Home » Nasional » Dengan Kehadiran SEJATERA, Ojol Tak Bakal Lagi Jadi Beban Negara

Dengan Kehadiran SEJATERA, Ojol Tak Bakal Lagi Jadi Beban Negara

dito 26 Nov 2025 408

NasionalPos.com, Jakarta- Di dorong oleh suatu kesadaran membangun fondasi ekonomi yang berkeadilan dan mandiri, yang bertumpu pada kekeluargaan, gotong royong, serta kemandirian (berdikari), maka Persahabatan Ojek Online Indonesia (POI) bersama komunitas ojek lainnya yang bersepakat  membentuk Serikat Jasa Angkutan Online Kerakyatan di singkat SEJATERA sebagai wadah pemberdayaan kemandirian dan kesejahteraan Ojek Online,

Maka berinisiatif menggelar kegiatan Konsolidasi Demokratik Untuk Wujudkan Kesejahteraan Dari, Untuk dan Oleh Ojol, dengan Tema “ Ojol Bersatu Untuk Mandiri dan Sejahtera”, pada Rabu, 26 November 2025 di Resto Handayani, Jakarta Timur, demikian di sampaikan Leno Setiawan Juru Bicara SEJATERA kepada wartawan di lokasi kegiatan.

“ Salah satu tujuan di gelarnya kegiatan ini adalah mengelaborasi gagasan tentang arah juang membangun perekonomian berdikari di kalangan ojol, serta juga membangun persaudaraan sejati di kalangan ojol yang berpola saling asah, asih, asuh, dan bergotong-royong untuk terbangunnya Gerakan bersama Terstruktur, Sistematis, Massif dan non partisan bagi terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan.”ungkap Leno Setiawan

Acara yang di hadiri sebanyak 40-an orang memenuhi ruangan, datang dari berbagai komunitas Ojol di wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi ini, menghadirkan dua narasumber, yakni Pengagas Sejatera, Ahmad Bakri, S.E., atau akrab disapa Okky, sebagai narasumber pertama, serta pemerhati sektor ojol, Ign Tricahyo, S.Pd, sebagai narasumber kedua.

Dalam paparannya, Oky mengemukakan bahwa selama ini posisi Ojol hanya sebagai obyek penderita dalam penyelenggaraan ekosistem Transportasi online, untuk itu pada kegiatan Konsolidasi Demokratik yang bertemakan Ojol Bersatu untuk Mandiri dan Sejahtera, merupakan wahana guna memperkuat posisi pengemudi ojek online (ojol) sebagai subyek ekonomi mandiri, bukan sekadar mitra kerja platform, melainkan sebagai pelaku ekonomi yang berdaya dan dihargai kemartabatannya.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIB Lumajang Mengikuti Kegiatan Penyambutan Kemenhumkam Imigrasi, Mentri Hukum Dan Pemasyarakatan Secara Virtual

“ Ya, di dalam wadah organisasi SEJATERA inilah berbagai potensi yang di miliki Ojol, di berdayakan menjadi Subyek Ekonomi yang mandiri, tidak lagi tergantung pada penghasilannya sebagai ojol saja, melainkan ada potensi sumber penghasilan lain yang dapat di Kelola secara bersama-sama, hasilnya dapat di nikmati bersama, dan berkelanjutan.” Ucap Oky.

Oleh karena itu, lanjut Oky, pihaknya sangat berharap para ojol terutama lady ojol, sudah mulai merubah maidsetnya yang tadinya sangat bergantung dengan penghasilan dari ngebid, berubah untuk memberdayakan potensi kreatifitas maupun inovasi menjadi peluang usaha meraih penghasilan di luar ngebid, melalui berbagai pembekalan pengetahuan, pendampingan, jaringan usaha, permodalan yang di usahakan oleh SEJATERA, kemudian di implementasikan dalam Koperasi maupun UMKM.

“ Tidak hanya itu, SEJATERA juga akan coba mengembangkan ke sektor pemerintahan agar mendapat dukungan untuk merealisasikan langkah kita kedepannya, intinya ojol harus bisa jadi mandiri lewat entrepreneur,” tandasnya.

Sementara itu Ign Tricahyo dalam paparannya mengemukakan selama ini menghantui kalangan ojek online, yakni mengenai pengakuan dan perlindungan negara terhadap ojol yang telah memberikan kontribusi sangat besar bagi negara,

bahkan berkonstribusi meringankan beban negara, baik dari sisi ketenagakerjaan maupun dari sisi pengurangan angka kemiskinan, namun akibat lemahnya perhatian negara  terhadap ojol sehingga saat ini ojol telah menjadi beban negara.

“Saat ini ojol telah menjadi beban negara, akibat kebijakan yang di keluarkan oleh aplikator secara sepihak, yang berdampak pada menurunnya penghasilan Ojol, sehingga mengakibatkan ojol berada dalam kubangan kemiskinan.”ungkap Tricahyo.

