Home » Nasional » Dengan Kehadiran SEJATERA, Ojol Tak Bakal Lagi Jadi Beban Negara

Dengan Kehadiran SEJATERA, Ojol Tak Bakal Lagi Jadi Beban Negara

dito 26 Nov 2025 339

NasionalPos.com, Jakarta- Di dorong oleh suatu kesadaran membangun fondasi ekonomi yang berkeadilan dan mandiri, yang bertumpu pada kekeluargaan, gotong royong, serta kemandirian (berdikari), maka Persahabatan Ojek Online Indonesia (POI) bersama komunitas ojek lainnya yang bersepakat  membentuk Serikat Jasa Angkutan Online Kerakyatan di singkat SEJATERA sebagai wadah pemberdayaan kemandirian dan kesejahteraan Ojek Online,

Maka berinisiatif menggelar kegiatan Konsolidasi Demokratik Untuk Wujudkan Kesejahteraan Dari, Untuk dan Oleh Ojol, dengan Tema “ Ojol Bersatu Untuk Mandiri dan Sejahtera”, pada Rabu, 26 November 2025 di Resto Handayani, Jakarta Timur, demikian di sampaikan Leno Setiawan Juru Bicara SEJATERA kepada wartawan di lokasi kegiatan.

“ Salah satu tujuan di gelarnya kegiatan ini adalah mengelaborasi gagasan tentang arah juang membangun perekonomian berdikari di kalangan ojol, serta juga membangun persaudaraan sejati di kalangan ojol yang berpola saling asah, asih, asuh, dan bergotong-royong untuk terbangunnya Gerakan bersama Terstruktur, Sistematis, Massif dan non partisan bagi terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan.”ungkap Leno Setiawan

Acara yang di hadiri sebanyak 40-an orang memenuhi ruangan, datang dari berbagai komunitas Ojol di wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi ini, menghadirkan dua narasumber, yakni Pengagas Sejatera, Ahmad Bakri, S.E., atau akrab disapa Okky, sebagai narasumber pertama, serta pemerhati sektor ojol, Ign Tricahyo, S.Pd, sebagai narasumber kedua.

Dalam paparannya, Oky mengemukakan bahwa selama ini posisi Ojol hanya sebagai obyek penderita dalam penyelenggaraan ekosistem Transportasi online, untuk itu pada kegiatan Konsolidasi Demokratik yang bertemakan Ojol Bersatu untuk Mandiri dan Sejahtera, merupakan wahana guna memperkuat posisi pengemudi ojek online (ojol) sebagai subyek ekonomi mandiri, bukan sekadar mitra kerja platform, melainkan sebagai pelaku ekonomi yang berdaya dan dihargai kemartabatannya.

Baca Juga :  Eksistensi PPM LVRI Sah dan Di Akui oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia, Tak Ada Yang Lain

“ Ya, di dalam wadah organisasi SEJATERA inilah berbagai potensi yang di miliki Ojol, di berdayakan menjadi Subyek Ekonomi yang mandiri, tidak lagi tergantung pada penghasilannya sebagai ojol saja, melainkan ada potensi sumber penghasilan lain yang dapat di Kelola secara bersama-sama, hasilnya dapat di nikmati bersama, dan berkelanjutan.” Ucap Oky.

Oleh karena itu, lanjut Oky, pihaknya sangat berharap para ojol terutama lady ojol, sudah mulai merubah maidsetnya yang tadinya sangat bergantung dengan penghasilan dari ngebid, berubah untuk memberdayakan potensi kreatifitas maupun inovasi menjadi peluang usaha meraih penghasilan di luar ngebid, melalui berbagai pembekalan pengetahuan, pendampingan, jaringan usaha, permodalan yang di usahakan oleh SEJATERA, kemudian di implementasikan dalam Koperasi maupun UMKM.

“ Tidak hanya itu, SEJATERA juga akan coba mengembangkan ke sektor pemerintahan agar mendapat dukungan untuk merealisasikan langkah kita kedepannya, intinya ojol harus bisa jadi mandiri lewat entrepreneur,” tandasnya.

Sementara itu Ign Tricahyo dalam paparannya mengemukakan selama ini menghantui kalangan ojek online, yakni mengenai pengakuan dan perlindungan negara terhadap ojol yang telah memberikan kontribusi sangat besar bagi negara,

bahkan berkonstribusi meringankan beban negara, baik dari sisi ketenagakerjaan maupun dari sisi pengurangan angka kemiskinan, namun akibat lemahnya perhatian negara  terhadap ojol sehingga saat ini ojol telah menjadi beban negara.

“Saat ini ojol telah menjadi beban negara, akibat kebijakan yang di keluarkan oleh aplikator secara sepihak, yang berdampak pada menurunnya penghasilan Ojol, sehingga mengakibatkan ojol berada dalam kubangan kemiskinan.”ungkap Tricahyo.

Untuk itulah, sambung Ign Tricahyo, sebagai Langkah solusinya dan sekaligus sebagai arah juang  ,arah juang membangun perekonomian berdikari diperlukan suatu konsolidasi Gerakan komunitas ojol yang di pimpin oleh ideologi Pancasila, tentunya dalam konteks implementasinya adalah Demokrasi Ekonomi berdasarkan Pancasila merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, terutama sila ke-5 yang menekankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, melalui terbentuknya relasi usaha yang berpola gotong-royong, sekaligus perwujudan demokrasi ekonomi yakni wadah koperasi yang merupakan implementasi dari kolektifitas modal, kolektifitas usaha, dari, untuk dan oleh anggota.

