Home / Ekonomi

Kamis, 10 Februari 2022 - 17:40 WIB

Dongkrak Ekonomi Rakyat, Kementan Bersama MSI Populerkan Singkong Masuk Industri Pangan

NasionalPos.com,Jakarta– Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) di tahun 2022 mempopulerkan pengembangan budidaya singkong hingga hilirisasinya sehingga masuk industri pangan. Pasalnya, singkong memiliki pontesi pasar yang sangat besar karena sebagai salah satu pangan lokal, singkong memiliki gizi yang baik dan cocok untuk penderita penyakit celiac, autoimun, dan penyakit usus karena tidak mengandung gluten.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan singkong adalah salah satu pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi cukup besar jika kelola dengan serius dari budidaya hingga hilirisasi serta pengembangan pasar modern. Karena itu, penting hadirnya intervensi pemerintah bersama pelaku usaha untuk menjadikan budidaya singkong sebagai aktivitas utama, apalagi dalam skala yang luas dengan intervensi budidaya yang serius.

“Kita harus bisa mengubah mindset bahwa menanam singkong bukan sebagai pekerjaan sambilan saja. Juga, usaha hilirisasi harus kita dorong untuk mapping daerah-daerah penghasil singkongnya. Makanan lokal kuncinya ada di hilir market driven, bagaimana membuat pasar supaya pangan lokal jadi gaya hidup. Bangun market drivennya, pasar dibangun, baru produksi mengikuti. Kalau pasar bagus petani akan mengikuti berproduksi,” demikian dikatakan Suwandi dalam webinar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Propaktani, Rabu (9/2/2022).

Baca Juga  Satgas Yonif 126/KC Berikan Bantuan Sembako Kepada Warga Perbatasan Papua

Asisten Deputi Pangan, Kemenko Perekonomian Indonesia, Muhammad Saifulloh mengatakan dalam rangka meningkatkan peran sektor pertanian dan pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan menjadi sebuah syarat utama, singkong memiliki potensi untuk meningkatkan ekonomi rakyat. Sistem pangan nasional tersebut secara kolaboratif meningkatkan produksi pangan yang berkualitas dan aman, didukung oleh lingkungan yang kondusif, stabilitas akses pangan, efisiensi distribusi pangan, serta pemberian bantuan pangan bagi rumah tangga rawan pangan.

“Dalam meningkatkan potensi singkong ini usaha menciptakan brand merupakan hal yang utama agar lebih dikenal masyarakat dan mempermudah pemasaran serta pengemasan yang baik dibutuhkan untuk menjaga kualitas hasil produksinya,” jelasnya.

Sementara itu, Akademisi Universitas Nasional (UNAS), Endang Sukara menyebutkan pati singkong adalah sumber karbohidrat/kalori terbaik setelah jagung. Singkong dapat dibuat menjadi pasta dengan viskositas tinggi dan stabil pada proses pembekuan oleh karenanya dapat dipakai sebagai sumber pangan utama.

Baca Juga  Menparekraf Dorong Kawasan Danau Toba Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

“Tentunya karena sifat dan gizi yang terdapat pada singkong, Endang berpendapat bahwa singkong dapat menjadi sumber industri pangan baru yang menghasilkan. Pendapat ini didukung pula dengan berkembangnya produk olahan berbasis singkong yang semakin berkembang,” ujarnya.

Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAMMI), Rachmat Hidayat mendukung upaya pengembangan singkong masuk ke industri pangan. Namun demikian, dalam upaya mendorong singkong ke industri pangan olahan harus ada kemitraan, selain itu dibutuhkan pembenahan dan pelatihan di sektor hulu, membuat klaster budidaya singkong, branding, dan inovasi yang berkelanjutan.

“Hal yang tak boleh dilupakan adalah dukungan kebijakan dan regulasi pemerintah serta pembinaan pendampingan UMKM pengolahan singkong,” tegasnya.(*)

 

Share :

Baca Juga

Pertamina

Ekonomi

CERI Bilang Pertamina Bungkam Soal Pembangunan RDMP
IMG 20190617 WA0024 512x384

Ekonomi

Kementan Tegaskan Kebijakan Wajib Tanam Bawang PutihTetap Dilanjutkan

Ekonomi

Bank Indonesia Inflasi 2017 Lebih Tinggi Dibandingkan 2016
OJK

Ekonomi

OJK : Rasio Kredit Bermasalah Pada Juni Sudah Mencapai 3,11 Persen
utang

Ekonomi

Indef : Waspadai Peningkatan Rasio Utang Pemerintah Dimasa Pandemi
foto2

Ekonomi

Bertani, Bisnis Menjanjikan dengan Omzet 500 Juta per Bulan
sri mulyani

Ekonomi

Sri Mulyani : Defisit APBN Pada 2020 Capai Rp956,3 Triliun
Victor dan Sandi

Ekonomi

Kadin Jakarta Pusat Gelar Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama