuran buku, acara di lanjutkan dengan Simposium Nasional sebagai wadah pertukaran gagasan mengenai pentingnya membangun sistem ekonomi yang mandiri, berkeadilan, dan mampu melindungi kepentingan nasional di tengah dinamika ekonomi global.

 

Seluruh pembahasan berfokus pada perlunya penguatan regulasi yang dapat menjamin kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkokoh daya saing ekonomi Indonesia.

Simposium menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai narasumber, yakni Dr. Agus Rizal, S.E., M.M. selaku penulis, peneliti, dan ekonom strukturalis, Mukit Hendrayatno selaku Komisaris Utama Ethos Group, Dr. Ignatius Hendrasmo, M.A. selaku Direktur RRI, Prof. Didin S. Damanhuri sebagai Guru Besar Ekonomi Politik IPB, Prof. Yudhie Haryono, Ph.D. selaku CEO Nusantara Center, serta Dedi Setiadi, S.Kom., M.M., penulis, peneliti, dan dosen Universitas MH Thamrin.

Baca Juga :  Perkuat Kolaborasi,Kemenekraf MoU Dengan Kemenag Dan BSSN Di Hotel Borobudur

 

Dalam pemaparannya, Prof. Didin S. Damanhuri menilai pemikiran Soemitro Djojohadikusumo tetap relevan sebagai pijakan menghadapi berbagai tantangan ekonomi nasional maupun internasional.
Menurutnya, Indonesia perlu membangun sistem ekonomi yang berpihak pada kepentingan bangsa dengan memperkuat kemandirian, pemerataan kesejahteraan, dan penguasaan sektor-sektor strategis.
Ia menegaskan bahwa target Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai apabila Indonesia hanya menjadi pasar bagi kepentingan ekonomi global.
Oleh sebab itu, sambungnya, dibutuhkan kebijakan yang mampu memperkuat industri nasional, menjaga pengelolaan sumber daya strategis, serta memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat.
Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo mengingatkan kita bahwa kemerdekaan politik harus dibarengi dengan kemerdekaan ekonomi.
“Tanpa kedaulatan ekonomi, bangsa akan terus menghadapi berbagai bentuk penjajahan dalam wajah yang berbeda,” ujarnya.
Peluncuran buku tersebut dinilai sebagai momentum penting untuk menghidupkan kembali warisan intelektual Soemitro Djojohadikusumo yang dikenal sebagai salah satu tokoh utama pembangunan ekonomi Indonesia.
Buku tersebut mengulas perjalanan pemikiran ekonomi Soemitro sekaligus menawarkan perspektif baru mengenai strategi membangun ekonomi nasional yang berdaulat, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Sementara itu penulis buku, Dr. Agus Rizal, S.E., M.M., menjelaskan bahwa karya tersebut tidak hanya mengangkat perjalanan sejarah pemikiran Soemitro, tetapi juga mengkritisi berbagai persoalan ekonomi yang masih dihadapi Indonesia, mulai dari kesenjangan ekonomi, dominasi modal asing, lemahnya industrialisasi, hingga rendahnya nilai tambah pengelolaan sumber daya alam.
Menurutnya, berbagai tantangan tersebut membutuhkan landasan hukum yang kuat melalui pembentukan Undang-Undang Perekonomian Nasional yang mampu mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan tujuan kesejahteraan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia membutuhkan fondasi hukum yang mampu mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan kesejahteraan sosial. Hal ini sejalan dengan amanat konstitusi bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan,” tukasnya.

 

 

Dalam kesempatan ini Direktur RRI, Dr. Ignatius Hendrasmo, M.A., mengapresiasi terselenggaranya simposium tersebut sebagai forum yang memperkaya ruang diskusi publik mengenai masa depan pembangunan nasional.

Baca Juga :  Tim Kembangkan Potensi Diaspora Dibentuk Pemerintah

 

Ia menilai RRI memiliki tanggung jawab untuk mendukung lahirnya pemikiran strategis yang dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa melalui penyebarluasan informasi yang mencerahkan.

 

Di sisi lain, Komisaris Utama Ethos Group, Mukit Hendrayatno, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat merupakan kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

 

 

Ia berpandangan bahwa pembangunan ekonomi tidak cukup hanya bertumpu pada investasi, tetapi juga harus mampu melahirkan pelaku usaha nasional yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing global.

 

Sementara itu, CEO Nusantara Center, Prof. Yudhie Haryono, Ph.D., menekankan pentingnya paradigma pembangunan yang mengedepankan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta penguatan karakter kebangsaan.

 

Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan melalui sinergi antara pembangunan ekonomi, kecerdasan sumber daya manusia, dan keadilan sosial.

