Home » Headline » Indonesia Turut Membangun Perdamaian Dunia Bermodalkan Kekayaan Warisan Budaya Nusantara

Indonesia Turut Membangun Perdamaian Dunia Bermodalkan Kekayaan Warisan Budaya Nusantara

dito 10 Mei 2025 216

Nasionalpos.com, Jakarta 

Pengakuan UNESCO terhadap Indonesia sebagai super power di bidang budaya, yang di buktikan dengan adanya 17.000 pulau, 2400 kelompok etnis, dan 720 bahasa daerah Indonesia, tentunya fakta itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa.
Potensi besar tersebut menjadi tugas bersama untuk membawa kemajuan dan kemartabatan Indonesia di mata dunia. Internasionalisasi budaya dan keindonesiaan menjadi penting untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia.
Kondisi inilah yang kemudian melatarbelakangi penyelenggaraan diskusi, Jumat 09 Mei 2025, di inisiasi sekali dan sekaligus di laksanakan oleh Yayasan Sanjeev Lentera Indonesia dan BEM FIB UI dengan tema: “Melestarikan dan Menginternasionalisasikan Warisan Budaya Nusantara untuk Perdamaian Dunia.”
 Kegiatan ini merupakan upaya untuk membangun diskursus dan mengaktualisasikan potensi dan kekayaan budaya Indonesia.
Dalam diskusi ini, di hadiri pegiat budaya dan ahli Wariga dari Bali, Dewi Uma menjadi kesan tersendiri dengan kearifan lokal yang dia sajikan dalam penghitungan kalender kehidupan bernama Wariga.
Selain itu juga di hadiri  Ali Akbar, Arkeolog UI yang menjadi salah satu panelis diskusi menguraikan Indonesia memiliki lintasan sejarah yang panjang, tetapi bukan sejarah biasa melainkan sejarah yang sudah beradab.
Pria yang menjadi periset situs Gunung Padang ini menjelaskan, “Sumbangsih Indonesia untuk perdamaian dunia salah satunya adalah budaya bahari yang terjadi sejak 40.000an tahun lalu.”
Lebih lanjut Dosen prodi Arkeologi UI ini memaparkan,
Bahwa Indonesia adalah bangsa yang sudah gemar menjelajah bukan gemar menjajah. Jadi ada budaya maritim dikenal di seluruh dunia, tetapi kita punya budaya bahari. Budaya bahari ini memiliki makna yang berbeda dengan budaya maritim. Maritim terkesan pada penaklukkan, penjajahan, dan dominasi. Tetapi bahari lebih ke perdamaian, ini memiliki kesan elok dan damai.
“Kita bisa menyumbang bahwa bangsa kita sejak lama sudah menjelajah tetapi misinya untuk perdamaian.”ucapnya
Sementara Ahli Wariga, Dewi Uma menjelaskan bahwa Wariga adalah penghitungan kalender yang dapat menjadi tuntunan hak manusia terhadap alam. Wariga adalah warisan leluhur Nusantara yang menerangkan hak manusia sebagai mikro kosmos terhadap makrokosmos.
“Hidup manusia sejatinya memiliki cetak biru seperti pergerakan alam semesta sendiri. Bagi yang peta jalannya akan lebih mudah untuk sampai dan dapat hidup di dunia dengan sebaik-baiknya. Wariga mengajak manusia bersahabat dengan alam lewat pengenalan ke dalam diri sendiri dengan penghitungan kalender tanggal, hari, bulan, dan jam lahir.”kata Dewi Uma
Menurut Dewi Uma, Perihal nilai-nilai universal yang terkandung dalam Wariga, pasalnya semua mahkluk di bawah naungan matahari dan alam semesta.
“Pesan Wariga adalah agar manusia dapat hidup harmoni dan damai.”tegas Dewi
Sementara itu bapak Ahmad Fahrurodji yang merupakan Dosen FIB UI menaruh perhatian terhadap Indonesia Emas 2045. kebudayaan menjadi sektor kunci dalam mewujudkan visi besar Indonesia 2045.
“Indonesia Emas 2045 takkan bisa tanpa menjadikan budaya sebagai the leading faktor.” Pungkas bapak Ahmad Fahrurodji.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

dito

02 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta – ASKLIGI (Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan. Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9% …

AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

x
x