Jika ACT Selewengkan Dana, Mahfud MD Dukung Proses Hukumnya

- Editor

Rabu, 6 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NasionalPos.com, Jakarta– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa dari hasil analisis transaksi yang dilakukan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan dana untuk kepentingan pribadi dan terkait pula dengan dugaan aktivitas terlarang. Hasil analisis itu pun telah diserahkan kepada aparat penegak hukum. Dalam hal ini, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Hal ini kemudian di respon oleh berbagai pihak, salah seorang diantaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, yang menilai organisasi sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT) tidak hanya harus dikutuk jika terbukti menyelewengkan dana kemanusiaan, melainkan ACT juga harus diproses hukum.

Baca Juga :   Akui Bertemu Ganjar, Mahfud Bantah Kabar Diajak jadi Cawapres

“Jika ternyata benar bahwa dana kemanusiaan yang dihimpun oleh ACT itu diselewengkan, maka selain harus dikutuk, penyelewengan itu juga harus dibawa ke proses hukum pidana,”ucap Mahfud MD kepada awak media, Rabu, (6/7/2022) di Jakarta.

Mahfud pun menyampaikan pengalamannya saat memberikan dukungan kepada ACT dan mempromosikan kegiatan organisasi sosial itu demi misi kemanusiaan pada 2018. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menjelaskan pihak ACT secara tiba-tiba mendatangi kantornya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk memberi endorsement (promosi) tersebut, saya pernah tiba-tiba didatangi ke kantor. Saya juga pernah ditodong begitu selesai memberi khotbah di sebuah masjid,” kata Mahfud.

Baca Juga :   Pj Gubernur Heru Buka Rakernas APPBI

Saat itu, Mahfud mengaku merasa senang mempromosikan gerakan manusia dan pihak ACT juga memberikan penjelasan bahwa mereka menghimpun dana kemanusiaan untuk membantu warga Palestina, korban bencana alam di Papua, dan gempuran Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) di Damaskus, Suriah.

“Ketika itu, saya melihat ACT masih murni bekerja untuk urusan kemanusiaan, nah sekarang apabila ada temuan penyelewengan dana yang diduga dilakukan pengelola ACT, ya, saya dukung masalah ini di proses hukum, ” pungkas Mahfud MD.

 

Loading

Berita Terkait

Momentum Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-383: PDAM Tirta Raharja Meningkatkan Kinerja untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pucuk Pimpinan Kodam Kasuari Berganti, Kini Di Jabat Mayjen TNI Haryanto
14 Surat “Amicus Curiae” Sedang Dipelajari Majelis Hakim MK
Aksi Bersama Tuntut MK Adil dan Benar Digelar Di Kawasan Patung Kuda
Warga Apartemen Puri Kemayoran Sampaikan Sikap : Tolak Berbagai Bentuk Intimidasi & Intervensi dari Oknum Forum P3SRS Nasional
Kejaksaan Agung Usut Tuntas Kasus Timah, Dipercaya 68 % Publik
Acara Halal Bihalal Ganjar-Mahfud Meriah di Bandung, Dukungan Masyarakat Terhadap Ganjar Mahfud Menguat
Jelang Putusan PHPU Pilpres, Hakim MK Pulang Malam Hingga Menginap

Berita Terkait

Sabtu, 20 April 2024 - 18:43 WIB

Momentum Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-383: PDAM Tirta Raharja Meningkatkan Kinerja untuk Kesejahteraan Masyarakat

Jumat, 19 April 2024 - 21:46 WIB

Pucuk Pimpinan Kodam Kasuari Berganti, Kini Di Jabat Mayjen TNI Haryanto

Jumat, 19 April 2024 - 20:51 WIB

Aksi Bersama Tuntut MK Adil dan Benar Digelar Di Kawasan Patung Kuda

Jumat, 19 April 2024 - 10:08 WIB

Warga Apartemen Puri Kemayoran Sampaikan Sikap : Tolak Berbagai Bentuk Intimidasi & Intervensi dari Oknum Forum P3SRS Nasional

Kamis, 18 April 2024 - 20:50 WIB

Kejaksaan Agung Usut Tuntas Kasus Timah, Dipercaya 68 % Publik

Kamis, 18 April 2024 - 20:17 WIB

Acara Halal Bihalal Ganjar-Mahfud Meriah di Bandung, Dukungan Masyarakat Terhadap Ganjar Mahfud Menguat

Kamis, 18 April 2024 - 20:15 WIB

Jelang Putusan PHPU Pilpres, Hakim MK Pulang Malam Hingga Menginap

Kamis, 18 April 2024 - 20:03 WIB

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kota Cimahi 2025-2045: Mewujudkan Visi Tanpa Utopia

Berita Terbaru