Home » Headline » GMBK Mencium Dugaan Kejanggalan Pengusutan Kasus korupsi BTS 4 G Bakti Kemenkominfo

GMBK Mencium Dugaan Kejanggalan Pengusutan Kasus korupsi BTS 4 G Bakti Kemenkominfo

dito 04 Apr 2023 86

NasionalPos.com, Jakarta- Sejumlah indikasi adanya kejanggalan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek Base Transceiver Station Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Telekomunikasi (BTS Bakti), nampaknya tercium dengan adanya upaya dari pihak terduga melalui berbagai cara, serta adanya dugaan kejanggalan dalam penanganan kasus tersebut, sehingga menimbulkan berlarut-larutnya penetapan tersangka terhadap Jhonny G Plate Menkominfo dalam kasus tersebut.

Meskipun sudah dipanggil dan diperiksa sebanyak 2 kali, tapi sampai sekarang belum ada kepastian dari pihak penyidik jampidsus Kejakgung RI untuk segera melakukan gelar perkara kasus tersebut, demikian disampaikan Siti Zulikha Ketua Gerakan Mahasiswa Berantas Korupsi (GMBK)kepada awak media, Selasa, 4 April 2023 di Jakarta.

“ Ini kan aneh dan janggal, sudah dua kali diperiksa tapi belum juga dilaksanakan gelar perkara untuk meningkatkan status yang bersangkutan dari saksi menjadi tersangka.”ucap Siti Zulikha.

Padahal, lanjut Siti Zulikha, dalam prosedur hukum yang berlaku, apabila dalam suatu perkara, telah ditemukan minimal dua alat bukti, maka bisa ditetapkan seorang tersangka dalam perkara tersebut, nah dalam kasus dugaan korupsi BTS 4 G Bakti Kemenkominfo, informasi yang diperolehnya menyebutkan hasil penyidikan memastikan Johnny adalah sebagai otoritas yang bertanggung jawab atas penggunaan anggaran proyek tersebut, yang punya kewenangan untuk mengatur anggaran proyek, kemudian dengan adanya pengembalian uang setengah miliar terkait dengan peran Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate, itu bukti pertama,

Baca Juga :  Update Data Corona (8/1/2022) Jumlah Pasien Positif 4.265.666 Orang dan Meninggal 144.127 Orang

Kemudian alat bukti berikutnya adalah adanya bukti-bukti terkait permintaan dan penerimaan uang bulanan yang diduga dilakukan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate terkait proyek pembangunan infrastruktur BTS 4G BAKTI Kemenkominfo. Uang tersebut diduga diberikan oleh tersangka Anang Achmad Latief (AAL) selaku Direktur Utama (Dirut) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), dan fakta itu terungkap dalam Berita Acara Perkara (BAP) Anang Achmad Latief (AAL).

“ Ya, menurut kami, dua alat bukti tersebut, sudah bisa meningkatkan status yang bersangkutan dari saksi menjadi tersangka, ini membuat kami heran, mengapa yang bersangkutan belum ditetapkan sebagai tersangka?”.tukas Siti.

Kejanggalan lain lanjut Siti, terkait adanya dugaan keterlibatan politisi Partai Nasdem Bernama Dony Imam Priambodo (DIP) sebagai staf ahli di Kemenkominfo, yang diduga berperan sebagai pemberi saran dan masukan untuk menguntungkan perusahaan tertentu dalam lelang proyek tersebut, yang sampai sekarang belum juga dipanggil dan diperiksa oleh Jampidsus, padahal indikasi itu nampak adanya peran DIP yang sangat berpengalaman dibidang pembangunan tower BTS, dan diduga yang bersangkutan mengerti serta memahami seluk beluk pembangunan Tower BTS tersebut, karena memiliki perusahaan yang bergerak dibidang pembangunan pendirian Tower BTS, dengan nama Propelindo sejak tahun 2002,sebagai mitra investasi dari Telkom Flexi, salah satu divisi PT Telkom Indonesia, di bidang pembangunan Tower BTS dan Repeater di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Heru Lepas Puluhan Atlet Disabilitas Jelang Peparpenas di Palembang

“Kami mendukung dan mengapresiasi kinerja penyidik Jampidsus, tapi kami juga sangat berharap dukungan itu mesti direspon oleh penyidik Jampidsus dengan segera menetapkan Jhonny G Plate sebagai Tersangka dan segera memanggil sekaligus memeriksa politisi partai Nasdem berinisial DIP tersebut.”pungkas Siti.

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Kajati Sumbar Kunjungi Kejari Pesisir Selatan, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Penguatan Sinergi

Primadoni,SH

10 Jun 2026

Pesisir Selatan, Naainalpos.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Dedie Tri Hariyadi, didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Sumatera Barat, Seftie Dedie, melaksanakan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan pada Rabu (10/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kajati Sumbar turut didampingi Asisten Pembinaan, Asisten Tindak Pidana Khusus, Kepala Bagian Tata Usaha serta rombongan dari Kejaksaan Tinggi …

x
x