Home » Nasional » daerah » Tanda Tangan Ketua DPRD Diduga Dipalsukan, Skandal Undangan PAW Pesibar Memanas: Siapa Aktor Intelektualnya

Tanda Tangan Ketua DPRD Diduga Dipalsukan, Skandal Undangan PAW Pesibar Memanas: Siapa Aktor Intelektualnya

Admin Redaksi 28 Feb 2026 173

NASIPNALPOS.com PESISIR BARAT, 28 Februari 2026 – Aroma skandal mencuat dari gedung DPRD Kabupaten Pesisir Barat. Tanda tangan Ketua DPRD dalam surat undangan pertama pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD diduga dipalsukan. Kasus yang sempat menjadi bisik-bisik internal kini resmi memasuki babak hukum.

Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Barat, Mohammad Emir Lil Ardi, atau yang akrab disapa Bang Edo, secara tegas menyatakan dirinya tidak pernah menandatangani surat undangan pertama pelantikan PAW tersebut.

Fakta ini diperkuat dengan penarikan kembali undangan saat pelaksanaan pelantikan PAW pada Desember 2025 lalu—sebuah langkah yang kala itu memicu tanda tanya besar.

Tak ingin polemik ini menjadi bola liar, Bang Edo resmi melaporkan dugaan pemalsuan tersebut ke Polres Pesisir Barat. Laporan itu tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi Nomor: LP/B/7/I/2026/SPKT/POLRES PESISIR BARAT/POLDA LAMPUNG.

Baca Juga :  Usai Bebas Kasus Vina, Pegi Ingin Istirahat Sejenak

Langkah hukum pun bergerak. Pada Jumat, 27 Februari 2026, seorang staf DPRD berinisial AS terlihat memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan.

Pemeriksaan ini menjadi sinyal kuat bahwa perkara tersebut tidak lagi sebatas dugaan, melainkan telah memasuki proses penyelidikan aktif.

Sumber di lapangan menyebutkan, selain AS, sejumlah nama lain akan segera dipanggil untuk mengurai bagaimana surat resmi lembaga legislatif itu bisa terbit dengan tanda tangan yang diduga bukan asli.

Pertanyaan krusial pun menyeruak: bagaimana mekanisme administrasi internal bisa dilangkahi? Siapa yang memiliki akses, kewenangan, dan keberanian memproses dokumen sepenting itu?

Baca Juga :  Sigap, Aksi Babinsa Koramil 1012 - 10/Dusun Selatan Bantu Warga Lewati Jalan Rusak Akibat Banjir

Dugaan pemalsuan tanda tangan pejabat publik bukan perkara sepele. Jika terbukti, perbuatan tersebut berpotensi masuk ranah pidana serius karena menyangkut dokumen resmi negara serta integritas lembaga DPRD sebagai representasi rakyat.

Kegaduhan ini tak hanya mencoreng marwah institusi, tetapi juga menguji komitmen penegakan hukum di Kabupaten Pesisir Barat. Publik kini menanti ketegasan aparat untuk mengungkap siapa aktor intelektual di balik dugaan pemalsuan tersebut—apakah sekadar kelalaian administratif, atau ada skenario terstruktur yang sengaja dimainkan?

NASIONALPOS.com akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga terang-benderang.


**Red

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Dhio Justice Law

30 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI sulit dibaca semata sebagai langkah teknokratis. Dalam politik, terutama pada lingkar kekuasaan inti, hampir tidak ada penempatan strategis yang benar-benar netral dari kepentingan politik. Apalagi Dasco bukan hanya pimpinan DPR. Ia …

Pengurus DPD Gebu Minang Jawa Barat Periode 2026–2031 Dikukuhkan, Perkuat Sinergi Rantau dan Ranah

Suryana Korwil Jabar

30 Mei 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) Jawa Barat resmi menggelar acara Pengukuhan Pengurus DPD Gebu Minang Jawa Barat periode 2026–2031 dengan mengusung tema “Sinergi Rantau dan Ranah dalam Menguatkan Ekonomi dan Budaya Minangkabau”, yang berlangsung di Balai Kota Bandung, Sabtu (30/5/2026). Acara pengukuhan berlangsung khidmat dan …

Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 17 Simaung Cumateh Berlangsung Meriah, Ditutup dengan Tradisi Makan Bajamba

Primadoni,SH

30 Mei 2026

Pessel, Nasionalposcom ––  SD Negeri 17 Simaung Cumateh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), menggelar acara pelepasan siswa kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung meriah dan penuh makna. Kegiatan tersebut diakhiri dengan tradisi makan bajamba yang melibatkan siswa, orang tua, guru, komite sekolah, serta masyarakat setempat, Sabtu (30/5-2026). …

Di duga Sampah sebagai Bancakan Anggaran: Poros Rawamangun Kritik Keras Arah Kebijakan Pemprov DKI

dito

29 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Kritik keras terhadap arah kebijakan pengelolaan sampah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mencuat. Ketua Umum organisasi masyarakat Poros Rawamangun, Rudy Darmawanto, SH kepada wartawan, yang menghubungi nya, ia menilai kebijakan pemilahan sampah yang saat ini digencarkan Pemprov DKI Jakarta belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan pengelolaan sampah di ibu kota. “Kebijakan tersebut berpotensi hanya …

LA Connextion Kupas Ketahanan Ekonomi di Tengah Badai Geopolitik Global

dito

29 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sekelompok masyarakat yang pernah berkuliah di berbagai kampus di Kota Los Angeles dan berbagai kota lainnya di Amerika Serikat, menggelar Talkshow, Rabu 20 Mei 2026 lalu di peringatan hari Kebangkitan Nasional di ruang Jimbaran hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Acara ini di hadiri sebanyak 85 orang peserta Saat ini pada umumnya mereka yang …

Idul Adha 1447 H, YJBB Distribusikan Hewan Kurban Bantuan Kang Dedi Mulyadi

Suryana Korwil Jabar

28 Mei 2026

BANDUNG, NasionalPos.com – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimaknai sebagai ajang memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan antarwarga. Yayasan Jawa Barat Bangun Bangsa (YJBB) menyalurkan hewan kurban berupa sapi bantuan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), kepada masyarakat sekitar, Kamis (28/5/2026). Kegiatan penyaluran hewan kurban tersebut berlangsung di Sekretariat Yayasan Jawa Barat Bangun Bangsa, …

x
x