Baca Juga :  Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

“ Selain itu, juga di perlukan kehadiran negara bukan hanya sebagai regulator atau wasit, melainkan hadir sebagai pemain atau penyelenggara ekosistem transportasi online, misalnya ada perusahaan bis swasta, dan ada juga bis yang di Kelola negara, ini juga bisa terjadi pada transportasi online, kalau transportasi online di Kelola swasta, maka bisa juga ada transportasi online di Kelola oleh negara, sehingga kawan-kawan Ojol jangan cemas, ketika suatu saat perusahaan aplikator ngambek menarik investasinya, lalu hilanglah lapangan kerja ojol, jangan khawatir negara bisa menggantikannya” Tukas Ign Tricahyo.

Lebih lanjut Ign Tricahyo mengatakan bahwa dirinya sangat sepakat, mendukung dan sangat berharap dengan berdirinya organisasi SEJATERA sebagai wadah yang focus pada pemberdayaan potensi usaha ekonomis, sehingga kemandirian dan kesejahteraan Ojol dapat terwujud, serta tentunya di harapkan SEJATERA dapat memenuhi kebutuhan akan sistem ekonomi yang demokratis bagi ojol, di mana pengemudi punya akses terhadap kepemilikan kolektif, transparansi, kredibel dan akuntabel.

“Dengan kehadiran SEJATERA, Ojol tidak bakal lagi Menjadi Beban Negara, Justru menjadi Kontributor strategis dalam pertumbuhan ekonomi local maupun nasional.”pungkas Ign Tricahyo.

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Respons Aspirasi Pedagang, Pemdes Cipendeuy Buka Dialog Soal Sistem Parkir Pasar Cipeundeuy

Dewi Apriatin

02 Mar 2026

Bandung Barat,NASIONALPOS .COM<>   2 Maret 2026 – Pemerintah Desa Cipendeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, angkat bicara terkait polemik pemasangan sistem gateway parking di Pasar Tradisional Cipeundeuy yang sebelumnya disebut dilakukan tanpa sosialisasi dan perencanaan matang. Kepala Desa Cipendeuy, Rusmana, menegaskan bahwa proyek tersebut bukanlah kebijakan mendadak. Menurutnya, program itu telah dirancang sejak beberapa bulan …

Momentum Kedua Anas Urbaningrum dalam Pentas Politik Nasional

Dhio Justice Law

01 Mar 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Pesta Demokrasi Tanah Air masih tiga tahun lagi, namun publik mencermati mesin politik mayoritas partai politik mulai dipanaskan. Branding partai dan sosok atau figure pun dibangun. Meski ada pesimis dibenak sebagian publik Tanah Air menyaksikan sepak terjang para elit politik yang kerap mengecewakan dan tak …

Tanda Tangan Ketua DPRD Diduga Dipalsukan, Skandal Undangan PAW Pesibar Memanas: Siapa Aktor Intelektualnya

Admin Redaksi

28 Feb 2026

NASIPNALPOS.com PESISIR BARAT, 28 Februari 2026 – Aroma skandal mencuat dari gedung DPRD Kabupaten Pesisir Barat. Tanda tangan Ketua DPRD dalam surat undangan pertama pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD diduga dipalsukan. Kasus yang sempat menjadi bisik-bisik internal kini resmi memasuki babak hukum. Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Barat, Mohammad Emir Lil Ardi, atau yang …

Wawako Lubuk Linggau Safari Jumat di Masjid Al-Ikhlas Cereme Taba

Admin Redaksi

27 Feb 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU – Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rustam Effendi bersama tim melaksanakan Safari Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Karya II, Kelurahan Cereme Taba, Jumat (27/2/2026). Dalam sambutannya, H. Rustam Effendi mengungkapkan rasa syukur karena masih diberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa hari kesembilan, bahkan ada yang sudah memasuki hari kesepuluh, serta dapat melaksanakan …

Darurat Tak Bisa Menunggu: Dugaan Kelalaian IGD RSUD Cikalong Wetan Uji Kepatuhan Hukum

Dewi Apriatin

27 Feb 2026

Darurat Tak Bisa Menunggu: Dugaan Kelalaian IGD RSUD Cikalong Wetan Uji Kepatuhan Hukum BANDUNG BARAT – Dugaan tersendatnya penanganan pasien sesak napas di IGD RSUD Cikalong Wetan bukan sekadar isu pelayanan. Ini menyentuh jantung kewajiban hukum rumah sakit dalam kondisi gawat darurat. Video yang beredar memperlihatkan kepanikan keluarga yang merasa anaknya tidak segera ditangani. Di …

KOBAR: Pejuang Demokrasi Hingga Misi Kemanusiaan

Dhio Justice Law

26 Feb 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Pada 25 Februari 2026, Komando Barisan Rakyat (KOBAR) genap berusia 11 tahun. Sebagai sebuah organisasi gerakan, perjalanan panjang telah dilalui KOBAR. Ia telah melalui sejumlah fase; Pembentukan, Konsolidasi, ujian internal hingga ujian eksternal. Dalam pengamatan publik, KOBAR pun telah melewati beragam dinamika tak hanya …

x
x