Home » Headline » Kadisos Jakarta Tidak Mampu Tekan Angka Kemiskinan Ekstrem, Sebaiknya Mundur Saja

Kadisos Jakarta Tidak Mampu Tekan Angka Kemiskinan Ekstrem, Sebaiknya Mundur Saja

dito 08 Mar 2023 111

NasionalPos.com, Jakarta- Persoalan Kemiskinan Ekstrem Di wilayah Provinsi DKI Jakarta, nampaknya mengalami kecenderung meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, untuk itu sudah semestinya Dinas Sosial DKI Jakarta, lebih serius dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem tersebut, demikian disampaikan Damuri Fikri Bacaleg DPRD DKI Jakarta dari PKB dapil Jakarta Pusat, Saat dihubungi nasionalpos.com, Rabu, 8/3/2023 di Jakarta.

“Mestinya Dinas Sosial bisa menyelesaikan permasalahan Kemiskinan ekstrem melalui program yang lebih efektif, inovatif dan kreatif.,” ucap Damuri Fikri.

Menurut Damuri, pengendalian kemiskinan ekstrem menjadi salah satu program strategis dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024. Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, mencatat pada 2022, kemiskinan di Ibu Kota naik 0,2 persen dari tahun sebelumnya atau mencapai 95.668 jiwa, karena itu, semestinya Dinas Sosial sebelum merencanakan dan melaksanakan suatu program, agar melakukan pembaharuan data dari sekarang mulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), sehingga program tersebut benar-benar tepat sasaran.

Baca Juga :  Wamenaker Immanuel Ebenezer Pakai Rompi Oranye di Tahan KPK

“Kita harus punya data by name by address. Ketika kita punya data, maka program yang bisa dilakukan itu jelas, terukur dan benar-benar diterima maupun dinikmati yang berhak, jangan seperti sekarang ini, saya menemukan adanya kejanggalan pendataan bagi warga yang berhak sebagai subyek pelaksanaan program pengentasan kemiskinan ekstrem” ungkapnya.

Lemahnya pengawasan, atau jangan jangan di lemahkan pengawasannya, lanjut Damuri, sehingga menjadi biang keladi terbukanya celah penyalahgunaan pelaksanaan program pengentasan kemiskinan ekstrem di Jakarta, misalnya melalui modus operandi manipulasi pendataan subyek penerima program bantuan, yang mestinya menerima malah tidak menerima, justru yang mestinya tidak berhak menerima malah menerima bantuan, sehingga yang terjadi program tersebut tidak mengurangi angka kemiskinan ekstrem, malahan cenderung meningkat, dan mengakibatkan beban sosial bagi Jakarta semakin bertambah, kemudian semakin memicu terjadinya konflik sosial dalam bentuk kriminalitas, tawuran dll, jika ini terjadi maka Jakarta, jangan berharap dapat bersaing dengan kota-kota lain di dunia, mengapa demikian, ya, sebab persoalan kemiskinan ekstrem itu menjadi tolok ukur terbentuknya keamanan, kenyamanan dan kemajuan sebuah Kota.

Baca Juga :  Delapan Perkara Sengketa Pileg hari ini disidang oleh Mahkamah Konstitusi

“Percuma saja, jalanan bagus, banyak gedung bertingkat, tapi warganya masih banyak mengalami kemiskinan ekstrem, sudah nggak maju kotanya, tidak Bahagia pula warganya, ini tantangan yang harus dihadapi Pj Gubernur DKI Jakarta, karena itu kita dukung kebijakan beliau, untuk itulah, bagi kepala dinas sosial  DKI Jakarta yang tidak mampu menekan angka kemiskinan ekstrem, sebaiknya mundur saja”pungkas Damuri.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

x
x