Home » Nasional » daerah » Di Momentum Peringatan Hari Nelayan Nasional, DPW PNTI Prov DKI Jakarta Desak Pemerintah Koreksi Kebijakan di Sektor Perikanan

Di Momentum Peringatan Hari Nelayan Nasional, DPW PNTI Prov DKI Jakarta Desak Pemerintah Koreksi Kebijakan di Sektor Perikanan

dito 06 Apr 2024 146

NasionalPos.com, Jakarta- Hari Nelayan Nasional yang diperingati setiap 6 April kembali mengingatkan semua pihak, terutama pemerintah, soal nasib nelayan di tengah deru ruang hidup mereka yang kian terdesak. Nelayan semakin tidak sejahtera dan pekerjaan ini mulai ditinggalkan.

Padahal Regulasi untuk mendorong kesejahteraan nelayan sejatinya sudah digulirkan pada 2016, yakni melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam.

Aturan ini mengamanatkan negara hadir mendorong kesejahteraan pelaku sektor perikanan Meski demikian, upaya perlindungan dan pemberdayaan untuk mendorong kesejahteraan nelayan hingga saat ini masih dirasakan belum optimal, demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia ( DPW PNTI) Prov DKI Jakarta  Mohammad Tahir kepada awak media di Jakarta, Sabtu, 6/4/2024

“Kehidupan nelayan semakin berat, sedangkan belum terlihat kebijakan dari pemerintah secara serius dan tepat sasaran untuk mendorong kesejahteraan nelayan,” ungkap Mohammad Tahir.

Baca Juga :  Terima Kasih Pak Marullah Matali, Selamat Berkarya Pak Uus Kuswanto Sebagai Plt Sekdaprov DKI Jakarta

Menurutnya, tantangan pengelolaan perikanan yang dihadapi di tingkat provinsi justru direspons dengan kebijakan yang belum berpihak kepada nelayan, Pelaksanaan skema perlindungan dan pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 juga tidak diatasi dengan politik penganggaran yang menyejahterakan dan tuntas dari hulu ke hilir.

“ Contohnya, program peningkatan kesejahteraan nelayan kecil justru berhenti pada aspek fisik semata dan tidak menyasar kebutuhan hidup dasar nelayan, seperti pendidikan dan kesehatan nelayan dan anggota keluarganya.” Tukas Mohammad Tahir

Hal ini, lanjut Mohammad Tahir, menjadi semakin vital di tengah dampak perubahan iklim. melimpahnya ikan kian dirasakan oleh nelayan seperti mitos yang makin jauh dan sukar untuk ditangkap, hingga kini, nelayan kecil masih kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi. Mereka juga berhadapan dengan besarnya risiko kehilangan nyawa karena harus melaut lebih jauh menyusul beroperasinya industri pertambangan. Ada pula risiko konflik horizontal dengan nelayan yang masih menggunakan bom ikan.

Baca Juga :  Kunjungan Siswa – Siswi TK Hangtuah 7 Jakarta di Seskoal

“Ya, di momentum peringatan Hari Nelayan Nasional, kami sangat berharap pemerintah perlu mengoreksi segala kebijakan perikanan yang mematikan kehidupan nelayan dan pembudidaya ikan skala kecil di dalam negeri. Di antaranya adalah pemberian izin pemanfaatan pasir laut, ekspor benur lobster, dan kapal asing masuk ke Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI), Selamat Hari Nelayan Nasional, bersatulah kaum nelayan, berjuang untuk meraih kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup kaum nelayan.”pungkas Mohammad Tahir.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Muslim M Yatim Ajak Masyarakat Rawat Persatuan dalam Keberagaman

Primadoni,SH

20 Sep 2026

Padang, Nasionalpos. Com — Lebih dari 150 peserta dari berbagai paguyuban etnis dan kelompok masyarakat di Kota Padang mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar Anggota DPD RI sekaligus anggota MPR RI, H. Muslim Muhammad Yatim, L.C., M.M., bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan berlangsung di Aula HNI Cabang Padang, Jalan …

40 Perusahaan China Jangan Ditutupi Pergantian Menteri

Dhio Justice Law

19 Sep 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – isu 40 perusahaan asal China diduga tidak mematuhii kewajiban pajak tidak boleh berakhir sebagai pernyataan pejabat yang kemudian tenggelam dalam pergantian kekuasaan.Pemerintah tidak boleh diam. Jika dugaan tersebut memiliki dasar pemeriksaan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, maka pemerintah wajib menjelaskan kepada publik. Bukan …

Akademisi dan Aktivis Ajak Bersatu Lawan Impunitas Di Acara Aksi Kamisan ke 925

dito

18 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada aksi massa kamisan ke 925 , di depan istana Negara Jakarta, Kamis, 17 September 2026 kemarin. Selain di hadiri oleh ratusan orang dari kalangan aktivis Hak Azasi Manusia, mahasiswa, akademisi, para pencari keadilan Hak Azasi Manusia, hadir juga seorang dosen senior Paulus Januar, yang menyampaikan kuliah jalanan. Dalam orasinya, Paulus Januar menyampaikan …

KPK Didesak Klarifikasi Status Hukum Jaksa Syahrul

Dhio Justice Law

15 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk terbuka soal status hukum Jaksa Syahrul dalam perkara korupsi yang menjerat Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid. “Kami baru saja menyerahkan surat perihal Permintaan Klarifikasi dan Tindak Lanjut Hukum dalam Putusan Nomor 17/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Bjm. Surat ini juga kami tembuskan kepada Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda …

PERISTIWA POLITIK DAN PENGARUH GEOPOLITIK GLOBAL.

dito

14 Sep 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Dr Kristiya Kartika        Salah satu Pengamat Politik dan Mantan Pejabat Pemerintah Moch. Said Didu menganalisis secara terbuka bahwa dalam gejolak politik akhir-akhir ini, peran tokoh politik dan mantan Penguasa yang didukung Oligarki domestik dan asing cukup strategis.   Jaringan aktivitas pergerakan regional dan domestik menurutnya juga …

Saat Akademisi Tak Berjarak dengan Kekuasaan

Dhio Justice Law

13 Sep 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – laki)   NasionalPos.com, Jakarta – Dulu, kampus adalah tempat yang paling sering digunakan untuk mempertanyakan kekuasaan. Di ruang dan forum akademik, kebijakan penguasa dibedah, angka diuji, narasi resmi dicurigai, dan keputusan politik diperdebatkan dan ditantang dengan argumen ilmiah Ironis, kini kampus justru semakin sering diminta berjalan searah …

x
x