- Top NewsStaf Ahli I Hadiri Haflatut Tasyakur Wal Ikhtitam Ponpes Ittihadul Ulum Kota Lubuk Linggau
- daerahDP3A Kota Bandung Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria dalam Keluarga
- Top NewsKemenag Muratara-STAIS BS Tandatangani PKS Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
- Top NewsSekda Hadiri Pelantikan Pengurus PGRI Cabang Kecamatan dan Cabang Khusus Kota Lubuk Linggau * Masa Bakti 2026-2030
- daerahWujudkan Kebijakan Disdik Sumbar, SMKN 1 Painan Antar Langsung Ijazah ke Rumah Alumni

Herman Yosef Fernandez De Facto Pahlawan Nasional, Tapi De Jure Gelar Pahlawan Nasional Harus Segera di Berikan Oleh Negara
NasionalPos.com, Jakarta- Tak banyak orang tahu, bahkan masyarakat terutama generasi muda di Larantuka juga tidak mengetahui siapa sosok yang di dokumentasikan pada sebuah patung seorang pria menyandang senjata di pundak kanan, sedangkan di tangan kiri nya memapah seorang yang terluka, padahal sosok di patung itu adalah seorang pejuang tentara pelajar bernama Herman Yosef Fernandez asal Larantuka, kelahiran Ende, 3 Juni 1941 silam.
Sungguh miris rasanya, melihat kenyataannya tersebut, realitas itu lah yang kemudian menjadi salah satu kondisi yang menginspirasi Thomas Ataladjar beserta teamnya untuk menulis buku Biografi mengenai Herman Yosef Fernandez , kemudian setelah usai proses penulisan buku tersebut, mereka menggelar acara Seminar dan Bedah Buku biografi berjudul, “Herman Yoseph Fernandez, Kusuma Bangsa Pembela Tanah Air, Layak Jadi Pahlawan Nasional.” yang berlangsung di Gedung Yustinus, Universitas Atma Jaya Jakarta, Sabtu, 8 Juni 2024.
Pada acara seminar ini, Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat dan mantan Pangdam IX Udayana Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri tampil sebagai pembicara kunci (Keynote Speaker).
Kiki Syaknakri mengatakan Presiden pertama Indonesia Soekarno pernah berpesan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, sekarang ini terutama anak muda tidak mengenal Herman Fernandez dan dalam situasi ini, penerbitan buku merupakan salah satu jalan untuk meperkenalkan lagi nilai-nilai kepahlawanan.
“ Di dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2009 itu ada 6 poin tentang syarat untuk menjadi pahlawan nasional yang dipenuhi dalam usulan Herman Fernandez sebagai pahlawan nasional, nah saat ini momentum nya tepat, sebab Presiden terpilih kita Bapak Prabowo adalah juga seorang patriot dan pejuang, saya sangat berharap beliau dapat memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Herman Yosef Fernandez.” Tandas Kiki Syahnarki.
Sementara itu, Ketua Panitia, Grace Siahaan Njo dalam sambutan pembukanya, mengatakan, menghormati pahlawan dimulai dari mengenal pahlawan itu sendiri dari perjuangannya dan nilai-nilai yang dihidupi.
Menurut Grace Siahaan Njo, walau patung Herman Fernandez berdiri tegak di jantung kota Larantuka, Floress, kota asal Herman Fernadez, sejak tahun 1988, tapi kalau sekarang ketika bertanya kepada anak –anak muda di sana apa mereka kenal sosok yang ada di patung itu, mereka bilang tidak kenal. Padahal di balik patung tersebut tersimpan kisah hidup dan perjuangan salah satu putra terbaik Flores Timur yang mengandung makna tentang patriotisme dan tentang kepahlawanan, tentang cinta tanah air, kesetiakawanan, dan persahabatan yang tulus
“Melalui buku ini diharapkan dapat memberi nilai-nilai yang menjadi keunggulan Herman Fernadez yang akan menjadi warisan berharga bagi generasi muda bangsa,” ucap Grace Siahaan Njo yang juga ponakan kandung Herman Fernandez ini.
Sedangkan dalam paparannya, Thomas B. Ataladjar penulis Buku Biografi Herman Yosef Fernandez, ia mengatakan bahwa pihaknya sudah banyak menulis buku tentang sejarah, namun dari puluhan buku yang ditulisnya, yang paling berkesan dan penuh tantangan adalah ketika dirinya ditawari oleh ibu Grace Niahaan Njo salah seorang keponakan kandung Herman Yosef Fernandez, untuk menuliskan kisah perjuangan heroik dari seorang Herman Yosef Fernandez yang juga merupakan sosok pejuang patriok humanis, berasal dari Provinsi NTT.
“ Ya, saya ingat sekali apa yang dikatakan alm Letjen TNI (Purn.) Ahmad Kemal Idris kepada saya, sekitar 20 tahun lalu, saat itu beliau bicara kepada saya, bahwa saya jangan hanya menulis tentang orang jawa saja, tapi saya harus bisa menulis kisah tokoh dari NTT, lalu beliau menyebut nama Herman Yosef Fernandez, ketika beliau menyebut nama tersebut, saya kaget, kok beliau tau soal Herman Yosef Fernandez, ternyata dulu beliau mengenal Herman Yosef saat masih menjadi pejuang di Tentara Pelajar, sejak itulah saya termotivasi untuk menulis buku tentang Herman Yosef Fernandez, gayung bersambut ketika Ibu Grace menyampaikan tawaran tersebut, tanpa pikir Panjang saya menerimannya.”kenang Thomas B Ataladjar.