Untuk itulah, sambung Ign Tricahyo, sebagai Langkah solusinya dan sekaligus sebagai arah juang  ,arah juang membangun perekonomian berdikari diperlukan suatu konsolidasi Gerakan komunitas ojol yang di pimpin oleh ideologi Pancasila, tentunya dalam konteks implementasinya adalah Demokrasi Ekonomi berdasarkan Pancasila merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, terutama sila ke-5 yang menekankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, melalui terbentuknya relasi usaha yang berpola gotong-royong, sekaligus perwujudan demokrasi ekonomi yakni wadah koperasi yang merupakan implementasi dari kolektifitas modal, kolektifitas usaha, dari, untuk dan oleh anggota.

Baca Juga :  Operasi Lilin Rinjani 2024 Polda NTB Siap Amankan Perayaan Nataru di NTB

“ Selain itu, juga di perlukan kehadiran negara bukan hanya sebagai regulator atau wasit, melainkan hadir sebagai pemain atau penyelenggara ekosistem transportasi online, misalnya ada perusahaan bis swasta, dan ada juga bis yang di Kelola negara, ini juga bisa terjadi pada transportasi online, kalau transportasi online di Kelola swasta, maka bisa juga ada transportasi online di Kelola oleh negara, sehingga kawan-kawan Ojol jangan cemas, ketika suatu saat perusahaan aplikator ngambek menarik investasinya, lalu hilanglah lapangan kerja ojol, jangan khawatir negara bisa menggantikannya” Tukas Ign Tricahyo.

Lebih lanjut Ign Tricahyo mengatakan bahwa dirinya sangat sepakat, mendukung dan sangat berharap dengan berdirinya organisasi SEJATERA sebagai wadah yang focus pada pemberdayaan potensi usaha ekonomis, sehingga kemandirian dan kesejahteraan Ojol dapat terwujud, serta tentunya di harapkan SEJATERA dapat memenuhi kebutuhan akan sistem ekonomi yang demokratis bagi ojol, di mana pengemudi punya akses terhadap kepemilikan kolektif, transparansi, kredibel dan akuntabel.

“Dengan kehadiran SEJATERA, Ojol tidak bakal lagi Menjadi Beban Negara, Justru menjadi Kontributor strategis dalam pertumbuhan ekonomi local maupun nasional.”pungkas Ign Tricahyo.

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
MBG : Jangan Jadi Karpet Merah Korporasi, Petani Banyuwangi Jangan Jadi Penonton

- Banyuwangi

15 Agu 2026

BANYUWANGI, MASIONALPOS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program pemberian makanan, tetapi peluang ekonomi raksasa bagi petani, peternak, pembudidaya ikan dan nelayan Banyuwangi. Namun tanpa kebijakan tegas, peluang tersebut justru berpotensi menjadi karpet merah bagi korporasi dan distributor besar dari luar daerah. Pemkab Banyuwangi jangan sampai hanya menjadi penonton ketika uang program pemerintah …

Jajaran Pemkot Lubuk Linggau Hadiri dan Ikuti Acara Mendengarkan Pidato Kenegaraan

Andi Ledi Lubuk Linggau

14 Agu 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau H. Rachmat Hidayat diwakili Sekretaris Daerah (Sekda),  H Trisko Defriyansa menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau, Jumat (14/8/2026). Baca Juga :  Penerimaan Taruna …

Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Usulkan Status Hybrid bagi Ojol dan pembentukan BLU bid Transportasi Online Berbasis Koperasi

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Menanggapi usulan pemerintah agar ojol Berstatus sebagai pelaku UMKM, kepada wartawan, Ign Wibowo ketua umum Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Rabu, 12/8/2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak setuju jika ojol di masukkan sebagai pelaku UMKM, pasalnya ojol bukan pelaku usaha mandiri seperti pelaku UMKM yang lain, karena tergantung pada penyedia layanan …

Lagi-Lagi Kabupaten Pesisir Selatan Raih Nilai Terbaik, JDIH Diganjar Predikat AA Istimewa

Primadoni,SH

12 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kabupaten Pesisir Selatan berhasil meraih nilai 94 dengan predikat AA (Istimewa) berdasarkan hasil Evaluasi Penilaian Kinerja Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) Tahun …

Viral Isu Minim Bendera di Siguntur, Hasil Cek Lapangan: Warga Justru Semarakkan HUT RI dengan Berbagai Lomba dan Goro

Primadoni,SH

12 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Isu minimnya pemasangan Bendera Merah Putih di Kanagarian Siguntur, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, akhirnya diklarifikasi. Kodim 0311 Pessel menurunkan langsung personil kelapangan untuk memastikan hal tersebut, Dari hasil pengecekan langsung ke lapangan pada Senin (10/8/2026) menunjukkan kondisi …

GGBC Jabotabek Tolak Ojol Berstatus UMKM”

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gojek Grab Bikers Comunity (GGBC) Jabotabek menolak status ojek daring atau ojek online (ojol) menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rencana peraturan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang segera disahkan Pemerintah, demikian di sampaikan Aping Ketua Umum GGBC Jabotabek kepada wartawan, Rabu, 12/8/2026 di …

x
x