Home » Nasional » Dengan Kehadiran SEJATERA, Ojol Tak Bakal Lagi Jadi Beban Negara

Dengan Kehadiran SEJATERA, Ojol Tak Bakal Lagi Jadi Beban Negara

dito 26 Nov 2025 371

NasionalPos.com, Jakarta- Di dorong oleh suatu kesadaran membangun fondasi ekonomi yang berkeadilan dan mandiri, yang bertumpu pada kekeluargaan, gotong royong, serta kemandirian (berdikari), maka Persahabatan Ojek Online Indonesia (POI) bersama komunitas ojek lainnya yang bersepakat  membentuk Serikat Jasa Angkutan Online Kerakyatan di singkat SEJATERA sebagai wadah pemberdayaan kemandirian dan kesejahteraan Ojek Online,

Maka berinisiatif menggelar kegiatan Konsolidasi Demokratik Untuk Wujudkan Kesejahteraan Dari, Untuk dan Oleh Ojol, dengan Tema “ Ojol Bersatu Untuk Mandiri dan Sejahtera”, pada Rabu, 26 November 2025 di Resto Handayani, Jakarta Timur, demikian di sampaikan Leno Setiawan Juru Bicara SEJATERA kepada wartawan di lokasi kegiatan.

“ Salah satu tujuan di gelarnya kegiatan ini adalah mengelaborasi gagasan tentang arah juang membangun perekonomian berdikari di kalangan ojol, serta juga membangun persaudaraan sejati di kalangan ojol yang berpola saling asah, asih, asuh, dan bergotong-royong untuk terbangunnya Gerakan bersama Terstruktur, Sistematis, Massif dan non partisan bagi terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan.”ungkap Leno Setiawan

Acara yang di hadiri sebanyak 40-an orang memenuhi ruangan, datang dari berbagai komunitas Ojol di wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi ini, menghadirkan dua narasumber, yakni Pengagas Sejatera, Ahmad Bakri, S.E., atau akrab disapa Okky, sebagai narasumber pertama, serta pemerhati sektor ojol, Ign Tricahyo, S.Pd, sebagai narasumber kedua.

Dalam paparannya, Oky mengemukakan bahwa selama ini posisi Ojol hanya sebagai obyek penderita dalam penyelenggaraan ekosistem Transportasi online, untuk itu pada kegiatan Konsolidasi Demokratik yang bertemakan Ojol Bersatu untuk Mandiri dan Sejahtera, merupakan wahana guna memperkuat posisi pengemudi ojek online (ojol) sebagai subyek ekonomi mandiri, bukan sekadar mitra kerja platform, melainkan sebagai pelaku ekonomi yang berdaya dan dihargai kemartabatannya.

Baca Juga :  DPR Harap Kontingen Indonesia Raih Emas di Olimpiade Paris

“ Ya, di dalam wadah organisasi SEJATERA inilah berbagai potensi yang di miliki Ojol, di berdayakan menjadi Subyek Ekonomi yang mandiri, tidak lagi tergantung pada penghasilannya sebagai ojol saja, melainkan ada potensi sumber penghasilan lain yang dapat di Kelola secara bersama-sama, hasilnya dapat di nikmati bersama, dan berkelanjutan.” Ucap Oky.

Oleh karena itu, lanjut Oky, pihaknya sangat berharap para ojol terutama lady ojol, sudah mulai merubah maidsetnya yang tadinya sangat bergantung dengan penghasilan dari ngebid, berubah untuk memberdayakan potensi kreatifitas maupun inovasi menjadi peluang usaha meraih penghasilan di luar ngebid, melalui berbagai pembekalan pengetahuan, pendampingan, jaringan usaha, permodalan yang di usahakan oleh SEJATERA, kemudian di implementasikan dalam Koperasi maupun UMKM.

“ Tidak hanya itu, SEJATERA juga akan coba mengembangkan ke sektor pemerintahan agar mendapat dukungan untuk merealisasikan langkah kita kedepannya, intinya ojol harus bisa jadi mandiri lewat entrepreneur,” tandasnya.

