Home » Nasional » daerah » DPW PNTI DKI Jakarta: Sebelum Dilaksanakan Marine Food Estate harus Dikaji Lebih Komprehensif Agar Tidak Berdampak Menzolimi Nelayan Tradisional

DPW PNTI DKI Jakarta: Sebelum Dilaksanakan Marine Food Estate harus Dikaji Lebih Komprehensif Agar Tidak Berdampak Menzolimi Nelayan Tradisional

dito 04 Apr 2024 226

NasionalPos.com, Jakarta- Bertempat di Sekretariat DPP PNTI, Ruko Central Cikini 60 HH Jalan Cikini Raya  Jakarta Pusat, Kamis, 4/4/2024, Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPW PNTI) Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Buka Puasa Bersama dan juga mengadakan diskusi yang bertajuk Diskusi “Merespon Kebijakan Pj Gubernur Atas Rencana Pembangunan Food Estate Kepulauan Seribu”

Acara yang dihadiri oleh Ketua DPW PNTI Prov DKI Jakarta Mohammad Tahir, Sekretaris DPW PNTI Provinsi DKI Jakarta Benny Piliang beserta jajarannya, juga nampak di hadiri Ketua Umum DPP PNTI Muhammad Husein beserta jajarannya, dan sejumlah anggota maupun tamu undangan laiinya sebanyak 30-an orang peserta diskusi lainnya, di awali dengan kata pembukaan yang disampaikan oleh Sekretaris Benny Piliang.

Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan Buka Bersama di Bulan Suci Ramadhan 1445 H adalah meningkat Spirit Ramadhan 1445H sebagai Momen Silahturahmi Agar Menjadi Lebih Baik dan Tangguh, di dalam keluarga besar PNTI, serta untuk mendiskusikan tentang wacana kebijakan Pj Gubernur DKI Jakarta atas rencana Pembangunan Food Estate di Kepuluan Seribu.

“ Ya, tentunya wacana tersebut mesti di respon oleh PNTI, sebagai organisasi yang senantiasa berada pada kepentingan nelayan tradisional yang tentunya bakal terkena dampak dari kebijakan tersebut, karena itulah di acara ini, perlu adanya diskusi untuk merespon wacana tersebut.”ucap Benny Piliang .

Baca Juga :  Legislator Partai Golkar Desak OJK Selidiki Proses Pembelian Saham GoTo

Sementara itu, dalam kesempatan diskusi ini, Mohammad Tahir Ketua DPW PNTI Provinsi DKI Jakarta mengatakan bahwa wacana Pembangunan Food estate atau yang disebut dengan Marine Food Estate yang pelaksanaan proyek tersebut akan di mulai pada awal Tahun 2025 mendatang, adapun proyek Marine Food Estate menawarkan potensi untuk meningkatkan produksi pangan laut dan mengatasi masalah keamanan pangan, tetapi implementasinya juga dapat memunculkan beberapa issu yang perlu diperhatikan seperti dampak terhadap lingkungan, keseimbangan ekosistem dan keterlibatan masyarakat local dalam pengambilan Keputusan.

“ Dalam konteks tersebut, kami berpendapat bahwa konsep Marine Food Estate Kepulauan Seribu, muncul sebagai sebuah gagasan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya laut di sekitar perairan kepulauan Seibu Provinsi DKI Jakarta.”ucap Muhammad Tahir.

Selain itu, lanjut Muhammad Tahir, juga dapat menjadi Solusi dalam menjaga keberlanjutan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para nelayan tradisional, sehingga dengan demikian wacana tersebut harus benar-benar di kaji dengan detail, cermat, teliti, komprehensif, dan melibatkan masyarakat pesisir yakni para nelayan Tradisional yang berada di kawasan tersebut, sebelum Pembangunan itu di laksanakan.

Baca Juga :  FSAB : Di Peringatan Hardiknas 2023, Laksanakan Ajaran KH Dewantara, Solusi Krisis Keteladanan di Dunia Pendidikan Nasional

Hal senada juga disampaikan Muhammad Husein Ketua Umum DPP PNTI, ia mengatakan dalam membuat program atau kebijakan organisasi, sudah semestinya keluarga besar PNTI mendasarkan diri pada kepentingan masyarakat nelayan Tradisional, jangan sampai kebijakan atau program entah itu dari organisasi maupun pemerintah yang berdampak menzolimi kaum nelayan tradisional, oleh karena itu, dirinya sangat berharap bahwa wacana Pembangunan marine food estate di Kepulauan Seribu, hendaknya dikaji kembali lebih mendalam, lebih komprehensif, dan tentunya tidak berdampak menzolimi terhadap kehidupan masyarakat Nelayan Tradisional di kawasan kepulauan Seribu.

“Posisi PNTI selalu berada pada kepentingan nelayan tradisional, dan selalu berperan meningkatkan kesejahteraan nelayan, Supaya Marine Food Estate di Kepulauan Seribu tidak berdampak menzolimi kehidupan nelayan, maka wacana Marine Food estate harus di kaji secara Komprehensif, cermat, teliti dan melibatkan masyarakat sebelum di laksanakan.”tandas Muhamad Husein.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
DP3A Kota Bandung Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria dalam Keluarga

Suryana Korwil Jabar

18 Jun 2026

KOTA BANDUNG, NasionalPos – Dinasù Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria dalam Keluarga yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Bandung, Drs. Heri Hermawan, M.M.Pd., jajaran DP3A Kota …

Wujudkan Kebijakan Disdik Sumbar,  SMKN 1 Painan Antar Langsung Ijazah ke Rumah Alumni

Primadoni,SH

17 Jun 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Kepala SMKN 1 Painan, Almes Gangga, S.Pd., M.Pd.T., mengambil langkah proaktif dalam menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terkait larangan penahanan ijazah dengan mengantarkan langsung ijazah kepada para alumni yang belum mengambil dokumen tersebut. Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Nomor 100.3.4/2842/PSMASLB/DISDIK-2026 yang diterbitkan pada 21 …

DP3A Kota Bandung Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Bandung Wetan

Suryana Korwil Jabar

17 Jun 2026

KOTA BANDUNG, NASIONALPOS.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria sebagai bagian dari usulan Musrenbang Kecamatan Bandung Wetan Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kota …

Majelis MH ABD Hadir di Talkshow & Kajian Muharram, Bangkitkan Semangat Hijrah Menjadi Pribadi Penuh Manfaat

Suryana Korwil Jabar

16 Jun 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Menyambut datangnya bulan Muharram sebagai awal Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Majelis MH ABD menggelar kegiatan Talkshow dan Kajian Muharram bertema “Muharram: Momentum Hijrah Menjadi Insan Rahmatan Lil ‘Alamin Melalui Ilmu, Ukhuwah, dan Muamalah”. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kota Bandung, Selasa (16/6/2026), berjalan khidmat dan meriah dengan dihadiri ratusan peserta, …

PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

x
x