Home » Headline » Ketum PP PPM : Hari Perempuan Sedunia Momentum Lahirkan Masa Depan Kepemimpinan Perempuan Berkarakter Pancasila, Tangguh, Kredibel dan Akuntabel

Ketum PP PPM : Hari Perempuan Sedunia Momentum Lahirkan Masa Depan Kepemimpinan Perempuan Berkarakter Pancasila, Tangguh, Kredibel dan Akuntabel

dito 12 Mar 2025 98

NasionalPos.com, Jakarta-  Peringatan Hari Perempuan Internasional 2025 di peringati dengan mengusung tema “For ALL women and girls: Rights. Equality. Empowerment” atau “Untuk SEMUA perempuan dan anak perempuan: Hak. Kesetaraan. Pemberdayaan.” Semua pihak diajak untuk ikut memperingatinya dengan tema tersebut pada 8 Maret 2025 lalu.

Peringatan Hari Perempuan International Tahun 2025, di Indonesia memang tidak di rayakan semarak seperti hari Kartini, namun demikian peringatan Hari Perempuan Se-dunia ini justru mendapatkan respon sangat positif dari berbagai kalangan masyarakat, terutama dari kalangan organisasi kemasyarakatan, satu di antaranya adalah Pemuda Panca Marga, yang dalam sejak berdirinya hingga sekarang, untuk kali pertama organisasi putra-putri pejuang Kemerdekaan ini di pimpin oleh seorang perempuan, yakni Patriani Paramita Mulia sebagai Ketua Umum PP.PPM 2024-2029 hasil Munaslub PP PPM tahun 2024 lalu di Ancol.
Menanggapi peringatan Hari Perempuan Sedunia Tahun 2025 ini,
Patriani Paramita Mulia, kepada wartawan ia mengatakan bahwa Tema peringatan Hari Perempuan Se-dunia Tahun 2025 ini Tema tahun ini menyerukan tindakan yang dapat membuka persamaan hak, kekuasaan, dan peluang bagi semua orang dan masa depan feminis di mana tidak ada yang tertinggal, Adapun inti dari tema tersebut adalah memberdayakan generasi penerus – khususnya perempuan muda dan remaja putri – sebagai katalisator perubahan yang berkelanjutan.
“Nah, Tema tersebut, tentunya seiring dan senafas dengan hadirnya Pemuda Panca Marga sebagai organisasi massa di bumi Pertiwi, yang sudah berusia 44 tahun dengan salah satu sepak terjangnya adalah memberdayakan kaum perempuan agar bisa setara dengan kaum pria dalam berbagai bidang dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.” Ungkap Mita panggilan akrabnya kepada wartawan, Kamis , 13 Maret 2025 di Jakarta.
Menurut Mita, dalam perjalanan eksistensi Pemuda Panca Marga, senantiasa memberikan ruang dan peluang bagi anggotanya, terutama dari kalangan perempuan, agar aktif pada setiap aktivitas organisasi baik di internal maupun di tengah kehidupan masyarakat (eksternal), bukan hanya itu setiap perempuan yang menjadi keluarga besar PPM, senantiasa di berdayakan agar bisa menjadi perempuan yang Tangguh, mandiri dan mampu memimpin struktur organisasi PPM, melalui program pemberdayaan yang memberikan bekal materi kepemimpinan, serta materi lainya yang terkait erat dengan pembentukan karakter kepemimpinan Perempuan, yang setara dengan kepemimpinan kaum pria.
“ Dari proses pemberdayaan itu, PPM berhasil mencetak kepemimpinan di Pusat dan di beberapa daerah, dan bahkan tercatat banyak Perempuan PPM menjadi Pemimpin diantaranya di Jateng, NTB, Sulteng, Sultra dll, itu pun masih banyak kader perempuan yang sedang di persiapkan untuk membentuk kepemimpinan di internal organisasi maupun di eksternal organisasi.” Tukas Mita.
Lebih lanjut Mita mengatakan bahwa Peringatan Hari Perempuan Sedunia ini bisa menjadi momentum untuk kebangkitan kepemimpinan perempuan di segala bidang kehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat yang lebih Tangguh, lebih Unggul dan lebih berempati pada situasi masyarakat, yang tentunya terinspirasi oleh lahirnya Gerakan emansipasi di pelopori oleh Ibu RA Kartini, yang kemudian di ikuti dengan  bermunculan kaum perempuan yang tampil sebagai pemimpin dalam perjuangan merebut kemerdekaan, misalnya Tjoet Nya’Dien, Dewi Sartika dll, nilai-nilai kepahlawanan para pahlawan Perempuan di masa merebut kemerdekaan tersebut, sudah seharusnya terus di jaga, di lestarikan, di tumbuh kembangkan  serta dapat menjadi fundamental jiwa kepemimpinan perempuan di Era Kekinian ini.
Secara konkrit, Mita menambahkan, saat ini kepemimpinan perempuan masih di hadapkan dengan berbagai persoalan, maupun tantangan yang mau tidak mau harus di hadapi dan di tata dalam sebuah tatanan kehidupan berdasarkan Pancasila dan UUD”45,  sebagai contoh kepemimpinan perempuan dalam suatu kelembagaan atau organisasi, ternyata mampu membuat Lembaga tersebut kredibel, & akuntabel maka kepemimpinan perempuan dapat menjadi pilihan utama masyarakat.
“ Oleh Karena itu, di momentum Peringatan Hari Perempuan Sedunia, tanggal 8 Maret yang lalu, saya menghimbau kepada kader perempuan PPM di mana pun berada, mari rapatkan barisan dalam program pemberdayaan perempuan oleh PPM, agar bisa mempersiapkan diri melahirkan kepemimpinan perempuan yang berkarakter Pancasila, Tangguh, Berani, kredibel dan akuntabel, dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, Selamat Hari Perempuan Sedunia, Perempuan Tangguh, Dunia Sejahtera, terima kasih”pungkas Patriani Pramitha Mulia yang juga alumni Fakultas Hukum Universitas Atmajaya angkatan 2007, dan juga menyandang gelar Master Of Laws dari New York University, USA.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

