Home » Nasional » daerah » DPW PNTI DKI Jakarta: Sebelum Dilaksanakan Marine Food Estate harus Dikaji Lebih Komprehensif Agar Tidak Berdampak Menzolimi Nelayan Tradisional

DPW PNTI DKI Jakarta: Sebelum Dilaksanakan Marine Food Estate harus Dikaji Lebih Komprehensif Agar Tidak Berdampak Menzolimi Nelayan Tradisional

dito 04 Apr 2024 273

NasionalPos.com, Jakarta- Bertempat di Sekretariat DPP PNTI, Ruko Central Cikini 60 HH Jalan Cikini Raya  Jakarta Pusat, Kamis, 4/4/2024, Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPW PNTI) Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Buka Puasa Bersama dan juga mengadakan diskusi yang bertajuk Diskusi “Merespon Kebijakan Pj Gubernur Atas Rencana Pembangunan Food Estate Kepulauan Seribu”

Acara yang dihadiri oleh Ketua DPW PNTI Prov DKI Jakarta Mohammad Tahir, Sekretaris DPW PNTI Provinsi DKI Jakarta Benny Piliang beserta jajarannya, juga nampak di hadiri Ketua Umum DPP PNTI Muhammad Husein beserta jajarannya, dan sejumlah anggota maupun tamu undangan laiinya sebanyak 30-an orang peserta diskusi lainnya, di awali dengan kata pembukaan yang disampaikan oleh Sekretaris Benny Piliang.

Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan Buka Bersama di Bulan Suci Ramadhan 1445 H adalah meningkat Spirit Ramadhan 1445H sebagai Momen Silahturahmi Agar Menjadi Lebih Baik dan Tangguh, di dalam keluarga besar PNTI, serta untuk mendiskusikan tentang wacana kebijakan Pj Gubernur DKI Jakarta atas rencana Pembangunan Food Estate di Kepuluan Seribu.

“ Ya, tentunya wacana tersebut mesti di respon oleh PNTI, sebagai organisasi yang senantiasa berada pada kepentingan nelayan tradisional yang tentunya bakal terkena dampak dari kebijakan tersebut, karena itulah di acara ini, perlu adanya diskusi untuk merespon wacana tersebut.”ucap Benny Piliang .

Baca Juga :  Satgas Yonif 126/KC Bagikan Bendera Merah Putih Kepada Masyarakat Di Perbatasan Papua

Sementara itu, dalam kesempatan diskusi ini, Mohammad Tahir Ketua DPW PNTI Provinsi DKI Jakarta mengatakan bahwa wacana Pembangunan Food estate atau yang disebut dengan Marine Food Estate yang pelaksanaan proyek tersebut akan di mulai pada awal Tahun 2025 mendatang, adapun proyek Marine Food Estate menawarkan potensi untuk meningkatkan produksi pangan laut dan mengatasi masalah keamanan pangan, tetapi implementasinya juga dapat memunculkan beberapa issu yang perlu diperhatikan seperti dampak terhadap lingkungan, keseimbangan ekosistem dan keterlibatan masyarakat local dalam pengambilan Keputusan.

“ Dalam konteks tersebut, kami berpendapat bahwa konsep Marine Food Estate Kepulauan Seribu, muncul sebagai sebuah gagasan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya laut di sekitar perairan kepulauan Seibu Provinsi DKI Jakarta.”ucap Muhammad Tahir.

Selain itu, lanjut Muhammad Tahir, juga dapat menjadi Solusi dalam menjaga keberlanjutan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para nelayan tradisional, sehingga dengan demikian wacana tersebut harus benar-benar di kaji dengan detail, cermat, teliti, komprehensif, dan melibatkan masyarakat pesisir yakni para nelayan Tradisional yang berada di kawasan tersebut, sebelum Pembangunan itu di laksanakan.

Baca Juga :  Tokoh Masyarakat Kep. Riau di Jakarta, Bakal Bawa Masalah di Pulau Rempang-Galang Batam Ke Mahkamah International

Hal senada juga disampaikan Muhammad Husein Ketua Umum DPP PNTI, ia mengatakan dalam membuat program atau kebijakan organisasi, sudah semestinya keluarga besar PNTI mendasarkan diri pada kepentingan masyarakat nelayan Tradisional, jangan sampai kebijakan atau program entah itu dari organisasi maupun pemerintah yang berdampak menzolimi kaum nelayan tradisional, oleh karena itu, dirinya sangat berharap bahwa wacana Pembangunan marine food estate di Kepulauan Seribu, hendaknya dikaji kembali lebih mendalam, lebih komprehensif, dan tentunya tidak berdampak menzolimi terhadap kehidupan masyarakat Nelayan Tradisional di kawasan kepulauan Seribu.

“Posisi PNTI selalu berada pada kepentingan nelayan tradisional, dan selalu berperan meningkatkan kesejahteraan nelayan, Supaya Marine Food Estate di Kepulauan Seribu tidak berdampak menzolimi kehidupan nelayan, maka wacana Marine Food estate harus di kaji secara Komprehensif, cermat, teliti dan melibatkan masyarakat sebelum di laksanakan.”tandas Muhamad Husein.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Saat RUU Perampasan Aset Jadi Ancaman Ekosistem Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Mengapa RUU Perampasan Aset tak kunjung disahkan? Jawaban yang paling sering terdengar adalah karena persoalan hukumnya rumit. DPR harus berhati-hati. Ada kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan, perlindungan hak milik, pembuktian terbalik, hingga mekanisme perampasan aset tanpa putusan pidana. Terdengar semua alasan itu masuk akal. Tetapi …

Polsek Bayang Amankan Terduga Pelaku Pencurian, Sejumlah Barang Bukti Turut Diamankan

Primadoni,SH

25 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com – Unit Reskrim Polsek Bayang, Polres Pesisir Selatan, berhasil mengamankan seorang terduga pelaku tindak pidana pencurian yang terjadi di Kampung Limau Asam, Kenagarian Asam Kamba, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Terduga pelaku Inisial RR  (36), Minang, beralamat di Kampung Limau Asam, Kenagarian Asam Kamba, Kecamatan Bayang, Kabupaten …

Meneladani Akhlak Rosulullah SAW Sebagai Qudwah Berbangsa dan Bernegara

dito

25 Agu 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia memperingati kelahiran Rasulullah SAW dengan penuh cinta dan penghormatan.     Momen ini dikenal sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW, yang tidak hanya menjadi perayaan sejarah kelahiran manusia agung, tetapi juga momentum untuk merenungi nilai-nilai kehidupan yang beliau ajarkan, demikian di sampaikan oleh Dr KH Yusuf Aman …

Kabinet Gagal, Reshuffle Menjadi Keharusan

Dhio Justice Law

24 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Seiring perjalanan, masalah besar dan sulit diabaikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: semangat perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja kabinetnya. Publik mencatat, Prabowo datang dengan agenda besar  pemberantasan korupsi, kedaulatan ekonomi, efisiensi, penguasaan sumber daya alam, dan keberpihakan kepada rakyat. Namun visi …

Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

x
x