Lebih lanjut Thomas mengatakan bahwa dalam penulisan buku Biografi Herman Yosef Fernandez (HYF), dirinya bersama team kerja menggunakan Historical Reseach atau riset sejarah yang berupaya merekontruksi tentang fakta di masa lampau tentang siapa Herman Yosef Fernandez, apa, kapan, dimana, dan bagaimana secara obyektif, sistematis, dan akurat yang dilaksanakan pada waktu HYF masih hidup, adapun gaya penulisan buku ini jurnalistik ringan, agar mudah di pahami .
“Dengan demikian buku ini tampil dengan gaya popular, agar pesan, informasi dan bahkan sikap patriotic, humanis, yang ada buku ini tentang seorang HYF dapat di cerna dengan baik, dikenang serta yang terpenting adalah diteladani .”tegas Thomas B Ataladjar.
Hal senada juga di sampaikan oleh Laksamana Pertama Dr Hariyo Poernomo Kepala Dinas Sejarah TNI Angkatan Laut, ia mengatakan bahwa sosok HYF memiliki kemiripan dengan sosok Yos Sudarso, yang sama-sama berani mengorbankan dirinya bagi orang lain, mengorbankan dirinya bagi negara, maupun bangsanya, dan sikap itu sangat langka di temukan di era sekarang, oleh karena itu sudah sangat layak jika negara memberikan gelar kepahlawanan Nasional kepada HYF, meskipun saat ini HYF dimakamkan di Taman Makam Nasional Kusuma Negara, Yogyakarta, namun rasanya sudah semestinya Negara memberikan gelar kepahlawanan Nasional kepada beliau.
Namun lanjutnya, untuk mendapatkan gelar kepahlawanan Nasional bagi seseorang, bukanlah pekerjaan yang mudah, melainkan sesuatu yang harus di perjuangkan dan di upayakan, salah satu syaratnya adalah buku Biografi,
“Namun itu tidak cukup, harus ada kajian mendalam, dukungan dari masyarakat, terutama dari masyarakat NTT, serta juga diperlukan keterlibatan kalangan generasi muda untuk mensosialisasikan sosok Herman Yosef Fernandez, melalui pemanfaatan teknologi medsos yang lebih mudah dipahami oleh generasi saat ini, nah semoga Herman Yosef Fernandez segera mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, yang hanya menjadi kebanggaan warga NTT, tapi juga kebanggaan seluruh rakyat Indonesia.” Tukas Hariyo Purnomo
Di kesempatan ini, Dr Yosef Yapi Taum, M.Hum, ia mengatakan Herman Yosef Fernandez de facto adalah seorang pahlawan nasional dan di tempat pada posisi terhormat di makamkan satu lahan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kusuma Bangsa Yogyakarta, bersama Jenderal Besar Sudirman dan Letjen Urip Sumoharjo serta ratusan Pejuang dan Pahlawan Bangsa lainnya, kemudian namanyapun terukir abadi di sejumlah monumen seperti Monumen Sidobunder, Monumen Tentara Pelajar di Kebumen,Monumen /Prasasti serta makamnya di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara,Yogyakarta, serta Monumen Yogya Kembali,Yogyakarta. Namanya juga terukir dalam buku sejarah perjuangan bangsa seperti Gelegar di Bagelen dan Tentara Pelajar dalam Perang Kemerdekaan.
Akan tetapi secara de Jure beliau belum diakui dan diberi gelar Pahlawan Nasional oleh negara. Fakta ini memprihatinkan tetapi sekaligus memberikan motivasi untuk menggali lebih mendalam tentang kepahlawanan tokoh ini.
“Kemudian mengajukannya kepada negara untuk mendapatkan pengakuan formal resmi kenegaraan sebagai salah satu Pahlawan Nasional yang berasal dari Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan ini perjuangan yang tidak mudah, perlu dukungan dan keterlibatan semua pihak termasuk dari kalangan generasi muda, agar negara segera memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada beliau ”Tandas Dr Yosef Yapi, M.Hum yang juga Dekan Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Acara ini berlangsung dengan semarak, selain dihadiri para narasumber, juga nampak dihadiri oleh peserta dari kalangan akademisi dan intelektual, pencinta, pemerhati sejarah, jurnalis, penulis serta undangan khusus. Hadir juga anggota DPR RI, Melki Lakalena, tokoh pendidikan Dr. Jan Riberu, tokoh Flores Jakob Riberu, anggota DPRD DKI Jakarta Simon Lamakadu, serta juga dari kalangan mahasiswa maupun umum yang memenuhi ruangan tempat penyelenggaraan acara tersebut.
dito
15 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya. Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …
dito
14 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat. Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …
dito
12 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini, Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …
Dhio Justice Law
12 Jun 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …
Dhio Justice Law
11 Jun 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …
Suryana Korwil Jabar
07 Jun 2026
Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …
21 Nov 2024 1.967 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.563 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.409 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.355 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.321 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.285 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.177 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.