Sementara itu Ign Tricahyo dalam paparannya mengemukakan selama ini menghantui kalangan ojek online, yakni mengenai pengakuan dan perlindungan negara terhadap ojol yang telah memberikan kontribusi sangat besar bagi negara,

bahkan berkonstribusi meringankan beban negara, baik dari sisi ketenagakerjaan maupun dari sisi pengurangan angka kemiskinan, namun akibat lemahnya perhatian negara  terhadap ojol sehingga saat ini ojol telah menjadi beban negara.

“Saat ini ojol telah menjadi beban negara, akibat kebijakan yang di keluarkan oleh aplikator secara sepihak, yang berdampak pada menurunnya penghasilan Ojol, sehingga mengakibatkan ojol berada dalam kubangan kemiskinan.”ungkap Tricahyo.

Untuk itulah, sambung Ign Tricahyo, sebagai Langkah solusinya dan sekaligus sebagai arah juang  ,arah juang membangun perekonomian berdikari diperlukan suatu konsolidasi Gerakan komunitas ojol yang di pimpin oleh ideologi Pancasila, tentunya dalam konteks implementasinya adalah Demokrasi Ekonomi berdasarkan Pancasila merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, terutama sila ke-5 yang menekankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, melalui terbentuknya relasi usaha yang berpola gotong-royong, sekaligus perwujudan demokrasi ekonomi yakni wadah koperasi yang merupakan implementasi dari kolektifitas modal, kolektifitas usaha, dari, untuk dan oleh anggota.

Baca Juga :  Kembali Lakukan Provokasi Di Debat Cawapres, Pengamat Menilai Gibran Pertontonkan Ketidakpatutan

“ Selain itu, juga di perlukan kehadiran negara bukan hanya sebagai regulator atau wasit, melainkan hadir sebagai pemain atau penyelenggara ekosistem transportasi online, misalnya ada perusahaan bis swasta, dan ada juga bis yang di Kelola negara, ini juga bisa terjadi pada transportasi online, kalau transportasi online di Kelola swasta, maka bisa juga ada transportasi online di Kelola oleh negara, sehingga kawan-kawan Ojol jangan cemas, ketika suatu saat perusahaan aplikator ngambek menarik investasinya, lalu hilanglah lapangan kerja ojol, jangan khawatir negara bisa menggantikannya” Tukas Ign Tricahyo.

Lebih lanjut Ign Tricahyo mengatakan bahwa dirinya sangat sepakat, mendukung dan sangat berharap dengan berdirinya organisasi SEJATERA sebagai wadah yang focus pada pemberdayaan potensi usaha ekonomis, sehingga kemandirian dan kesejahteraan Ojol dapat terwujud, serta tentunya di harapkan SEJATERA dapat memenuhi kebutuhan akan sistem ekonomi yang demokratis bagi ojol, di mana pengemudi punya akses terhadap kepemilikan kolektif, transparansi, kredibel dan akuntabel.

“Dengan kehadiran SEJATERA, Ojol tidak bakal lagi Menjadi Beban Negara, Justru menjadi Kontributor strategis dalam pertumbuhan ekonomi local maupun nasional.”pungkas Ign Tricahyo.

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang ia hadir lewat …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Cherie dan Vivianne Wangsa Harumkan Indonesia, Masuk Tiga Besar Nilai Tertinggi Festival Musik Internasional

- Banyuwangi

31 Mei 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh putri daerah asal Kabupetan Banyuwangi di kancah internasional. Dua bersaudara, Cherie Callista Wangsa dan Vivianne Vernetta Wangsa, sukses mengharumkan nama Bumi Blambangan bahkan Indonesia dalam ajang Champs Universal Music Festival (CUMF) 2026 yang berlangsung di Johor, Malaysia. Tidak sekadar meraih gelar juara di kategori masing-masing, keduanya juga …

x
x