Home / Headline / Nasional / Politik

Senin, 11 Juli 2022 - 23:36 WIB

Hasil Pertemuan FMM G20 Sebagai Langkah Meretas Perdamaian Dunia, Patut Diapresiasi

NasionalPos.com, Jakarta– Dampak Global perang Rusia vs Ukraina sangat signifikan. Bukan hanya bagi kedua negara yang menderita, tapi belahan dunia lain, utamanya negara-negara eropa barat seperti Jerman, Swedia, Polandia, Belanda,berpotensi menderita dan kawasan lainnya juga akan terimbas, oleh karena itu diperlukan adanya upaya untuk menciptakan jalan perdamaian guna mengantisipasi dampak perang Rusia Vs Ukraina agar tidak semakin meluas dan merusak tatanan kehidupan masyarakat International, yang salah satunya melalui sebuah pertemuan para menteri luar negeri G20 yang di gelar diBali, yang berakhir pada Juma’at, 8 Juli 2022, demikian disampaikan Bob Randilawe, Waketum Ideologi Gerakan Bhinneka Nasionalis/GBN kepada awak media, Senin, (11/7/2022) di Jakarta.

“ Akibat yang mulai terasa hari ini adalah meningkatnya harga energi pangan dunia. Saat ini lebih dari 250 juta penduduk bumi mengalami krisis pangan dan jika tidak diatasi akan semakin meningkat. Krisis di Sri Lanka adalah contoh yang bisa kita lihat sebagai dampak dari meningkatnya harga energi dan pangan tersebut, nah inilah agenda penting yang dibahas para menteri luar negeri G20 tersebut, yang intinya agar perang Rusia Vs Ukraina segera dihentikan”ungkap Bob Randilawe.

Baca Juga  Pemuda Utara Apresiasi Pemkot Jakut Terkait Penataan Sunter

Jika perang ini tidak segera berhenti Lanjut Bob, maka akan semakin mengerikan dampaknya bagi dunia ketiga termasuk Indonesia karena ini artinya resesi pasti akan melanda dunia. Itu artinya akan semakin banyak orang kehilangan pekerjaan dan tidak mampu membeli pangan. Bukankah ini prolog menuju krisis global? karena itulah, harus ada langkah strategis yang agar tidak terjadi krisis global, yang tentunya melihat kondisi ini, Bangsa Indonesia tidak boleh tinggal diam, bahkan sesuai dengan Pembukaan UUD45 yang mengamanatkan agar bangsa Indonesia harus berperan secara aktif dan bebas dalam percaturan dunia, tentusaja termasuk peran aktif dan bebas dalam mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang sejatinya dipicu oleh sinyalemen adanya indikasi “aksi-aksi- provokasi” NATO terhadap Rusia tersebut, dugaan NATO sebagai salah satu faktor pemicu, setidak nya menurut versi Putin, sudah saatnya juga harus menahan diri dan membuktikan bahwa tuduhan Putin adalah tidak benar, begitu pula sebaliknya, pihak Putin pun harus menahan diri.

Baca Juga  Hari Ini Satgas Covid Terbitkan Aturan Baru Karantina

“Apabila para pihak tersebut mampu menahan diri, maka jalan perdamaian pun akan berlangsung mulus tanpa kerikil tajam, sehingga dunia pun dapat terselamatkan dari kehancuran, karena itu, Mari kita doakan dan sukseskan semoga pertemuan pimpinan dunia yang tergabung dalam G20 di Bali bulan November 2022 mendatang akan memperlancar jalan menuju perdamaian sejati. Bukan perdamaian semu, dan kami tentunya mengapresiasi penyelenggaraan FMM (pertemuan Menlu G20) telah membahas dua isu utama. Isu itu berkaitan dengan penguatan multilateralisme serta penanganan ketahanan pangan dan energy, serta sebagai wahana untuk meretas jalan perdamaian sejati dunia”pungkas Bob Randilawe. (*dit)

 

Share :

Baca Juga

PNS

Headline

Pemerintah Perpanjang Kebijakan Kerja Dari Rumah PNS Hingga 29 Mei 2020
pistol

Headline

Keluarga Korban Penembakan di Papua Minta Kasusnya Dibawa Ke Pengadilan HAM
Juru Bicara penanganan Corona Achmad Yurianto

Headline

Update Corona (1/6/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 57.770 Orang Dan Meninggal 2.934 Orang
PHOTO 2019 04 11 20 20 49 616x410

Megapolitan

Panglima TNI : TNI Tetap Siaga Selama Pelaksanaan Pemilu 2019
merah putih

Headline

Muhammadiyah Serukan Kibar Merah Putih Setengah Tiang
Imam Nahrowi

Headline

Mantan Menpora Imam Nahrowi Dituntut 10 Tahun Penjara Terkait Suap Dana Hibah KONI
BPJS 2

Headline

Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Mulai Berlaku Sejak 27 Februari 2020
Demo RKUHP

Headline

Meski Ditolak, DPR Sahkan RKUHP Desember 2019