Home » Headline » Hasil Pertemuan FMM G20 Sebagai Langkah Meretas Perdamaian Dunia, Patut Diapresiasi

Hasil Pertemuan FMM G20 Sebagai Langkah Meretas Perdamaian Dunia, Patut Diapresiasi

dito 11 Jul 2022 127

NasionalPos.com, Jakarta– Dampak Global perang Rusia vs Ukraina sangat signifikan. Bukan hanya bagi kedua negara yang menderita, tapi belahan dunia lain, utamanya negara-negara eropa barat seperti Jerman, Swedia, Polandia, Belanda,berpotensi menderita dan kawasan lainnya juga akan terimbas, oleh karena itu diperlukan adanya upaya untuk menciptakan jalan perdamaian guna mengantisipasi dampak perang Rusia Vs Ukraina agar tidak semakin meluas dan merusak tatanan kehidupan masyarakat International, yang salah satunya melalui sebuah pertemuan para menteri luar negeri G20 yang di gelar diBali, yang berakhir pada Juma’at, 8 Juli 2022, demikian disampaikan Bob Randilawe, Waketum Ideologi Gerakan Bhinneka Nasionalis/GBN kepada awak media, Senin, (11/7/2022) di Jakarta.

“ Akibat yang mulai terasa hari ini adalah meningkatnya harga energi pangan dunia. Saat ini lebih dari 250 juta penduduk bumi mengalami krisis pangan dan jika tidak diatasi akan semakin meningkat. Krisis di Sri Lanka adalah contoh yang bisa kita lihat sebagai dampak dari meningkatnya harga energi dan pangan tersebut, nah inilah agenda penting yang dibahas para menteri luar negeri G20 tersebut, yang intinya agar perang Rusia Vs Ukraina segera dihentikan”ungkap Bob Randilawe.

Baca Juga :  Legislator Desak BUMN Pangan dan Perkebunan Pastikan Stok Aman, Jelang IdulFitri

Jika perang ini tidak segera berhenti Lanjut Bob, maka akan semakin mengerikan dampaknya bagi dunia ketiga termasuk Indonesia karena ini artinya resesi pasti akan melanda dunia. Itu artinya akan semakin banyak orang kehilangan pekerjaan dan tidak mampu membeli pangan. Bukankah ini prolog menuju krisis global? karena itulah, harus ada langkah strategis yang agar tidak terjadi krisis global, yang tentunya melihat kondisi ini, Bangsa Indonesia tidak boleh tinggal diam, bahkan sesuai dengan Pembukaan UUD45 yang mengamanatkan agar bangsa Indonesia harus berperan secara aktif dan bebas dalam percaturan dunia, tentusaja termasuk peran aktif dan bebas dalam mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang sejatinya dipicu oleh sinyalemen adanya indikasi “aksi-aksi- provokasi” NATO terhadap Rusia tersebut, dugaan NATO sebagai salah satu faktor pemicu, setidak nya menurut versi Putin, sudah saatnya juga harus menahan diri dan membuktikan bahwa tuduhan Putin adalah tidak benar, begitu pula sebaliknya, pihak Putin pun harus menahan diri.

Baca Juga :  Pengamat : Ada indikasi janggal pengelolaan dana politik

“Apabila para pihak tersebut mampu menahan diri, maka jalan perdamaian pun akan berlangsung mulus tanpa kerikil tajam, sehingga dunia pun dapat terselamatkan dari kehancuran, karena itu, Mari kita doakan dan sukseskan semoga pertemuan pimpinan dunia yang tergabung dalam G20 di Bali bulan November 2022 mendatang akan memperlancar jalan menuju perdamaian sejati. Bukan perdamaian semu, dan kami tentunya mengapresiasi penyelenggaraan FMM (pertemuan Menlu G20) telah membahas dua isu utama. Isu itu berkaitan dengan penguatan multilateralisme serta penanganan ketahanan pangan dan energy, serta sebagai wahana untuk meretas jalan perdamaian sejati dunia”pungkas Bob Randilawe. (*dit)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Transparansi Dipertaruhkan, Anggaran Sewa Rumah DPRD Banyuwangi Tuai Kecurigaan.

Indra

16 Jan 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Anggaran sewa rumah dinas bagi anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi kian memanas. Sorotan tajam publik mencuat setelah beredarnya konten TikTok jurnalis muda bersama Pasopati Jatim yang membongkar Dugaan ketidak jelasan dasar anggaran dan mekanisme pencairannya. Konten tersebut menyinggung perbedaan tafsir antara tunjangan perumahan dan biaya sewa rumah dinas, yang hingga kini dinilai belum …

Pemilu Langsung dan Nasib Jenazah Koruptor

Dhio Justice Law

13 Jan 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Belakangan ini, publik disuguhkan wacana bertema mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pro kontra pun mencuat, bagi pemerintah termasuk partai-partai koalisi pendukungnya, Pilkada melalui DPRD itu adalah solusi untuk memangkas mahalnya ongkos pilkada langsung. Sementara, disisi oposisi dan masyarakat …

Jejak Panjang H. Amran Sidi : Dari Padang Panjang Ke Kota Padang, Perjuangan Cinta Hj Jusma Hingga Yayasan Baiturahmah

Primadoni,SH

11 Jan 2026

Padang, Nasionalpos .com — H. Amran Sidi lahir pada 20 September 1929 di Padang Panjang, Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sebuah kota kecil yang kelak menjadi saksi awal perjalanan hidupnya. Ia tumbuh dalam kesederhanaan, menjalani masa muda dengan tekad kuat untuk bekerja keras dan bertanggung jawab atas hidup serta keluarganya. Pada tahun 1952, …

Purna Tugas di Bumi Blambangan Kombes Pol Rama Samtama Putra: Banyuwangi Sangat Terkesan.

Indra

10 Jan 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Jajaran Polresta Banyuwangi menggelar tradisi Farewell Parade sebagai bentuk penghormatan atas purna tugas Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., yang resmi menyerahkan kepemimpinan kepada Kapolresta yang baru, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., Sabtu (10/1/2026). Dalam momen emosional tersebut, Rama mengungkapkan satu kata kunci untuk menggambarkan …

Hadiri Perayaan Natal 2025 Bersama Pemprov DKI Jakarta, Kardinal Ign Suharyo Sampaikan Pesan Persatuan & Perdamaian

dito

09 Jan 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wagub DKI Rano Karno menghadiri acara Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 Pemprov DKI di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026) Pram dan Rano tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka kompak menggunakan batik cokelat. Begitu tiba, mereka mendapat sambutan hangat dari hadirin. Pram mengaku terkejut dengan acara ini. Menurutnya, …

Berkaca Dari Penculikan Nicolas Maduro, Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah: Prabowo Harus Waspadai Fenomena “Kudeta Senyap” Di Circle Kekuasaan

dito

09 Jan 2026

Nasional pos.com, Jakarta- Peristiwa geopolitik yang mengguncang Venezuela menjadi alarm keras bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Kasus penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat, yang diikuti dengan cepatnya pengambilalihan kekuasaan oleh Wakil Presiden Delcy Rodríguez, memunculkan satu isu sensitif namun krusial: pengkhianatan elite dari dalam kekuasaan itu sendiri. Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah …

x
x