Serah Terima Kunci Rumah Parahyangan Garden City di Margaasih: Wujudkan Impian Hunian Nyaman dan Strategis

Suryana Korwil Jabar

25 Apr 2026

Bandung, 25 April 2026, ARMEDIA.NEWS – Momen yang dinanti-nantikan akhirnya tiba! Perumahan Parahyangan Garden City yang berlokasi di Jl. Nanjung, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mengadakan acara serah terima kunci rumah bagi para pembeli unit huniannya. Acara ini menjadi bukti komitmen pengembang dalam menyelesaikan proyek lebih cepat dari waktu yang dijanjikan dan memberikan hunian …

Argento Resmi Kembalikan Berkas, Tegaskan Keseriusan Maju sebagai Bacalon Ketua DPD II Golkar Pesisir Barat

Admin Redaksi

24 Apr 2026

NASIONALPOS.com Pesisir Barat – Dinamika politik internal Partai Golkar di Kabupaten Pesisir Barat semakin menghangat. Salah satu bakal calon (bacalon) Ketua DPD II Golkar, Argento, secara resmi mengembalikan berkas pendaftaran kepada panitia penjaringan, sebagai bentuk keseriusan dirinya dalam mengikuti proses pemilihan ketua partai. Pengembalian berkas tersebut dilakukan di sekretariat DPD II Golkar Pesisir Barat dan …

22 Tahun Penantian Berakhir: UU Perlindungan PRT Disahkan, Negara Hadir untuk Pekerja Domestik

dito

23 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT) menjadi tonggak historis dalam reformasi kebijakan ketenagakerjaan nasional. Setelah lebih dari dua dekade diperjuangkan, regulasi ini tidak hanya mencerminkan kemajuan legislasi, tetapi juga menjadi bentuk koreksi atas ketimpangan struktural yang selama ini menempatkan pekerja domestik dalam posisi rentan dan minim perlindungan. Secara empiris, urgensi kehadiran UU …

x
x