 

Dedi Setiadi, S.Kom., M.M., menambahkan bahwa peningkatan literasi ekonomi masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan nasional.

 

Ia berharap buku tersebut dapat menjadi referensi akademik sekaligus sumber inspirasi bagi generasi muda dalam memahami arah kebijakan ekonomi Indonesia secara lebih komprehensif.

 

 

Sepanjang diskusi, para peserta menghasilkan berbagai rekomendasi strategis mengenai pentingnya menghadirkan regulasi yang mampu memperkuat sistem perekonomian nasional sesuai amanat konstitusi.

 

 

Seluruh peserta juga menegaskan bahwa kesejahteraan sosial harus menjadi tujuan utama dalam setiap kebijakan ekonomi yang disusun pemerintah.

 

Melalui simposium ini, para peserta berharap lahirnya rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial sebagai pijakan menuju Indonesia Emas 2045 yang maju, berdaulat, mandiri, adil, dan sejahtera..

 

” Ya, kami sangat berharap Simposium Nasional ini yang membedah pemikiran Sumitro Djojohadikusumo, dapat memberikan kontribusi konsepsi fundamental, strategis dan komprehensif terhadap RUU Perekonomian Indonesia “tandas Hatta Taliwang aktivis senior kepada wartawan usai acara tersebut.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sambut HUT ke-81 RI, Robi Binur Imbau Warga Kibarkan Merah Putih

Primadoni,SH

08 Agu 2026

Pessel , Nasionalpos.com — Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Fraksi Partai Demokrat, Robi Binur, mengimbau masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) umumnya, khususnya Kecamatan Koto XI Tarusan untuk memasang dan mengibarkan bendera Merah Putih di halaman rumah masing-masing dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Imbauan tersebut …

Reshuffle Kabinet: Ujian Otoritas Prabowo Di Tengah Ancaman Delegitimasi

Dhio Justice Law

07 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Setiap pemimpin memiliki momentum untuk menentukan arah sejarahnya. Bagi Presiden Prabowo Subianto, momentum saat ini adalah reshuffle kabinet. Reshuffle bukan sekadar mengganti orang di kursi menteri, tapi sebuah pernyataan politik tentang standar kepemimpinan yang ingin dibangun seorang presiden. Saat itulah publik akan menilai, apakah …

PRAKTISI HUKUM ANDI DARWIN RANRENG, EKSEKUSI LAHAN 6.900 M² TERANCAM MERAMPAS HAK MILIK PIHAK KETIGA SELUAS 4,5 HEKTAR

dito

06 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Perkembangan sengketa tanah di kawasan Tallo, Makassar, yang kini digunakan sebagai Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel, nampak menemukan titik terang benderang untuk membuktikan kebenaran dan keabsahan kliennya sebagai pemilik lahan tersebut, yang tidak di pindah tangan kan ke pihak manapun,demikian di sampaikan Andi Darwin R. Ranreng, Pimpinan DRR Associates Legal Consultants yang bertindak …

UPERTIS Resmi Buka Dies Natalis ke-6, Usung Tema “Green Campus, Green Integrity”

Primadoni,SH

05 Agu 2026

Padang, Nasionalpos.com – Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS) resmi membuka rangkaian peringatan Dies Natalis ke-6 pada Senin, 3 Agustus 2026, di Kampus I UPERTIS, Jalan Batipuh Panjang, Simpang Kalumpang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Perayaan tahun ini mengusung tema “Green Campus, Green Integrity” sebagai wujud komitmen kampus dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, pelestarian alam, serta penguatan …

JDIH Kabupaten Pesisir Selatan Hadirkan Inovasi Layanan Hukum Digital untuk Wujudkan Pemerintahan Transparan

Primadoni,SH

04 Agu 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah terus memperkuat pelayanan informasi hukum kepada masyarakat dengan menghadirkan inovasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH). Layanan berbasis digital ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat, akurat, dan terpercaya terhadap berbagai dokumen hukum resmi tanpa dipungut …

Viviannne Vernetta Wangsa Memukau Panggung Awarding Banyuwangi Ethno Carnival, Suara Emas Generasi Muda Gaungkan Pesona Budaya Blambangan

- Banyuwangi

03 Agu 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM  – Penampilan penyanyi muda berbakat Viviannne Vernetta Wangsa menjadi salah satu sajian paling memikat dalam malam Awarding Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Dengan membawakan lagu legendaris Banyuwangi “Grajagan Banyuwangi”, Viviannne sukses mencuri perhatian para tamu undangan, pegiat seni, pelaku budaya, serta masyarakat yang memadati lokasi acara. Di bawah sorotan lampu panggung, Viviannne tampil …

x
x